Kuliner Legendaris di China Town Jakarta

0
504
Bakmie Amoy
Bakmie Amoy

Jelang perayaan Imlek, ada yang berbeda dari hari-hari biasanya di Pasar Glodok, atau orang sering menyebutnya China Town-nya Jakarta. Hiasan lampion besar sudah ada di depan pintu masuk pasar, ada juga hiasan bunga sakura, lonceng, dan berbagai pernak-pernik imlek di sepanjang jalan.

Di Gang Gloria, Pancoran, Glodok, kabarnya banyak makanan legendaris, yang rasanya enak dan unik. Kami pun menyusuri pasar dan masuk ke dalam gang-gang kecil. Destinasi pertama, kami mencari Bakmi Amoy. Konon bakmi ini sudah ada sejak tahun 1980, artinya sudah 35 tahun berjualan dan tempatnya masih sama, ada di dalam gang pasar, dengan gerobak dan kursi makan seadanya. Kalau datang dengan perut lapar harus bersabar, karena kursinya tidak terlalu banyak, berarti kita harus antri menunggu giliran.

Bakso Goreng Cik Amoy
Bakso Goreng Cik Amoy

Dulu Bakmie Amoy hanya menyajikan bakmi saja, seiring berjalannya waktu, menunya semakin beragam, ada juga kwetiaw bakso, bihun pangsit, nasi goreng, nasi campur, nasi hainam, pangsit goreng, dan yang paling populer adalah bakso goreng babi. Bakso goreng ukurannya lumayan besar, super garing dan rasa dagingnya sangat terasa.

Seporsi bakmi dibanderol dengan harga Rp26.000, bakso gorengnya Rp6.000/biji. Tekstur mienya kecil dan kenyal, selain sambal dan saus disediakan toping kulit babi kering sebagai taburan. Kaldu mienya enak, sepertinya encik Amoy sangat menjaga rasa dari kuah dan mienya sehingga warung bakmie amoy ini tidak pernah sepi pengunjung.

Berjalan beberapa meter dari Bakmi Amoy, masih di Jalan Pancoran Raya, Glodok, Tembi mengunjungi kuliner yang tak kalah legendaris, namanya Kuo Tieh Santung 68. Kali ini tempatnya lumayan besar, dengan ruangan ber-AC. Meski yang populer Kuo Tieh dan Sui Kiawnya, warung ini juga menjual berbagai macam menu selayaknya restoran Cina.

Kuo tieh mirip dengan Gyoza yang banyak disajikan di restoran-restoran Jepang, adonan kulit yang dibuat dari campuran tepung terigu, air dan garam, lalu diisi dengan campuran daging babi, sayur sawi putih yang dicincang dan bumbu rahasia, setelah itu dimatangkan dengan cara direbus.

Konten Terkait:  Inilah Tiga Unsur Penting Pembentuk Etos Bisnis Pedagang Kudus

Di muka kedai, para kru pangsit dengan lihai membuat kuo tieh untuk disajikan. Setelah direbus, kuo tieh akan diletakkan dalam penggorengan khusus dan diberikan air sedikit, sehingga tekstur kulitnya menjadi garing namun tetap lembut di bagian dalam.

Siap Menyuguhkan Kuo Tieh
Siap Menyuguhkan Kuo Tieh

Satu porsi kue tieh ini berisi 10 buah, dengan harga Rp45.000 rupiah. Cara memakannya, cukup mencampurnya dengan saos, bawang putih cincang dan minyak wijen yang sudah tersedia di atas meja. Kuo Tieh Santhung 68 ini sudah dikelola oleh 3 generasi, yang konon hasil racikannya tidak pernah berubah sejak generasi pertama.

Sedang Membuat Kuo Tieh
Sedang Membuat Kuo Tieh

Perjalanan kuliner sekitar Pecinan Jakarta ini, berakhir di Rujak Shanghai Encim, masih berada di Jl Pancoran Raya. Rujak ini berada tak jauh dari Kuo Tieh Santhung 68. Panganan ini sudah ada sejak tahun 1950-an, putri cik Encim yang kini meneruskan usaha Rujak Shanghai mengatakan nama Shanghai diberikan oleh para pelanggan sejak dulu, karena rujak ini terletak di depan Bioskop Shanghai yang kini berganti nama menjadi Bioskop Asia.

Rujak Shanghai Encim
Rujak Shanghai Encim

Isi dari Rujak Shanghai adalah campuran kangkung rebus, juhi (cumi besar) rebus, ubur-ubur rebus, lobak dan acar timun. Semua bahan dipotong kecil lalu disiram dengan kecap asin, bawang putih, saos berwarna merah dan ditaburi bumbu kacang tanah. Seperti apa rasanya, asam, manis, asin, pedas menjadi satu, yang tak disangka adalah ubur-ubur ternyata rasanya asin dan kenyal seperti tulang muda, sementara juhi seperti kikil sapi, kuah merahnya mirip dengan bumbu saos fuyung hai. Untuk satu porsi rujak ini dibanderol dengan harga Rp30.000,-

Tentu masih banyak lagi kuliner di sekitaran Pecinan-nya Jakarta ini, meski hanya kios kecil dan di tengah pasar, rasanya tak kalah dengan kuliner yang ada di restoran-restoran mahal. (*)

PETA LOKASI:

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here