Wayang Jurnalis Jilid IV Buka Rangkaian HUT Galeri Indonesia Kaya ke-4

0
42
Wayang Jurnalis
Wayang Jurnalis

Bakti Budaya Djarum Foundation bekerjasama dengan Wayang Orang Bharata kembali menyuguhkan pementasan Wayang Jurnalis, Minggu 1 Oktober 2017 di Auditorium Galeri Indonesia Kaya. Sebanyak 19 jurnalis terlibat mulai dari pemimpin redaksi, managing editor, photo journalist, hingga reporter dari lintas media antara lain Antara Foto, Bisnis Indonesia, Esquire, Gohitzz.com, Grid.id, Harian Kompas, Jawa Pos, tentunya dari Tembi.net.

Produksi keempat Wayang Jurnalis ini menampilkan bintang tamu Indy Barends yang menjadikan pementasan kali ini banyak canda namun sarat makna. Indy Barends bersama pemain lainnya sukses membuat para penikmat seni yang hadir sore itu terpingkal-pingkal.

Indraprasta adalah sebuah negara plural yang dibangun dengan penuh perjuangan oleh Pandawa. Rakyatnya terdiri dari berbagai suku bangsa. Ada bangsa manusia, raksasa, bahkan bangsa jin. Mereka bersatu padu, menjunjung negara berdaulat, Negara Kesatuan Indraprasta, yang dipimpin oleh seorang raja berdarah putih bernama Puntadewa.

Arimbi dan para dayang
Arimbi dan para dayang

Syahdan cerita, pada cerita Bale Gala-gala, Pandawa dijebak oleh Kurawa, mereka dibakar dalam sebuah bangunan yang dipenuhi oleh gala-gala, yaitu sejenis getah kayu damar yang mudah terbakar. Namun karena pertolongan dewa, Pandawa terhindar dari kematian. Pandawa kemudian melakukan pengembaraan di hutan. Menghindari kejaran mata-mata Kurawa yang terus memburu, menginginkan kematian mereka.

Pandawa dan Dewi Kunthi
Pandawa dan Dewi Kunthi

Dalam perjalanan ke Saptaarga, Arjuna bertemu dengan seorang pendeta raksasa bernama Begawan Wilwuk. Arjuna kemudian dinikahkan dengan Dewi Mambang, putri Begawan Wilwuk. Begawan Wilwuk memberikan pusaka sakti berupa: Watu Timpuru, Suket Kalanjana, yang berkhasiat untuk mengalahkan para jin.

Dalam pengembaraan mereka, Dewi Kunthi memerintahkan Pandawa untuk membangun sebuah negeri. Membangun negeri sendiri akan lebih terhormat dari pada sekadar mengharap warisan negara Astina, yang sekarang dikuasai oleh Kurawa. Bima dengan semangat 45 membuka hutan Wisamarta, sebuah hutan yang angker dimana hutan itu sebenarnya adalah kerajaan para jin yang menjaga sebuah keraton yang megah. Tabir gaib hutan angker tersebut akhirnya dibuka, terlihatlah bangunan yang megah berupa keraton.

Kunthi menyuruh Pandawa untuk mendirikan sebuah negara dengan nama Amarta/Indraprastha. Yudistira diangkat sebagai raja Amarta. Datanglah para para raksasa dari Pringgondani dengan komandan Gatutkaca untuk bergabung, mendukung Negara Kesatuan Indraprasta.

Titin Natalia dari tembi.net mendapatkan peran menjadi Seblak, raksasa pengawal Gusti Ayu Arimbi. Peran Seblak diberikan kebebasan penuh untuk improvisasi dalam naskah, namun tetap berpijak pada naskah utama yang dibuat oleh Undung Wiyono dari Wayang Orang Bharata.

Punakawan
Punakawan

Wayang Jurnalis ini adalah konsep pertama dan sejauh ini satu-satunya dimana 80 persen pemainnya merupakan para jurnalis. Meskipun pementasan ini menjadi pementasan yang unik dan menghibur, namun tidak melupakan pakem wayang itu sendiri.

“Teman-teman ini memang bukan orang yang terbiasa di atas panggung, apalagi bermain wayang orang tapi semangat yang mereka tunjukkan dalam setiap latihan itu luar biasa,” ujar Teguh Kenthus Ampiranto dari Wayang Orang Bharata yang berperan sebagai sutradara pada produksi ini.

Bagi Wayang Orang Bharata, pementasan Wayang Jurnalis ‘Indraprastha’ ini juga merupakan sesuatu yang berbeda dari kebiasaan paguyuban wayang orang yang berdiri sejak 5 Juli 1972. Untuk memudahkan para jurnalis, Undung Wiyono menulis naskah dengan menggunakan bahasa Indonesia.

Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation berharap Wayang Jurnalis bisa memberikan pengalaman yang berbeda kepada awak media dimana mereka tidak hanya menjadi penikmat dan peliput beragam pemberitaan tentang seni, tapi juga kini menjadi pelaku seni budaya.

“Ini adalah bentuk apresiasi kami terhadap rekan media yang senantiasa hadir untuk meliput beragam kegiatan kami selama 4 tahun ini. Teman-teman media mempunyai peran yang sangat besar dalam menyebarkan semangat Cinta Budaya, Cinta Indonesia kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” tutur Renitasari. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR