Menu Unik dari Warung Ereng-ereng yang Tersembunyi Di Bukit

0
101
Sega Sangit Sambel Kopi lengkap dengan Wedang Ereng-ereng-Foto-A.Sartono
Sega Sangit Sambel Kopi lengkap dengan Wedang Ereng-ereng-Foto-A.Sartono

Ada cukup banyak kuliner unik atau khas di Yogyakarta yang keberadaannya tersebar di berbagai tempat, bahkan ada juga yang terpencil. Salah satunya adalah kuliner yang diberi nama Warung Ereng-ereng yang beralamatkan di Ngreco, Seloharjo, Pundong, Bantul.

Lokasinya memang bisa dikatakan terpencil. Untuk menjangkaunya dapat dilakukan dengan mengikuti Jl Parangtritis ke selatan, setelah sampai Jembatan Kretek ambil arah ke kiri, ikuti jalan tersebut hingga menemukan perempatan ke arah Gua Jepang atau Gua Surocolo Pundong. Jalan menuju ke lokasi menanjak dan penuh tikungan. Ikuti jalan tersebut hingga sampai di Sendang Surocolo. Lokasi Warung Ereng-ereng ada di sisi kanan bawah dari Sendang Surocolo.

Dinamakan Warung Ereng-ereng karena letaknya memang berada di ereng-ereng atau dinding bukit dengan sisi bawahnya berupa jurang. Dari sisi letak memang cukup menantang, cocok untuk para petualang. Pemilik warung makan ini adalah Jemi Kanas (39), orang asli Kebumen yang menikahi gadis dari Ngreco, Seloharjo, Pundong, Bantul yang bernama Kusmiyati pada tahun 2010.

Jemi Kanas adalah sosok pria pekerja keras. Sekolahnya yang tidak tamat SMP dan kesulitan ekonomi keluarga membuatnya terbiasa banting tulang. Ia juga sempat berganti-ganti profesi untuk menyambung hidup. Ia pernah menjadi buruh pabrik. Pernah pula membuka kantin, menggeluti dunia rancang bangun, mebel, sampai akhirnya ia berinisiatif membuka Warung Ereng-ereng di tempat yang menantang ini.

Sebelum inisiatif ini muncul sebetulnya ia mendirikan galeri kerajinan. Namun gagasan itu berubah setelah ia bertemu seorang mentor di bidang kuliner yang bernama Irsyam Sigit Widodo. Ia banyak menimba ilmu dari Irsyam. Irsyam inilah yang mengarahkan dan membimbing Jemi sehingga kemudian ia mendirikan Warung Ereng-ereng yang notabene keletakannya cukup “nylempit”.

Jalan satu-satunya menuju Warung Ereng-ereng-Foto-A.Sartono
Jalan satu-satunya menuju Warung Ereng-ereng-Foto-A.Sartono

Apa yang dilakukan Jemi tidak berjalan mulus begitu saja. Respons masyarakat kurang, lokasi bahkan tersembunyi, keluarga pun semula cukup skeptis. Akan tetapi dengan berbekal tekad yang kuat dan usaha sungguh-sungguh Jemi mewujudkan semua itu. Jemi juga sadar bahwa Dusun Ngreso dan Poyahan memiliki cagar budaya berupa Gua Jepang dan Gua Surocolo. Keberadaan dua buah gua plus sendang itu telah menjadi obyek wisata yang diminati banyak orang. Selain itu dusun tersebut juga memiliki hawa yang segar dan pemandangan yang bagus serta secara periodik (tahunan) ada perhelatan budaya merti desa yang meriah. Artinya, hal itu mengundang banyak orang datang, yang turut menyemangati Jemi dalam berusaha.

Ada menu yang menarik dari Warung Ereng-ereng ini, yakni Sega Sangit Sambel Kopi, Wedang Ereng-ereng, Rames Singo Loreng, Rames Prihatin, Bakmi Godhog Saporete, Sega Goreng Kemangi, Soto Samun, Wedang Kayangan, Kopi Susu Ule Kareng, Kopi Susu Menoreh, Ayam Bumbu Ingkung Buntel, Pisang Goreng Dlewer, dan lain-lain.

Tembi berkesempatan mencicipi Sega Sangit Sambel Kopi dan Wedang Ereng-ereng. Satu porsi Sega Sangit Sambel Kopi terdiri dari Sega Sangit, Ayam Kampung Goreng, Lalapan, Tempe Garit, Sayur Bunga Pisang dipadu Daun Singkong, dan Sambal Kopi. Sega Sangit versi Jemi Warung Ereng-ereng adalah nasi gurih yang di dalamnya diisi teri medan berbumbu. Sedangkan pada sisi luarnya adalah kemangi yang kemudian dibakar dengan cara dibungkus daun pisang. Hasilnya adalah nasi bakar beraroma sangit yang berpadu dengan harum kemangi, bumbu, dan daun pisang. Kalau kita buka nasi bakar berbentuk menyerupai lontong ini kita akan mendapatkan teri berbumbu di dalamnya. Rasa nasi ini di samping gurih nikmat juga kaya aroma rempah.

Jemi Kanas sedang mempersilakan tamunya masuk ke warungnya-Foto-A.Sartono
Jemi Kanas sedang mempersilakan tamunya masuk ke warungnya-Foto-A.Sartono

Sementara Sambal Kopi-nya terasa istimewa karena memang berbahan baku kopi yang dipadu dengan berbagai rempah. Paduan ini menghasilkan sambal yang rasanya relatif asing namun nikmat dengan sedikit aroma kopi yang “terikat” oleh aroma bahan lain. Tentu bukan hal mudah untuk membuat sambal kopi karena bahan kopi lebih lazim digunakan untuk bahan minuman, roti, dan kue, bukan sambal.

Wedang Ereng-ereng adalah minuman yang dibuat dari ramuan aneka rempah seperti jahe, kapulaga, sereh, dan lain-lain dengan pemanis gula jawa. Minuman ini terasa cocok diminum di daerah pegunungan seperti Ngreco yang berhawa segar dengan angin yang senantiasa bertiup. Manis gula jawa yang lembut (soft) dan hangat dari efek rempahnya terasa member kelegaan di rongga dada. Hawa yang semilir sejuk terobati dengan efek kehangatan rempahnya. Medan yang sangat menantang terasa terobati begitu kita bersantap di Warung Ereng-ereng dengan pemandangannya yang mempesona. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR