Ayke Agus, Mengajar dengan Rendah Hati

0
62
Menyatakan nada dalam konser The Art Of Collaboration-foto-Indra
Menyatakan nada dalam konser The Art Of Collaboration-foto-Indra

Menjadi seorang pengajar tak sekadar mengajarkan materi-materi yang telah disiapkan, namun lebih dari itu, seorang pengajar haruslah mempunyai sikap dan budi pekerti baik supaya dapat diajarkan atau ditiru oleh anak didiknya. Begitu pun seorang pengajar musik, bukan hanya teori dan teknik dasar yang diajarkan, akan tetapi cara memperlakukan dan merawat alat musik itu sendiri mutlak harus dimengerti dan diajarkan kepada sang murid. Hal itulah yang dilakukan seorang pendidik seperti Ayke Agus saat memberi master class.

Lahir di Yogyakarta, 30 Desember 1949, Ayke Agus merupakan musisi multi talenta. Kemampuan Ayke bermainan biola dan pianonya di atas rata-rata. Hal tersebut yang membawanya berkesempatan mengiringi pemain biola sekaligus sahabatnya yang berkebangsaan Rusia-Amerika, Jascha Heifetz. Kerjasama tersebut berlanjut hingga mencakup banyak pertunjukan dan konser musik kamar bersama cellist berkebangsaan Rusia, Gregor Piatigorsky.

Memberi contoh menginterpretasikan sebuah lagu-foto-Indra
Memberi contoh menginterpretasikan sebuah lagu-foto-Indra

Ayke Agus merupakan wanita keturunan China, Belanda dan Jawa, walau begitu ia selalu bangga sebagai orang Indonesia. Menempuh pendidikan musik di New York, Amerika Serikat, setelah memenangkan beberapa kompetisi, ia bergabung dalam Philharmonic Buffalo Symphoni yang sekaligus menjadi anggota termuda. Bukan hanya itu saja, Ayke Agus pun menerima beasiswa penuh dari Juilliard School of Music (New York) dan University of Southern California (USC-Los Angles).

Ayke memberi penjelasan teknik permainan biola-foto-Indra
Ayke memberi penjelasan teknik permainan biola-foto-Indra

“Bermain musik itu harus membentuk satu kesatuan, karena musik bukan hanya menggerakkan pikiran akan tetapi merupakan ekspresi jiwa,” tutur Ayke kepada peserta workshop di Tembi Rumah Budaya, Kamis, 19 Oktober 2017. Bermusik adalah menyatakan sebuah nada, tak lain halnya dalam permainan chamber music (musik kamar) yang tak jauh beda dengan pola kehidupan manusia, mereka harus saling mengerti antara pemain satu dengan yang lainnya.

Pembawaannya yang segar, serta gaya bercandanya dalam berbagai bahasa (Inggris-Indonesia-Jawa) kerap kali tak terduga sehingga membuat suasana terasa lebih santai.

Selain menjadi pengajar pada program Master di USC, ia aktif berpartisipasi dalam festival musik kamar di Amerika Serikat dan tampil bersama grup level internasional seperti Ysaŷe String Kuartet dan Jacques Thibaud String Trio. Saat ini ia mengajar biola di Antelope Valley College. Dedikasi yang tinggi terhadap edukasi musik mendorongnya untuk berkeliling Amerika Serikat dalam rangka melakukan lokakarya biola dan master classes. Sebagai dosen, Ayke Agus merasa senang berbagi ilmu dan pengalaman di universitas-universitas besar dengan guru dan siswa dari segala umur.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR