Festival Sanding Dalang 1000 Bocah di Tugu Yogyakarta

0
63
Salah satu dalang anak tampil di panggung selatan Tugu Yogyakarta. Foto: Suwandi
Salah satu dalang anak tampil di panggung selatan Tugu Yogyakarta. Foto: Suwandi

Untuk pertama kali, Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar acara bertema Sanding Dalang 1000 Bocah yang diselenggarakan di selatan Tugu Yogyakarta atau di sepanjang Jalan Marga Utama (ejaan bahasa Indonesia: Margo Utomo). Acara itu digelar pada hari Minggu, 5 November 2017 pukul 07.00—10.00 WIB untuk memeriahkan Jogja International Heritage Festival 2017.

Dalang bocah yang tampil ada 5 anak, masing-masing mewakili Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Sleman, Gunungkidul, dan Kulonprogo. Kelimanya pentas di dekat Tugu Yogyakarta dengan membawakan lakon yang berbeda-beda. Setiap dalang bocah tampil sekitar 15 menit.

Sementara itu pendukung dalang bocah berjumlah 1.000 anak SD—SMP yang berasal dari kota dan kabupaten yang ada di wilayah DIY. Masing-masing daerah menyertakan 200 anak putra dan putri berpakaian tradisional Jawa.

Seribu anak berpakaian Jawa memainkan wayang kulit di Tugu Yogyakarta. Foto: Suwandi
Seribu anak berpakaian Jawa memainkan wayang kulit di Tugu Yogyakarta. Foto: Suwandi

Setiap anak sudah membawa dua wayang dari rumah, ada yang membawa wayang kulit dan ada pula yang membawa wayang kardus. Memang yang diharapkan membawa wayang kardus, tetapi karena waktu mendesak, maka sebagian dari mereka membawa wayang kulit. Seribu anak sanding dalang berjajar di sebelah selatan panggung pentas, berjajar ke selatan hingga melewati panggung kehormatan.

Seribu anak berjoged ria di acara Jogja International Heritage Festival 2017 di Tugu Yogyakarta. Foto: Suwandi
Seribu anak berjoged ria di acara Jogja International Heritage Festival 2017 di Tugu Yogyakarta. Foto: Suwandi

Panitia festival Sanding Dalang 1000 Bocah juga telah menyediakan gunungan dan bambu pengganti gedebog atau batang pohon pisang (untuk menancapkan wayang) sejumlah 1.000 pula. Semua properti itu telah ditata di tempat acara. Kemudian wayang yang dibawa masing-masing peserta ditancapkan di bambu tersebut.

Mereka tidak hanya melihat tampilan para dalang bocah yang sudah profesional mendalang di panggung, mereka juga menyanyikan lagu-lagu bertema wayang, salah satunya adalah lagu wayangku wayangmu. Sambil bernyanyi, mereka memainkan wayang yang dibawanya. Sesekali juga diselingi berjoget didampingi para punakawan Gareng, Petruk, dan Bagong.

Para punakawan dan pendamping memberikan semangat kepada 1000 anak sanding dalang di Tugu Yogyakarta. Foto: Suwandi
Para punakawan dan pendamping memberikan semangat kepada 1000 anak sanding dalang di Tugu Yogyakarta. Foto: Suwandi

Hadir sekaligus meresmikan festival tersebut adalah Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubowono X, Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Umar Priyono, dan tamu undangan lainnya. Sri Sultan berharap, dengan acara ini semoga anak-anak semakin mencintai wayang kulit dan dapat belajar budi pekerti yang ada dalam pertunjukan wayang kulit. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR