Puisi Daruz Armedian

0
818

Tamasya Bayang-bayang

aku melangkahkan kaki
tidak untuk siapa-siapa
bahkan tidak untuk diriku sendiri

segalanya adalah kehampaan, alfita
ruang-ruang tak berguna
bagi sesuatu yang juga tak berguna

aku menatapmu dengan mata
yang entah milik siapa
sebagaimana memanggilmu dengan bahasa
yang begitu rahasia

dari ujung jauh
kau membalasku dengan hadapan tubuh
tubuh yang kau sendiri tak merasa memiliki

kita bertemu untuk berpisah
sebagaimana berpisah untuk bertemu lagi
berpencar lagi, seperti sinar matahari

2016

Di Tepian Kenjeran

jika di kotamu kau lihat senja
ketahuilah, aku di sini melihat senja yang sama

aku selalu mengatakan pada diri sendiri
tak pernah ada jarak dalam cinta jika itu sejati

di tepian kenjeran, aku memang petualang kehilangan peta
tetapi alamat lengkapmu telah kulekatkan di denyut aorta

di luar, ini mungkin cuma ada deru angin
sebab segala perihalmu sudah di dalam kening

Surabaya, 2017

Topeng

betapa menyedihkan ketika sepagi itu
kulihat wajahku di retakan cermin
wajah yang dingin
wajah yang bisa menjadi apa dan siapa saja
tapi tidak bagi diri sendiri

betapa menyedihkan sekumpulan bayang-bayang itu
mereka lahir seperti ditakdir
atau mungkin disihir
menjadi pendusta sepanjang usia

apalagi yang akan semesta tawarkan
untuk kutirukan
apakah tuhan?

2016

Elegi Ulang Tahun
Kepada diri

aku bahagia
membiarkan ulangtahunku berlalu
begitu saja
sebagaimana abai aku pada badai
menuntun tangan hujan berjalan
di halaman rumahku
di kedalaman dadaku

aku melihat orang lain
menyalakan lilin-lilin suatu hari
hanya untuk dipadamkan kembali

aku melihat orang lain
menertawakan kenyataan lain
mereka tidak tahu
setiap tahun yang berulang
selalu menciptakan jurang demi jurang
dengan lubang menganga
yang membahayakan sisa-sisa usia

Konten Terkait:  Puisi Marlin Dinamikanto

ketika suatu pagi, semisal
kepalaku bangun dari bantal
mataku kembali menatap kenyataan dunia
kau bahagia berkata
“selamat mengulang tahun kelahiran
semoga panjang umur, sayang.”
aku akan menghatur terima kasih
terima kasih kau masih ada
sebagaimana biasanya

aku tak lebih baik dari kedunguan batu-batu
jika tiba-tiba merayakan ulangtahun
bertahun-tahun ketiadaan kutimbun
kubangun sebegitu rupa untuk sesuatu
yang tak benar-benar ada

28 November 2016

Daruz Armedian, lahir di Tuban dan bergiat di Lesehan Sastra Kutub Yogyakarta dan Garawiksa Institut. Ia mahasiswa Filsafat UIN Sunan Kalijaga. Buku terbarunya: Sifat Baik Daun.No: 085743043329 Email: [email protected]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here