16 Film Festival Putar ‘Angka Jadi Suara’: Suarakan Kekerasan Seksual Buruh Pabrik

0
313
Poster16 film festival
Poster16 film festival

Situasi darurat kekerasan berbasis gender dan seksual di Tanah Air membuat Kalyanashira Films dan 100% Manusia Film Festival menggelar Enam Belas Film Festival (16FF), ada 16 film panjang, 16 film pendek dan diselenggarakan di 12 kota di Indonesia dalam rangka memperingati 16 hari antikekerasan terhadap perempuan. Sebanyak 16 film ini sebagai penanda untuk mengajak semua orang menghentikan kekerasan terhadap perempuan.

Di Jakarta pemutaran film sejak 25 November – 10 Desember 2017 dilakukan di beberapa tempat, antara lain Cine Space, Art Society, Kineforum, Galeri Indonesia Kaya, Paviliun 28 dan lainnya. Beberapa film panjang yang diputar di antaranya 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita, Ca Bau Kan, Di Balik Frekuensi, hUsh, Kisah 3 Titik. Sementara itu, 16 film pendek yang diputar antara lain Angka Jadi Suara, Buang, Guk, Lanang, hingga Maryam.

Angka Jadi Suara karya Dian Septi Trisnanti menjadi salah satu film pendek yang ikut diputar dalam 16 film festival, di Cinespace, Scintia Garden, Tangerang beberapa waktu lalu. Film dokumenter berdurasi 22 menit ini mengungkap dugaan praktik pelecehan seksual yang dialami para buruh perempuan di KBN Cakung, Jakarta Utara.

Film ini dibuka dengan adegan aktivitas buruh saat pulang kerja, lalu muncul tokoh perempuan dengan wajah dan suara disamarkan persis seperti di salah satu tayangan televisi yang menyamarkan narasumber saat wawancara. Ia kemudian menceritakan bagaimana pelecehan seksual yang dialaminya, sambil sesekali menahan tangis menceritakan pengalamannya dilecehkan.

Kesaksian dan cerita pelecehan lain kemudian diperkuat dengan adegan saat seorang petugas keamanan pabrik yang mencolek bagian tubuh buruh perempuan. Ekspresi mesum dan kata-kata pelecehan diperlihatkan, sementara si buruh yang dilecehkan hanya bisa berlalu tanpa bisa melawan.

Konten Terkait:  Oscar Lawalata Pamerkan Ratusan Wastra Nusantara Langka Bersama Anak Muda Berpengaruh
Cuplikan Film Angka Jadi Suara
Cuplikan Film Angka Jadi Suara

Dari film ini, diceritakan juga, tak hanya petugas keamanan, bahkan petinggi dalam pabrik juga kerap melakukan pelecehan terhadap buruh perempuan. “Saat kejadian, saya nggak bisa berbuat apa-apa, nggak berdaya, apalagi kalau atasan yang melakukan, kita mau lapor ke siapa,” kata narasumber dalam film.

Produksi film ini melibatkan buruh yang tergabung dalam FBLP (Federasi Buruh Lintas Pabrik). Selama kurang lebih setahun mereka dididik mengenai proses pembuatan film di sela-sela aktivitas kerja. Menurut sang sutradara prosesnya memang tidak mulus, apalagi banyak buruh yang terlibat akhirnya mengundurkan diri dengan banyak alasan. Tentu dengan kendala lain, seperti minim peralatan, minim dana, dan korban yang tidak mau bersaksi.

Cuplikan Film Angka Jadi Suara
Cuplikan Film Angka Jadi Suara

Medium film dokumenter rasanya cukup efektif, karena menyajikan realita yang dekat dengan masyarakat, bahwa ada persoalan dalam dunia buruh selain kontrak kerja, upah, peraturan yang bias gender, yaitu pelecehan seksual. Sejak diluncurkan Mei 2017, film ini telah diputar di 39 titik di berbagai kota. Film ini diharapkan akan menjadi gerakan buruh nasional untuk menghentikan pelecehan seksual terhadap perempuan. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here