Musikono, Musik yang Menjemput Penikmatnya

0
255
Penampilan Christine Fransisca dalam Musikono di Omah Petruk, Pakem, Sleman-Foto-A.Sartono
Penampilan Christine Fransisca dalam Musikono di Omah Petruk, Pakem, Sleman-Foto-A.Sartono

Musikono adalah nama sebuah kelompok pertunjukan musik keliling (concert tour) yang disertai dengan sesi apresiasi dan pengetahuan musik di sela-sela konsernya. Upaya ini dimaksudkan agar tercipta ruang berbagi yang intim antara musisi dan penonton. Pertunjukan musik bukan semata-mata bisnis pertunjukan yang berorientasi pada sisi ekonomi semata, namun berharap ke depannya juga bukanlah hanya menjadi pojok nirlaba.

Selama ini, pada umumnya, pertunjukan musik dilaksanakan di tempat pertunjukan konvensional, lengkap dengan fasilitas yang memadai, umumnya berada di kota. Warga pedesaan dan berjarak relatif jauh dari kota belum tentu bersedia datang untuk menikmati sebuah pertunjukan musik yang mungkin belum mereka kenal. Oleh karena itu, muncul ide untuk sebuah kemungkinan, musisilah yang mendatangi orang-orang di desa dan membawakan karya musiknya.

Penampilan Bagus Mazasupa dalam Musikono-Foto-A.Sartono
Penampilan Bagus Mazasupa dalam Musikono-Foto-A.Sartono

Di banyak tempat (desa) musik nontradisi yang sering dikonsumsi masyarakat umumnya didominasi oleh jenis dangdut koplo. Hal demikianlah yang menggugah Musikono untuk turut memberikan tambahan referensi (baca: gizi) lain dengan cara mendekatkan dan menyuguhkan musik dalam bentuk pertunjukan, membawakan karya-karya musik pilihan dan mengemasnya dalam bentuk yang luwes. Dengan demikian, musik yang disajikan dapat dikonsumsi secara ikhlas tanpa paksaan, untung-untung kalau ada yang datang dengan rasa penasaran. Pada sisi ini dapat dipastikan bahwa tidak setiap musiknya bisa buat bergoyang. Mungkin cukup untuk mengantar ke ruang-ruang lamunan. Bagus pula kalau bisa ikut memberikan inspirasi, mengantar ke ruang imajinasi baru, apalagi bisa mengajak atau mengantar ke arah permenungan.

Penampilan Nurani, Christine Fransisca, dan Rembulan dalam Musikono-Foto-A.Sartono
Penampilan Nurani, Christine Fransisca, dan Rembulan dalam Musikono-Foto-A.Sartono

Demikian lah konsepsi dari Musikono yang dipentaskan di Omah Petruk, Karangkletak, Pakem, Sleman, Minggu malam, 28 Januari 2018. Musikono dimotori oleh Bagus Mazasupa yang mulai belajar piano justru pada guru mata pelajaran Sejarah, Drs Soepardi di SMA 2 Malang. Ia juga belajar kibor pada guru SMP-nya, Mas Joko dan Pak Margo. Pada perjalanan selanjutnya ia berguru pada banyak guru dan akhirnya banyak mengisi menjadi pengajar musik di ISI Yogyakarta. Ia juga membuat musik untuk teater dan film.

Bagus juga menjadi piñata musik di Saturday Acting Club bersama aktor Rukman Rosadi, menjadi musisi di Sirkus Baroc bersama Sawung Jabo, membentuk kwartet Bulan Jingga sebagai wadah karya instrumental. Ia juga berkesempatan berkarya bersama Garin Nugraha pada sebuah karya tari Pager Bumi. Pada pementasannya ini Musikono menyuguhkan 10 lagu (repertoar), yakni Dad’s Room, An Actor’s Life, Cavatina, The Lord’s Prayer, Jelajah Jiwaku, Deras Angin, Pesan, Mountain Dance, Somewhere Out There, dan Wajahmu Membayang.

Sri Krishna ikut memeriahkan penampilan Musikono-Foto-A.Sartono
Sri Krishna ikut memeriahkan penampilan Musikono-Foto-A.Sartono

Penampilan Musikono yang dimotori oleh Bagus Mazasupa ini juga didukung oleh penyanyi, model, dan perancang busana, yakni Christine Fransisca. Musikono juga didukung oleh gitaris Iwank Sabo yang banyak terlibat di beberapa kelompok band. Nuansa Strings Quartet yang terdiri dari Didi (violin 1), Agus (violin 2), Wibi (violin 3), dan Angling (cello) ikut memperkuat penampilan Musikono dimana Bagus Mazasupa focus pada piano. Nurani dan Rembulan (dua penyanyi cilik) ikut memerkaya penampilan Musikono di Omah Petruk. Selain itu, tampil pula Sri Krishna (Encik) turut menghangatkan penampilan Musikono.

Gemerisik gesekan daun bambu yang tumbuh melingkupi lingkungan kompleks Omah Petruk, disertai gemuruh guyuran hujan deras tidak menyurutkan orang untuk terus menikmati penampilan Musikono. Bahkan sebagian dari penonton mengatakan bahwa musik alam itu menambah keindahan musik yang disuguhkan Musikono.
(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here