Peluncuran Antologi Puisi “Perempuan di Ujung Senja”

0
143

Antologi puisi berjudul ‘Perempuan di Ujung Senja’ karya 33 perempuan penyair akan di-launching di Sastra Bulan Purnama, Jumat, 8 Desember 2017, pukul 19.30 di Tembi Rumah Budaya, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Pertunjukan sastra ini akan ditayangkan live streaming melalui Youtube Perwara dan Facebook Perwara.

Setiap penyair menyajikan 3 puisi, sehingga terdapat sekitar 100 puisi karya 33 perempuan penyair dari berbagai kota, Jakarta, Bandung, Tangerang, Temanggung, Yogyakarta, Sragen, Sidoarjo, Surabaya, Semarang. Judul antologi puisi ‘Perempuan di Ujung Senja’ diambilkan dari puisi karya Novi Indrastuti, seorang penyair sekaligus pengajar di jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya UGM.

Puisi karya Novi Indrastuti yang diambil sebagai judul, rasanya pas untuk mewakili puisi-puisi yang lain, meskipun tema perempuan tidak dominan dalam puisi yang terkumpul dalam buku ini.

Ke-33 penyair perempuan itu ialah Ana Ratri, Christine Francisca, Dedeh Supantini, Dini Rahmawati, Ely Widayanti, Endah Nurshinta, Endang Wahyuningsih, Henny Prayoga, Heti Palestina, Ika Permata Hati, Ika Permata Sari, Julia Utami, Nella Widodo, Ninuk Retno Raras, Novi Indrastuti, Puput Amiranti, Ristia Herdiana, Rosanah, Selsa, Sri Sulastri, Suratmini, Sus.S.Harjono, Tri Rahayu, Umi Kulsum, Umi Prihwanti, Watie Respati, Waty Sumiati Halim, Widya Ningrum, Windu Setyaningsih, Yanti S.Sastro Prayitno, Yuliani Kumudaswari, Yunhy Ammarsyah, Zainab Ratu S.

Selain pembacaan puisi karya masing-masing penyair, Doni Onfire akan menggarap puisi karya salah satu dari 33 penyair menjadi lagu. Doni yang terbiasa memegang biola bersama teman-temannya akan tampil mengolah puisi menjadi lagu.

Ninuk Retno Raras
Ninuk Retno Raras

Dari 33 perempuan penyair, beberapa di antaranya, terutama yang dari Bandung dan Jakarta tidak bisa hadir, tetapi dari kota-kota lain akan datang membacakan puisi karyanya. Sastra Bulan Purnama edisi ke-75 ini karena menampilkan cukup banyak penyair, mereka tidak tampil satu persatu secara bergantian, melainkan akan dibuat satu pertunjukan. Disiapkan satu skenario agar semua bisa tampil dan tidak membutuhkan waktu yang cukup lama.

Beberapa dari 33 perempuan penyair ini sudah ada yang beberapa kali tampil membaca puisi di Sastra Bulan Purnama seperti Yuliani Kumudaswari (Sidoarjo), Ristia Herdiana (Jakarta) , Selsa, Nella Widodo (Temanggung), Zainal Ratu S, Wati Respati (Yogya), Heti Palestina (Surabaya), Sus S Hardjono (Klatem), Yanto S. Sastro (Semarang) dan sejumlah nama lain dari Jakarta.

Masing-masing kelompok dari 33 penyair perempuan yang datang dari kota yang sama, akan membuat satu pertunjukan puisi. Misalnya, mereka yang datang dari Temanggung akan mengolah puisi menjadi pertunjukan, sehingga dalam Sastra Bulan Purnama masing-masing kelompok akan tampil bersama.

Musikalisasi puisi Christine Francisca featuring Bambang Paningron, musik aranger Bagus Masazupa (Sirkus Barock), string quartet. Kelompok dari Temanggung juga akan mengolah puisi menjadi satu pertunjukan. Dengan dibuat berdasarkan kelompok, semua akan mendapat waktu untuk tampil membacakan puisinya. (*).

TINGGALKAN KOMENTAR