Kandungan Pendidikan dalam Sastra Jawa

0
233

Naskah Jawa merupakan karya sastra Jawa yang bernilai tinggi. Jumlah naskah Jawa cukup banyak dan isinya juga cukup lengkap. Isi naskah dapat memberikan suatu gambaran/informasi mengenai budaya masa lampau dan pemikiran masa depan. Kandungan naskah Jawa memuat berbagai ilmu pengetahuan seperti norma-norma sosial, perhitungan musim, sejarah, religi atau kepercayaan bahkan pengobatan tradisional.

Buku ini membahas penelitian empat naskah yaitu Legenda Menak Jingga di Blambangan, Nilai-nilai ajaran dalam Serat Sabda Putra, unsur ajaran dalam Serat Wangsalan Silaning Akrama serta unsur didaktik dalam cerita Ki Ageng Paker.

Tokoh Menak Jingga tidaklah asing bagi masyarakat Jawa terutama Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur. Tokoh ini dalam cerita ketoprak digambarkan memiliki tubuh dan wajah jelek serta bersifat jahat. Tetapi bagi masyarakat Blambangan, Jawa Timur, Menak Jingga merupakan tokoh yang berwatak baik dan digambarkan berwajah tampan. Bahkan ada yang meyakini bahwa Menak Jingga tersebut bukan sekadar tokoh legenda tetapi benar-benar pernah ada. Melalui cerita Menak Jingga ini kita akan mendapatkan gambaran tentang watak ksatria, kesetiaan, keberanian, dan juga pengkhianatan.

Serat Sabda Putra, berisi ajaran tentang jalan mencapai kesempurnaan hidup, yang dapat dicapai melalui tujuh jalan yaitu tapanya badan, pikiran, hawa nafsu, rasa/kalbu, sukma, cahaya terang/nur dan hidup. Manusia diingatkan agar tanpa henti selalu berusaha mengendalikan dan mengatur hidupnya. Dengan demikian yang muncul adalah sifat ikhlas lahir batin, jujur, sabar, pemaaf, tawakal dan tidak menyakiti orang lain.
Serat Wangsalan Silaning Akrama, berisi tentang petuah-petuah dalam menjalankan kehidupan berumah tangga. Tujuannya tentu saja agar tercipta keluarga yang rukun, damai dan harmonis. Yang perlu disadari adalah bahwa suami atau pun istri bukanlah orang yang sempurna, demikian juga anggota keluarga yang lain. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan.

Cerita Ki Ageng Paker, menceritakan pertemuan Ki Wangsayuda (Ki Ageng Paker) dengan Dipanata (Brawijaya, raja Majapahit yang sedang menyamar dalam rangka mencari perkututnya yang diberi nama Jaka Mangu). Cerita ini berisi gambaran tentang nilai-nilai persahabatan (yang tidak memandang status), balas budi, sebab akibat, ketidakjujuran maupun keinginan untuk memiliki apa yang sebenarnya bukan menjadi haknya.

Dalam memelajari dan memahami naskah Jawa perlu adanya ketelitian dan juga perbandingan dengan sumber lain. Hal ini disebabkan antara lain, isinya banyak yang mengandung unsur-unsur simbolik, antara fiksi dan nonfiksi bercampur aduk, bahkan kadang-kadang ceritanya tidak masuk akal.

Judul: Unsur Ajaran dalam Sastra Jawa Penulis: Suyami, dkk Pengantar: Drs. Anung Tedjowirawan Penerbit: BPNB, 2013, Yogyakarta Bahasa: Indonesia Jumlah halaman: xvii + 305

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here