Uang Kuno Melengkapi Koleksi Museum Tembi Rumah Budaya

0
17
Koleksi uang kuno yang dipamerkan di Museum Tembi terdiri dari jenis uang kertas dan logam-foto-suwandi
Koleksi uang kuno yang dipamerkan di Museum Tembi terdiri dari jenis uang kertas dan logam-foto-suwandi

Wisatawan yang berkunjung ke Museum Tembi Rumah Budaya kali ini bisa menikmati koleksi baru, yaitu koleksi uang kuno, yang di dalam koleksi museum dikategorikan ke jenis koleksi numismatik. Koleksi uang kuno ini sekaligus melengkapi koleksi benda-benda kuno lain di Museum Tembi, seperti lampu, sepeda, buku, iklan, dan foto. Hadirnya koleksi uang kuno ini sebagai penanda bahwa masyarakat Jawa sudah sejak dulu juga mengenal uang untuk bertransaksi, setidaknya sejak zaman Kerajaan Majapahit.

Uang kuno yang dipamerkan terdiri dari uang kertas dan uang logam. Uang kertas terdiri dari uang sen dan rupiah. Demikian pula dengan uang logam. Beberapa koleksi uang kertas dan logam pernah digunakan ketika Indonesia baru saja merdeka. Uang itu terdiri dari 1 sen, 5 sen, 10 sen, 25 sen, 50 sen, 5 rupiah dan 10 rupiah. Uang itu diproduksi sekitar tahun 1945 hingga 1961.

Sementara itu koleksi uang kuno terbitan zaman Orde Baru yang sekarang sudah ditarik dari peredaran dan ikut dipamerkan di Museum Tembi, di antaranya uang kertas dan logam terbitan tahun 1971 hingga 1990-an. nominal uang itu adalah Rp 5, Rp 10, Rp 100, Rp 500, dan Rp 1.000.

Pada umumnya uang kertas dibuat dari kertas khusus. Sementara uang logam dibuat dari aluminium, nikel, dan kuningan. Pada setiap periode atau masa tertentu, uang tersebut dicetak menyesuaikan nominal yang masih berlaku. Jika sudah tidak berlaku, maka pada masa periode selanjutnya akan dicetak nominal baru.
Perubahan nominal biasanya salah satunya dipengaruhi oleh tingkat inflasi. Ketika nilai uang semakin tidak berharga, maka akan dicetak uang baru dengan nominal yang lebih tinggi. Contohnya, dulu cukup dengan sen, orang sudah bisa berbelanja. Tetapi uang sen sekarang sudah tidak dipakai untuk bertransaksi. Demikian pula dengan uang rupiah nominal rendah, seperti Rp 5, Rp 10, hingga Rp 100 sudah sangat jarang beredar di masyarakat, karena nominal tersebut tidak cukup untuk membeli suatu barang yang harganya murah.

Pengunjung melihat koleksi uang kuno di Museum Tembi-foto-suwandi
Pengunjung melihat koleksi uang kuno di Museum Tembi-foto-suwandi

Maka untuk itu, hadirnya koleksi uang kuno di Museum Tembi untuk memperkenalkan kepada pengunjung akan uang-uang kuno yang pernah beredar di masyarakat Jawa dan masyarakat lainnya di Nusantara. Selain itu hadirnya koleksi uang kuno ini untuk memberi pendidikan kepada masyarakat agar merawat dan menghargai uang yang telah dibuat dengan susah payah oleh pemerintah Indonesia. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR