Paduan Bunga Opium dan Truntum dalam Batik

0
196
Truntum Remembrance Sunday, 250 cm x 105 cm, mori primissima, batik tulis, karya Anggar Wulandari-Foto-A.Sartono
Truntum Remembrance Sunday, 250 cm x 105 cm, mori primissima, batik tulis, karya Anggar Wulandari-Foto-A.Sartono

Papaver Somniferum L atau sering disebut juga tanaman Poppy, yang di Indonesia (Jawa) dikenal dengan nama candu, atau opium merupakan salah satu tanaman yang dapat menghasilkan zat narkotika secara alami dan menjadi simbol dari Remembrance Sunday di Negara Inggris untuk menghormati pahlawan yang gugur di medan pertempuran pada Perang Dunia Ke-2. Tumbuhan ini memiliki nilai tersendiri baik secara visual maupun simbolik.

Truntum Mega Nyulur Sekar, 250 cm x 105 cm, kain mori primissima, batik tulis, karya Anggar Wulandari-Foto-A.Sartono
Truntum Mega Nyulur Sekar, 250 cm x 105 cm, kain mori primissima, batik tulis, karya Anggar Wulandari-Foto-A.Sartono

Nilai visual dan simbolik dari tumbuhan Papaver ini adalah hal yang melatarbelakangi Anggar Wulandari dalam mempresentasikan karya kriya seni tekstil sebagai Tugas Akhir-nya di Jurusan Kriya Seni ISI Yogyakarta. Motif Papaver yang diciptakannya kemudian dikombinasikan dengan motif Truntum, yakni salah satu motif klasik batik yang sudah diciptakan ratusan tahun yang lampau. Presentasi dalam bentuk pameran karya itu dilakukannya di kampusnya, Gedung Kriya Tekstil Lantai 2 mulai 16-27 Januari 2018.

Truntum Seling Sekar Papaver, 250 cm x 105 cm, kain sutra primissima, batik tiulis, karya Anggar Wulandari-Foto-A.Sartono
Truntum Seling Sekar Papaver, 250 cm x 105 cm, kain sutra primissima, batik tiulis, karya Anggar Wulandari-Foto-A.Sartono

Bunga Papaver sangatlah indah, sehingga beberapa spesies Papaver dijadikan tanaman hias. Bunga Papaver atau Opium berbentuk bulat sebesar bola ping pong berwarna hijau. Opium telah dikenal dan dibudidayakan di Mesopotamia sejak 3400 SM. Sejak itu pula Opium telah dijadikan bahan narkotika dan untuk keperluan kedokteran. Pada perkembangannya Opium memang menjadi komoditas pasar gelap yang penting. Namun penggunaannya yang tidak pada tempatnya menyebabkan kecanduan dan berdampak sangat buruk pada kehidupan. Penggunaannya yang salah mengakibatkan kerusakan badan, pikiran, dan jiwa. Bahkan juga kematian.

Motif Papaver yang ditampilkan Anggar Wulandari tentu bukan dimaksudkan sebagai semacam propaganda, namun lebih pada mengenalkan sisi visual dan simbolik Papaver itu, dimana sisi visualnya memang kelihatan indah sekaligus mungkin belum terlalu banyak dikenal langsung oleh kebanyakan orang Indonesia (karena memang merupakan tanaman terlarang). Nilai simbolik Opium atau Papaver dalam Remembrance Sunday (dikenal juga dengan nama Poppy Day) menjadi salah satu alasan pokok mengapa Anggar Wulandari kemudian memilihnya untuk menjadi “ikon” bagi penciptaan karya batiknya.

Konten Terkait:  Grebeg Dal, Grebeg Delapan Tahunan yang Istimewa

Warna merah bunga Papaver (Poppy) dimaknai sebagai simbol darah yang tertumpah di medan perang. Tumpahnya darah di medan perang untuk membela nusa dan bangsa adalah wujud cinta yang ikhlas atau tulus. Oleh karenanya Remembrance Sunday diperingati dengan meletakkan bunga Papaver di pusara para pahlawan (terutama di Inggris). Bentuk bunga Papaver yang berwarna merah juga sering digambarkan seperti luka tembak dimana letak titik luka tembak umumnya berwarna agak hangus (cokelat kehitaman) dengan cipratan darah di sekitar luka membentuk gambar seperti kelopak bunga berwarna merah yang sedang mekar.

Truntum Baketan Papaver, 250 cm x 105 cm, mori primissima, batik tulis, karya Anggar Wulandari-Foto-A.Sartono
Truntum Baketan Papaver, 250 cm x 105 cm, mori primissima, batik tulis, karya Anggar Wulandari-Foto-A.Sartono

Motif Truntum diciptakan oleh permaisuri Sunan Paku Buwana III (1749-1788) yang bernama Kanjeng Ratu Kencana. Motif ini melambangkan cinta yang bersemi kembali, cinta yang tulus tanpa syarat, abadi, dan semakin lama semakin subur berkembang. Oleh karena maknanya yang demikian kain batik motif Truntum biasanya dikenakan oleh orang tua pengantin pada hari pernikahan. Harapannya adalah agar cinta kasih yang tumaruntum (bersemi, mekar) ini akan menghinggapi mempelai berdua. Motif Truntum juga sering dimaknai sebagai “menuntun” dengan kasih sayang kepada kedua mempelai yang ingin memasuki dunia baru, dunia rumah tangga.

Truntum Sekar Menyulur, 250 cm x 105 cm, kain mori primissima, batik tulis,karya Anggar Wulandari-Foto-A.Sartono
Truntum Sekar Menyulur, 250 cm x 105 cm, kain mori primissima, batik tulis,karya Anggar Wulandari-Foto-A.Sartono

Perpaduan visual dan simbolik antara Papaver dan Truntum seperti itulah yang kemudian terwujud dalam tujuh buah karya batiknya, yakni Truntum Mangu-mangu, Truntum Baketan Papaver, Truntum Mega Nyulur Sekar, Truntum Remembrance Sunday, Truntum Seling Sekar Papaver, Truntum Sekar Manyulur, dan Truntum Sekar ing Mega. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here