Jejak-Jejak Perempuan dalam Pameran Museum Bertema Pengilon

0
90
Koleksi cermin (pengilon) yang dipamerkan di pameran temporer Museum Sonobudoyo Yogyakarta. Foto: Suwandi
Koleksi cermin (pengilon) yang dipamerkan di pameran temporer Museum Sonobudoyo Yogyakarta. Foto: Suwandi

Pengilon identik dengan dunia wanita. Wanita tidak pernah bisa berpisah dengan pengilon atau cermin dalam kehidupan sehari-hari, terutama kaitannya dengan bersolek atau dalam istilah Jawa disebut ngadi sarira. Maka pengilon diambil sebagai tema pameran koleksi museum yang diselenggarakan oleh Museum Negeri Sonobudoyo Yogyakarta. Pameran Temporer selama 5 – 15 Desember 2017 itu bertempat di eks gedung KONI Museum Sonobudoyo Yogyakarta.

Ada banyak koleksi milik Museum Sonobudoyo yang dipamerkan, mulai dari koleksi yang berkaitan dengan wayang, foto-foto dan alat pemainan zaman dulu, alat berias, perhiasan, naskah, alat membatik, pasren, keris, alat meramu jamu hingga peralatan dapur. Semua itu mencerminkan kehidupan wanita Jawa sejak zaman dulu. Kebanyakan koleksi berasal Jawa, Madura, Bali, dan Lombok, koleksi lama yang dihimpun sejak awal ketika Museum Sonobudoyo masih dikelola oleh Java Instituut.

Koleksi foto yang menggambarkan anak-anak perempuan sedang bermain dalam pameran di Museum Sonobudoyo Yogyakarta. Foto: Suwandi
Koleksi foto yang menggambarkan anak-anak perempuan sedang bermain dalam pameran di Museum Sonobudoyo Yogyakarta. Foto: Suwandi

Kegiatan pameran temporer ini dilakukan setiap tahun dengan harapan untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, sekaligus membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat akan nilai-nilai sejarah masa lalu untuk membentuk karakter bangsa dengan berpegang pada identitas dan jati dirinya. Demikian sambutan Kepada Dinas Kebudayaan DIY, Drs Umar Priyono, MPd dalam buku katalog pameran tersebut. Pameran dibuka untuk umum dan gratis.

Koleksi seorang wanita sedang membatik dalam pameran di Museum Sonobudoyo Yogyakarta. Foto: Suwandi
Koleksi seorang wanita sedang membatik dalam pameran di Museum Sonobudoyo Yogyakarta. Foto: Suwandi

Dalam pameran itu, dikuratori oleh beberapa orang, yaitu Greg Wuryanto, Sri Ratna Sakti Mulya, Suzie Handajani, dan Ds Nugrahani, dengan editor Ons Untoro. (*)

Pasren, tempat Dewi Sri yang ikut dipamerkan dalam pameran pengilon di Museum Sonobudoyo Yogyakarta. Foto: Suwandi
Pasren, tempat Dewi Sri yang ikut dipamerkan dalam pameran pengilon di Museum Sonobudoyo Yogyakarta. Foto: Suwandi

TINGGALKAN KOMENTAR