Stilasi Menara Kudus dalam Karya Batik

0
159
Sugeng Rawuh, suitra katun, 115 cm x 250 cm, batik lorodan, tutup celup, napthol, 2017, karya Aisyah Diniyah-Foto-A.Sartono
Sugeng Rawuh, suitra katun, 115 cm x 250 cm, batik lorodan, tutup celup, napthol, 2017, karya Aisyah Diniyah-Foto-A.Sartono

Seorang kreator bisa mengambil inspirasi dari apa pun yang ada di sekitar dirinya. Demikian juga seperti yang dilakukan oleh Aisyah Wachid, mahasiswi semester akhir ISI Yogyakarta pada Jurusan Kriya Seni. Pada Tugas Akhir-nya Aisyah mengambil Menara Kudus sebagai sumber inspirasinya untuk kemudian dituangkan dalam karya batik yang elok.

Menara Kudus ia stilasi dengan berbagai gaya, warna, komposisi, bentuk, dan material yang berbeda-beda sehingga kemudian menghasilkan karya batik yang patut diapresiasi. Karya Aisyah ini dipamerkan di Galeri Seni Kriya ISI Yogyakarta mulai 16-23 Januari 2018 dengan tema Stilasi Bentuk Menara Kudus dalam Karya Batik Kain Panjang.

Menara Kudus, adalah menara yang terdapat di dalam kompleks masjid yang sangat terkenal dan menjadi ikon Kota Kudus, yakni Masjid Menara Kudus yang juga disebut sebagai Masjid Al Aqsa Manarat Qudus. Masjid ini dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 1549 Masehi. Masjid berlokasi di Kampung Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Sida Sholat, sutra katun, 115 cm x 250 cm, batik lorodan, tutup celup, napthol, 2017, karya Aisyah Diniyah-Foto-A.Sartono
Sida Sholat, sutra katun, 115 cm x 250 cm, batik lorodan, tutup celup, napthol, 2017, karya Aisyah Diniyah-Foto-A.Sartono

Menara Kudus secara keseluruhan menunjukkan gaya arsitektur Hindu-Jawa (menyerupai candi). Hal demikian tidak mustahil mengingat Sunan Kudus dalam pribumisasi ajaran Islam menggunakan pendekatan kultural yang pada masa itu masyarakat setempat telah memiliki kepercayaan Hindu-Buddha. Menara Kudus memiliki ketinggian 18 meter dengan bagian dasarnya berukuran 10 m x 10 m. Pada sekeliling menara ini dihiasai piring-piring bergambar berjumlah 32 buah. Dua puluh buah di antaranya berwarna biru dan bergambar masjid, manusia dengan unta, dan pohon kurma. Sedangkan 12 keping piring yang lain berwarna merah putih dan bergambar kembang.

Katon Temotho, sutra katun, 45 x 200 cm, batik lorodan, tutup celup, napthol, 2017, karya Aisyah Diniyah-Foto-A.Sartono
Katon Temotho, sutra katun, 45 x 200 cm, batik lorodan, tutup celup, napthol, 2017, karya Aisyah Diniyah-Foto-A.Sartono

Pada bagian dalam menara terdapat tangga kayu yang kemungkinan dibuat pada tahun 1895 Masehi. Bangunan dan hiasannya jelas menunjukkan adanya hubungan dengan budaya/seni Hindu Jawa karena bangunan Menara Kudus itu terdiri dari tiga bagian, yakni kaki, badan, dan puncak bangunan (kepala).

Menara Kudus juga dihiasi antefiks (hiasan yang menyerupai bukit kecil). Kaki dan badan menara dibangun dan diukir dengan tradisi Hindu-Jawa, demikian pula dengan motif-motifnya. Ciri lainnya adalah menara ini dibangun dengan menggunakan batu bata yang dipasang tanpa perekat semen. Teknik konstruksi Jawa juga dapat dilihat pada bagian kepala menara yang berbentuk bangunan konstruksi kayu jati dengan empat batang tiang/saka guru yang menopang dua atap tumpuk tajug. Pada bagian atap tumpang tajug juga terdapat mustaka (kepala) seperti pada atap tumpang bangunan utama masjid-masjid tradisional Jawa yang merujuk arsitektur Hindu Jawa.

Kawenangan Sendyakala, sutra katun, 115 cm x 250 cm, batik lorodan, tutup celup, napthol, indigosol, 2017-Foto-A.Sartono
Kawenangan Sendyakala, sutra katun, 115 cm x 250 cm, batik lorodan, tutup celup, napthol, indigosol, 2017-Foto-A.Sartono

Hal-hal itulah yang menarik Aisyah untuk kemudian menstilasinya dalam karya batik sutra katun dengan berbagai tekniknya. Dengan sengaja Aisyah menampilkan karyanya dalam material kain panjang yang pada galibnya dapat digunakan sebagai kain (jarit), rok, atau gaun. Tema-tema masing-masing karyanya pun cukup mengena dengan filosofi atau pesan yang disampaikannya, seperti tema/judul karya Sugeng Rawuh, Sida Sholat, Lima Waktu, Kawenangan Sendyakala, Katon Temotho, Nityakarma, dan Terabaikan. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR