Museum Gumuk Pasir Bantul Resmi Dibuka untuk Umum

0
49
Tarian menyambut peresmian, dengan latar belakang gedung Museum Gumuk Pasir Bantul berbentuk gunung. Foto: Suwandi
Tarian menyambut peresmian, dengan latar belakang gedung Museum Gumuk Pasir Bantul berbentuk gunung. Foto: Suwandi

Museum Gumuk Pasir (MGP) Parangtritis Bantul, Yogyakarta, yang terletak di sebelah barat Pantai Parangtritis, resmi dibuka untuk masyarakat umum pada Senin, 30 Oktober 2017. Peresmian MGP Bantul dilakukan oleh Prof Hasanudin Zainal Abidin PhD, Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) yang kantornya berpusat di Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Dengan demikian, sejak hari itu, museum ini bisa dikunjungi oleh masyarakat umum, baik rombongan maupun individu. Sebelum diresmikan, sebenarnya MGP telah biasa menerima kunjungan, namun baru sebatas pengunjung rombongan.

MGP Parangtritis memiliki tiga gedung utama untuk memamerkan koleksi-koleksinya, yaitu gedung berbentuk gunung, lorong sungai, dan gumuk. Setiap gedung mengandung makna filosofis, yang menggambarkan Gunung Merapi (tempat asal-muasal letusan vulkanologi), Sungai Progo (yang membawa pasir gunung menuju laut), dan Gumuk (tempat pasir terbawa angin laut). Ketiga gedung itu telah lengkap diisi koleksi yang berkaitan dengan ekologi laut dan pantai.

Pengguntingan buntal melati oleh Kepala Badan Informasi Geospasial saat Peresmian Museum Gumuk Pasir Bantul. Foto: Suwandi
Pengguntingan buntal melati oleh Kepala Badan Informasi Geospasial saat Peresmian Museum Gumuk Pasir Bantul. Foto: Suwandi

Pada saat peresmian, hadir pula pejabat Kabupaten Bantul, yakni Bupati Bantul, Drs H Suharsono dan perwakilan Keraton Kasultanan Yogyakarta, yaitu KPH Wironegoro, putra menantu Sultan HB X, serta civitas akademika dari UGM. selain itu, juga dihadiri oleh para pengurus organisasi museum se-DIY, yaitu Badan Musyawarah Musea (Barahmus), kepala-kepala museum di wilayah DIY, serta tokoh-tokoh masyarakat setempat. Usai meresmikan museum, dilanjutkan dengan acara Talkshow dengan tema “Menyongsong Pariwisata Istimewa dengan Penataan Ruang Berbalut Kearifan Lokal di Kawasan Kagungan Dalem Gumuk Pasir Parangtritis”.

Koleksi kerajinan dari tumbuhan sekitar pantai di Museum Gumuk Pasir. Foto: Suwandi
Koleksi kerajinan dari tumbuhan sekitar pantai di Museum Gumuk Pasir. Foto: Suwandi

MGP Parangtritis Bantul memiliki area gumuk yang memiliki bentuk yang khas, yaitu bentuk bulan sabit atau sering disebut Barchan. Selain itu, di MGP, pengunjung juga bisa melihat foto-foto yang menunjukkan ciri gumuk pasir yang bertipe Barchan tersebut. Ada banyak koleksi yang bisa dinikmati di museum ini, termasuk koleksi yang baru ditampilkan saat peresmian, yaitu film yang menggambarkan suasana di bawah laut. Saat kita berada di ruang itu, kita seolah-olah berada di dalam kapal selam yang sedang menikmati kehidupan di bawah laut, dengan kedalaman hingga 8.000 meter. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR