Jejak JSSP: Jogjatopia 2017 dalam Foto

0
197
Foto karya Wisnu ASA Ajisatria 2017-Foto-A.Sartono
Foto karya Wisnu ASA Ajisatria 2017-Foto-A.Sartono

Fotografi selalu hadir dalam setiap perhelatan, apa pun perhelatan itu. Ia menjadi “pencatat” yang paling otentik atas benda dan hal lain yang bisa ditangkap secara visual. Di samping bisa berdiri sendiri sebagai seni yang otonom, fotografi selalu memenuhi fungsinya sebagai perekam yang membekukan setiap momen atau peristiwa dalam serangkaian dokumen dan artefak visual. Hal demikian dimaknai sebagai evidence bagi peristiwa yang pernah ada atau terjadi sehingga makna historisnya dapat digunakan dan menjadi semakin berarti di masa mendatang.

Hal-hal demikian itu juga menjadi kesadaran dalam penyelenggaraan Jogja Street Sculpture Project: Jogjatopia (JSSP 2017: Jogjatopia). JSSP 2017 mengundang empat orang fotografer untuk terlibat dalam merekam proses kerja penciptaan karya para pematung, dokumentasi perancangan, hingga penyelenggaraan peristiwa seni publik yang diselenggarakan dua tahunan ini. Ada pun para fotografer tersebut adalah Layung Buworo, Arief Sukardono, Wisnu Ajisatria, dan Hanindyo Pratomo.

Foto karya Hanindyo Pratomo 2017-Foto-A.Sartono
Foto karya Hanindyo Pratomo 2017-Foto-A.Sartono

Apa yang mereka lakukan atas JSSP 2017 ini kemudian dipamerkan di Bentara Budaya Yogyakarta mulai 10-19 Januari 2018. Pameran fotografi ini juga dimaksudkan sebagai penutupan resmi Pameran Patung JSSP 2017: Jogjatopia. Selain itu, dalam pembukaan pameran yang dilakukan tanggl 10 Januari 2018 juga dilakukan penyerahan Penghargaan Pengabdian Seni Patung Sepanjang Hayat-API 2018 kepada almarhum Gregorius Sidharta Soegijo.

Foto karya Wisnu ASA Ajisatria, 2017-Foto-A.Sartono
Foto karya Wisnu ASA Ajisatria, 2017-Foto-A.Sartono

Penyelenggaraan JSSP: Jogjatopia 2017 ini menjadi momentum yang baik bagi masyarakat pencinta seni rupa untuk mengenang ketokohan Gregorius Sidharta Soegijo sebagai seniman dan guru yang berkontribusi penting bagi perkembangan seni patung kontemporer Indonesia khususnya, serta seni rupa Indonesia pada umumnya. Seperti diketahui karya-karya G Sidharta Soegijo merupakan pelopor bagi perkembangan seni patung kontemporer Indonesia. Ide-idenya menjadi bagian penting dalam mengonstruksi wacana seni rupa Indonesia. Karya-karyanya tidak saja tersebar di Indonesia namun juga di beberapa kota di berbagai belahan dunia. Ia bersama beberapa seniman lain mendirikan API (Asosiasi Pematung Indonesia) pada tahun 2000 dan sempat memimpinnya selama 2 periode hingga tahun 2006.

On The Bus II, 2017, karya Arief Sukardono-Foto-A.Sartono
On The Bus II, 2017, karya Arief Sukardono-Foto-A.Sartono

Pameran ini dibingkai dengan tema Kotabaru Ninggal Jejak. Tema ini diambil sesuai dengan lokasi pelaksanaan JSSP 2017 yang memang mengambil tempat presentasi karya di sudut-sudut Kotabaru. Kotabaru Ninggal Jejak mengandung makna bahwa di Kotabaru pernah terjadi sesuatu (JSSP) yang kemudian meninggalkan jejak melalui dokumentasi foto. Foto itulah yang kemudian disuguhkan sebagai bentuk dan upaya apresiasi atas apa yang pernah terjadi, yang dalam hal ini adalah JSSP 2017. Ada pun karya fotografi yang dipamerkan berjumlah 56 karya.

Program JSSP 2017 Jogjatopia Goes to School, 2017, karya Arief Sukardono-Foto-A.Sartono
Program JSSP 2017 Jogjatopia Goes to School, 2017, karya Arief Sukardono-Foto-A.Sartono

Melalui pameran fotografi itu publik dapat menikmati sisi-sisi lain di balik riuhnya sebuah perhelatan seni, narasi kecil atau proses yang mendukung bagaimana konsep besar seni patung publik ini direncanakan, dibangun, dan dipresentasikan ke khalayak. Di sana kaca mata publik hadir mencecap presentasi dan membangun apresiasi. Dalam makna yang lain dokumentasi (foto) ini menghadirkan narasi lain, yakni sebuah bentuk ekspresi para fotografer atas sebuah proses penciptaan karya seni oleh seniman, di mana sisi obyektivitas dimunculkan, pandangan kritis diungkapkan, gagasan diuji dan dipertanyakan, dan semuanya hadir dalam bingkai-bingkai foto. Dari sana narasi yang muncul adalah artistik sekaligus ekspresif. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here