Kontemporer Kreatif dan Interaktif Ala Duo Siedl/Cao

0
188
Salah satu penampilan dengan ekperimen lakban (Cao Thanh Lan) dan clarinet (Gregor Siedl)-foto-Indra
Salah satu penampilan dengan ekperimen lakban (Cao Thanh Lan) dan clarinet (Gregor Siedl)-foto-Indra

Datang dari latar belakang yang sangat berbeda, berawal saat mereka menemukan kesamaan dalam improvisasi bebas dalam musik kontemporer klasik. Secara bertahap mereka bergerak menuju proyek musik yang lebih spesifik. Mereka bereksperimen dengan batasan yang tipis antara komposisi dan improvisasi.

Cao Thanh Lan, musisi yang cakap, terlatih sebagai pianis kontemporer klasik. Ketertarikan pada bunyi membawanya pada sebuah eksperimen dengan analogue synthesizer, obyek yang diamplifikasi, dll. Ia mendapat pengalaman dari berbagai festival ternama. Sedangkan Gregor Siedl merupakan seorang yang sangat mendalami musik eksperimental dan improvisasi. Dengan permainan saxophone dan clarinetnya ia berhasil mengembangkan suara nan unik dalam setiap pertunjukannya.

Mereka berdua menggelar acara bertajuk “Conceptual Improvisation” pada Rabu, 24 Januari 2018 di Tembi Rumah Budaya. Acara yang terselenggara atas kerjasama Forum Musik Tembi dan 6,5 Composers Colective ini melibatkan partisipan aktif. Terbagi dalam tiga sesi yaitu bincang-bincang & diskusi, workshop dan dilanjutkan dengan pertunjukan.

Suasana saat sesi bincang-bincang dan diskusi-foto-Indra
Suasana saat sesi bincang-bincang dan diskusi-foto-Indra

Suasana terasa akrab dan hangat saat sesi pertama berlangsung. Pertanyaan dan berbagai opini mewarnai diskusi, pun tak jarang kedua pemateri (Siedl dan Cao) mengungkapkan kalimat candaan sehingga mengundang gelak tawa. Dilanjutkan pada sesi dua, dalam sesi workshop ini para peserta dituntut aktif.

Sedikit arahan sebelum sesi worshop berlangsung-foto-Indra
Sedikit arahan sebelum sesi worshop berlangsung-foto-Indra

Tak kurang dari 25 partisipan dari berbagai latar belakang seni seperti musik, tari, teater dan lukis mengikuti workshop. Terlebih dahulu pemateri menjelaskan konsep workshop yang akan berlangsung serta beberapa aturan agar lebih terarah sehingga tidak terkesan sangat random.

Para partisipan diajak untuk berekspresi lewat gerak dan bunyi. Berbagai bentuk gerakan terolah berpadu dengan bunyi dari berbagai macam sumber, ada pula goresan di atas kertas yang seakan mendokumentasikan buah pemikiran serta suasana yang berlangsung saat itu. Semua berlangsung atraktif. Seluruh pesrta diajak bebas berekspresi dalam gerakan dan merespon setiap benda yang telah disediakan.

Konten Terkait:  Kali Pertama Siaran Radio Pribumi Solo Bisa Menjangkau Negeri Belanda Terjadi Tahun 1936
Presentasi hasil workshop-foto-Indra
Presentasi hasil workshop-foto-Indra

Malam datang saatnya sesi ketiga berlangsung. Hujan tak menghalangi mereka untuk datang dan mengapresiasi. Selain menampilkan pertunjukan hasil proses workshop siang sebelumnya, pada sesi pamungkas ini dilangsungkan pertunjukan oleh Duo Siedl/Cao dengan berbagai eksperimen, bukan hanya bunyi, cahaya pun menjadi salah satu bahan eksperimennya. Mungkin terlihat sederhana, namun keduanya sukses menyuguhkan berbagai macam suasana. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here