Pameran Patung Gigantik Yusman di Jogja Gallery

0
1143
Patung raksasa Pangsar Jenderal Sudirman Naik Gunung karya Yusman di Alun-alun Utara Yogyakarta menjadi objek swafoto para wisatawan-Foto-A.Sartono
Patung raksasa Pangsar Jenderal Sudirman Naik Gunung karya Yusman di Alun-alun Utara Yogyakarta menjadi objek swafoto para wisatawan-Foto-A.Sartono

Pameran patung terbesar di Indonesia yang digelar oleh pematung Yusman di Jogja Gallery mulai tanggal 20 Desember 2017-10 Januari 2018 dengan tema Yusman: Menandai Indonesia bertepatan dengan masa liburan panjang Natal dan Tahun Baru. Hal ini menjadi momentum fenomenal bukan saja bagi masyarakat Yogyakarta, namun juga masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia yang pada masa liburan itu banyak berkunjung ke Yogyakarta sebagai wisatawan.

Tak pelak patung-patung raksasa maupun patung berukuran kecil karya Yusman turut menjadi “objek wisata” mereka. Banyak dari wisatawan yang begitu antusias untuk berswafoto dengan patung-patung tersebut. Pada sisi ini kesan Yogyakarta sebagai kota wisata dan kota seni boleh dipastikan semakin menguat di dalam memori para wisatawan. Hal demikian tentu menambah nilai plus bagi Yogyakarta.

KRMT Hendro Kimpling Suseno selaku Direktur Jogja Gallery antara lain menyatakan bahwa pameran patung karya Yusman tidak saja besar dalam ukuran, namun juga besar dalam hal latar belakang sejarahnya. Ada pun alasannya adalah karena patung-patung yang dipamerkan tersebut didominasi oleh patung-patung pahlawan serta tokoh yang memiliki peran sejarah yang tinggi. Lebih lanjut Hendro Kimpling Suseno menyatakan bahwa pameran yang diselenggarakan oleh Korem 072/Pamungkas bekerja sama dengan Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas Komisariat DIY dan Jogja Gallery ini didedikasikan untuk memperingati Hari Juang Kartika yang jatuh pada tanggal 15 Desember.

Patung Presiden-Presiden (copy dari patung perunggu 6 Presiden di Balai Krti, Istana Negara Bogor, Jawa Barat) bahan fiberglass, 2014, karya Yusman-Foto-A.Sartono
Patung Presiden-Presiden (copy dari patung perunggu 6 Presiden di Balai Krti, Istana Negara Bogor, Jawa Barat) bahan fiberglass, 2014, karya Yusman-Foto-A.Sartono

Hari Juang Kartika adalah hari peringatan peristiwa Pertempuran Ambarawa yang berakhir pada tanggal 15 Desember 1945, dengan hasil Indonesia mampu merebut Kota Ambarawa dari tangan Sekutu. Sekutu mundur dari Ambarawa menuju Semarang. Salah satu tokoh besar dalam peristiwa ini adalah Kolonel Sudirman (Pangsar Jenderal Sudirman) yang menjadi koordinator/pengatur strategi perang bersama para komandan sektor TKR dan laskar-laskar.

Maket Pangsar Jenderal Sudirman Naik Gunung, 210 x 117 x 147 cm, karya Yusman-Foto-A.Sartono
Maket Pangsar Jenderal Sudirman Naik Gunung, 210 x 117 x 147 cm, karya Yusman-Foto-A.Sartono

Berkait dengan hal itu maka pameran ini memamerkan patung Jenderal Sudirman dalam 14 item dengan tinggi patung rata-rata 12 meter. Patung berukuran raksasa ini dipamerkan di sudut utara-timur Alun-alun Utara. Patung berukuran serba raksasa ini mencapai bobot sekitar 18 ton dan dengan demikian kru yang terlibat pun mencapai 70 orang. Patung dengan judul Sudirman Naik Gunung yang dipajang di sudut Alun-alun Utara Yogyakarta itu menjadi penegas akan Hari Juang Kartika. Patung dengan judul tersebut merupakan duplikat patung Pangsar Jenderal Sudirman sedang ditandu pasukan tentara dan rakyat.

Konten Terkait:  Octo Cornelius Menyikapi Keacakan Hidup
Untuk Dikana, 300 x 300 x 361 cm, fiberglass copper, wood, 2017, karya Yusman-Foto-A.Sartono
Untuk Dikana, 300 x 300 x 361 cm, fiberglass copper, wood, 2017, karya Yusman-Foto-A.Sartono

Selain patung pahlawan dan tokoh-tokoh penting seperti presiden RI, Yusman juga menghadirkan karya patung lain, berukuran raksasa maupun yang berukuran kecil. Mulai dari patung bergaya abstrak maupun realis. Beberapa patung menggambarkan sosok-sosok tentara dari berbagai kesatuan, tokoh daerah, tokoh pembangunan dan teknologi, dan lain-lain. Pameran patung karya Yusman ini juga dilengkapi dengan bedah buku Soedirman: The Great Genuine General karya almarhum Bugiakso dan Nining Tedjaningsih (cucu Pangsar Jenderal Sudirman).

Soeharto 2, 33 x 48 x 87 cm, broonze, 2017, karya Yusman-Foto-A.Sartono
Soeharto 2, 33 x 48 x 87 cm, broonze, 2017, karya Yusman-Foto-A.Sartono

Bedah buku tersebut dilaksanakan di Museum Sasmitaloka Panglima Besar (Pangsar) Jenderal Sudirman, Jl. Bintaran Wetan No. 3, Bintaran, Yogyakarta. Bedah buku dilaksanakan hari Rabu, 20 Desember 2017. Bertindak sebagai keynote speaker dalam bedah buku ini adalah Jenderal (Purn) Agum Gumelar (Ketua IKAL Pusat). Narasumber untuk acara ini adalah Ir Muhammad Teguh Bambang Cahyadi Soedirman (putra Pangsar Jenderal Sudirman), Dr Muhammad AS Hikam APU, Prof Dr Anhar Gonggong serta moderator adalah Dr Hempri Suyata SSos Msi.

Pameran patung Yusman: Menandai Indonesia adalah pameran tentang pencapaian seorang seniman yang bertumpu pada komitmen dan integritas yang sungguh-sungguh disertai kecintaan pada tanah air Indonesia. Karya-karya bermuatan sejarah, salah satunya monumen, jika benar dan proporsional cara hadir serta mengajarkannya, dapat menjadi penawar kesesatan baru. Demikian sedikit nukilan dari catatan kuratorial Suwarno Wisetrotomo atas pameran ini. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here