Bintang Indrianto Sapa Penggemar Lewat Karya Ki Nartosabdo

0
33
Selalu membuat suasana baru dengan bassnya. Foto: Kamal
Selalu membuat suasana baru dengan bassnya. Foto: Kamal

Pemain bass yang satu ini tergolong seniman kreatif yang tidak pernah kehabisan ide gila. Namanya mulai muncul di dunia musik Indonesia sejak pertengahan 80-an. Bintang Indrianto terkenal sebagai musisi yang sangat peduli dengan perkembangan musisi jazz muda Indonesia. Di sela kesibukannya berkarya, Bintang selalu menyempatkan diri untuk berbagi ilmu. Dia tak pernah menolak bila ada anak muda yang mendatanginya untuk menimba ilmu darinya.

Selasa, 21 November 2017 Bintang indrianto bersama Eugen Bounty (saxophone) memberi sebuah pengalaman baru dalam bermusik. Bukan sekadar menonjolkan improvisasi, namun sebuah ungkapan tulus dari cerita di setiap lagu yang dimainkan, seakan memberi energi positif bagi para penikmatnya. Dengan ramah Bintang menyapa, kehangatannya membuat suasana akrab seketika. Berlangsung di Museum Tembi Rumah Budaya, tempat yang representatif untuk bercengkrama yang terkadang terselip tawa dan canda.

Walau hanya tampil berdua bukan berarti suasana malam tak ada gairah. Alunan sequencer sang Bintang seakan menjadi landasan terciptanya suasana semangat dalam setiap lagu. Nuansa jazz, folk, country bahkan world music tercipta pada malam itu. Hal ini yang membuktikan bahwa seorang musisi kreatif tak terpaku pada genre musik tertentu. Sempat berduet dengan salah satu bassist Yogyakarta, Dani Eriawan, keduanya saling memadu nada dan irama.

Duet Bintang dan Dani. Foto: Kamal
Duet Bintang dan Dani. Foto: Kamal

Sebuah nomor istimewa karya seniman Ki Nartosabdo berhasil ia gubah dalam konteks kekinian. Adalah lagu Pawelingku, karya seniman kawakan satu ini mampu menorehkan secuil kisah dan satu pemikiran yang mungkin orang lain tak terpikirkan dengan hal tersebut.

“Ketika kebanyakan lagu-lagu dari Ki Nartosabdo banyak digubah bernuansa campursari dan dangdut koplo, saya berpikir di sinilah celah untuk menggubah dengan nuansa baru sebagai seorang musisi, yaitu dengan membuat aransemen solo bass. Hal itu merupakan satu kebahagiaan bagi saya,” kata Bintang Indrianto. Gubahan lagu tersebut terangkum di salah satu album solonya bertajuk ‘Gambang Suling’.

Keduanya seakan tak henti menularkan semangat dalam bermusik. Bintang Indianto dan Eugen Bounty. Foto: Filipi
Keduanya seakan tak henti menularkan semangat dalam bermusik. Bintang Indianto dan Eugen Bounty. Foto: Filipi

Hingga saat ini empat buah album bertajuk Festival, Februari, Gambang Suling dan SATU tercipta dari hasil proses kreatif sang Bintang Indrianto. Hasil pemikiran dan olah rasa dalam setiap lagunya sangat variatif sehingga mampu memberi warna di belantika musik Tanah Air. Kerendahan hatinya dapat dijadikan teladan bagi siapapun yang mampu membawanya menjadi musisi berwibawa dan ternama. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR