Makna Filosofis Bangunan Museum Gumuk Pasir Yogyakarta

0
842
Pelajar melihat maket Museum Gumuk Pasir Yogyakarta-foto-suwandi
Pelajar melihat maket Museum Gumuk Pasir Yogyakarta-foto-suwandi

Gedung Museum Gumuk Pasir Yogyakarta berbentuk kerucut. Museum ini berlokasi di Parangtritis Geomaritime Science Park atau lebih dikenal dengan sebutan Pantai Parangtritis Bantul, DIY, yang berdekatan dengan Pantai Depok. Dari jalan lintas selatan, gedung yang menjulang ke langit ini kelihatan dari kejauhan, karena satu-satunya gedung tinggi yang berada di sekitar pantai, sehingga kelihatan jelas.

Banyak pelajar DIY maupun luar DIY yang berkunjung ke Museum Gumuk Pasir ini untuk belajar mengenai kemaritiman. Termasuk pula untuk belajar mengenai sejarah munculnya gumuk pasir atau dalam bahasa Indonesia disebut gundukan pasir yang ada di sekitar Pantai Parangtritis.

Pelajar mencoba membuat tipe-tipe gumuk pasir di Museum Gumuk Pasir Yogyakarta-foto-suwandi
Pelajar mencoba membuat tipe-tipe gumuk pasir di Museum Gumuk Pasir Yogyakarta-foto-suwandi

Bentuk kerucut gedung itu melambangkan Gunung Merapi. Selain gedung berbentuk kerucut, bangunan lain di museum itu berbentuk lorong dan gedung bergelombang. Keduanya sebagai representasi dari keberadaan sungai dan gumuk pasir. Dengan demikian, sebenarnya bangunan-bangunan itu menggambarkan Gunung Merapi yang mengeluarkan lahar, kemudian lahar terbawa air sungai hingga akhirnya sampai ke pantai dan dasar laut. Pasir yang berada di pantai, kemudian dibawa angin laut menuju daratan dan terbentuklah gumuk pasir.

Pada umumnya para pelajar baru mengetahui makna filosofis gedung itu setelah mereka tiba di Museum Gumuk Pasir dan mendapatkan penjelasan dari pemandu museum. Dengan demikian, dengan adanya museum di Pantai Parangtritis ini para pelajar mengetahui proses terjadinya gumuk pasir, di mana gumuknya mempunyai kekhasan bentuk barchan (atau bulan sabit). Dan gumuk pasir bertipe barchan beriklim tropika basah hanya ada satu-satunya di pantai di Jawa.

Melihat koleksi kerajinan hasil tanaman laut di Museum Gumuk Pasir-foto-suwandi
Melihat koleksi kerajinan hasil tanaman laut di Museum Gumuk Pasir-foto-suwandi

Di Museum Gumuk Pasir, pelajar selain memperoleh penjelasan mengenai sejarah terbentuknya gumuk pasir, juga dapat melihat berbagai koleksi yang berkaitan dengan kemaritiman, antara lain tanaman-tanaman pantai yang dapat dijadikan kerajinan, seperti tangkai enceng gondok dan kayu cemara laut, peralatan yang digunakan untuk penginderaan jarak jauh, bermain game kemaritiman, melihat film kemaritiman, aneka macam hasil laut, seperti kerang, ikan, bintang laut, serta berbagai jenis bebatuan yang ada di sekitar pantai.

Suasana ruang audiovisul museum Gumuk Pasir Yogyakarta-foto-suwandi
Suasana ruang audiovisul museum Gumuk Pasir Yogyakarta-foto-suwandi

Di Museum Gumuk Pasir, pelajar juga dapat mengenal tempat-tempat pantai di Yogyakarta yang biasa digunakan untuk obyek wisata pantai, mulai dari Pantai Krakal, Parangtritis, hingga Pantai Glagah. Ada puluhan pantai yang biasa digunakan untuk berwisata. Di pantai pula, dikembangkan wisata lain, seperti wisata kuliner ikan segar maupun geo ekowisata. Di Museum Gumuk Pasir, pengunjung juga bisa melakukan kegiatan olahraga sandboarding di pasir yang berada di lingkungan museum tersebut. Ada baiknya, jika mengunjungi museum ini membawa topi, karena cuaca sangat panas. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here