Poster Pertunjukan Puisi di Hari Puisi 2017

0
60

Setiap daerah telah mempunyai kegiatan sastra, salah satu bentuknya pembacaan puisi, musikalisasi puisi, diskusi sastra dan lainnya. Kegiatan itu dilakukan di daerah-daerah di Indonesia. Pada peringatan Hari Puisi Indonesia 2017, masing-masing daerah menuliskan kalimat ‘Untuk Hari Puisi Indonesia 2017” pada kegiatan yang diselenggarakan bulan Juli 2017 dan sesudahnya, atau juga sebelumnya.

Poster-poster itu, pada peringatan Hari Puisi Indonesia (HPI) 2017 dipamerkan di Lobi Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM), Jalan Cikini 73, Jakarta Pusat, selama 2 hari mulai 3-4 Oktober 2017. Aneka publikasi poster yang ukurannya A-4 memuat aneka kegiatan sastra, dengan tambahan kalimat ‘Untuk Hari Puisi Indoensia’. Poster Sastra Bulan Purnama yang diselenggarakan Tembi Rumah Budaya ada di antara sejumlah poster yang dipajang.

Kiranya ada banyak kegiatan sastra yang diselenggarakan di daerah, dan tidak dikaitkan dengan HPI 2017, karena itu posternya tidak ikut dipublikasikan di area HPI 2017. Di Yogya sendiri misalnya, ada banyak kegiatan sastra dari rentang Juli 2017 dan sesudahnya, atau juga sebelumnya, tetapi karena posternya tidak Untuk Hari Puisi Indonesia 2017, sehingga ‘tidak dimasukan’ dalam kaitan acara HPI 2017 di seluruh Indoensia.

Sastra Bulan Purnama sendiri sudah berusia 6 tahun, dan akan terus diselenggarakan pada tahun-tahun berikutnya. Sementara HPI 2017 baru memasuki usia 5 tahun, ini artinya sebelum ada Hari Puisi Indonesia, Sastra Bulan Purnama sudah lebih dulu ada, demikian juga kegiatan sastra di Yogya, misalnya Studio Pertunjukan Sastra (SPS), yang diselenggarakan secara rutin setiap bulan, sudah lebih 10 tahun berjalan.

Poster-poster yang dipajang, ada beragam model poster, tetapi yang dipamerkan ukurannya A4. Dari Ajibarang, Sulawesi, Kalimantan, Bogor, Cilacap, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Bengkulu, Jakarta, Bekasi, Bandung, Tasikmalaya, Indramayu, Banten dan kota-kota lain. Kita bisa melihat model poster dalam bebagai informasi kegiatan sastra dan tajuk acara yang berbeda-beda. Misalnya dari daerah Sulawesi ada poster yang tajuknya ‘Hari Puisi Indonesia: Segelas Kopi Sebaris Sajak’.

Atau poster Hari Puisi 2017 yang lain, tajuknya ‘Membaca Nusa Puisi’ di Labuan Bajo. Umumnya poster menulis kalimat Hari Puisi Indonesia 2017 dengan huruf kapital, seolah memang dengan sengaja penyelenggaraan tersebut khusus merayakan HPI 2017 di daerah. Kegiatan rutin sastra, seperti Sastra Reboean misalnya, yang diselenggarakan di Jakarta, dan usianya lebih lama ketimbang HPI, ikut juga menyertakan tulisan Untuk Hari Puisi Indoensia 2017.

Poster-poster perunjukan sastra di daerah-daerah di Indonesia, foto Ons Untoro
Poster-poster perunjukan sastra di daerah-daerah di Indonesia, foto Ons Untoro

Poster memang salah satu publikasi yang selama ini terus digunakan untuk kegiatan apapun, termasuk kegiatan sastra. Hanya bedanya, untuk era digital sekarang, poster tidak perlu dicetak dalam jumlah banyak, yang kemudian ditempelkan di banyak tempat, seperti publikasi kegiatan pada era sebelum digital kita kenal.

Pada era digital ini, publikasi poster melalui media digital, lebih praktis dan murah, menyebarnya sangat cepat, dalam hitungan menit bisa menyebar ribuan orang melalui Facebook, Instragram, WA dan beberapa jenis media sosial lainnya.

Poster-poster yang dipamerkan untuk merayakan HPI 2017 ini, merupakan poster yang di upload melalui Facebook dan media sosial lainnya, dan oleh HPI 2017 dipajang di grup Facebook HPI sehingga ‘warga HPI’ bisa ikut melihat aneka poster dari sejumlah daerah.

Untuk memberi apresiasi pada para penyelenggara HPI 2017 di daerah, panitia HPI 2017, mencetak poster-poster tersebut dan memamerkannnya sekaligus untuk merayakan HPI 2017 di Taman Ismail Marzuki. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR