Mengenal Aneka Jenis Batu di Museum UPN Yogyakarta

0
639

Ada banyak jenis batu yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membuat candi, bangunan rumah, perhiasan, dan mebel. Sayangnya, belum banyak masyarakat yang tahu, asal mula jenis bebatuan yang digunakan untuk keperluan kehidupan sehari-hari tersebut. Sebagian besar masyarakat hanya mengenal sepintas saja. Padahal berbagai jenis batu tersebut, bisa dikenali lewat Museum Geoteknologi Mineral UPN Yogyakarta.

Masyarakat pada umumnya hanya tahu bahwa candi yang ada di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya terbuat dari batu. Mereka hanya tahu sebatas batu saja dan tidak tahu dari jenis batunya. Padahal, ternyata batu candi termasuk dalam jenis batu andesit.

Dalam ilmu geologi, batu andesit termasuk jenis batuan beku vulkanik, batuan yang pembekuannya terjadi di atas permukaan bumi. Batu andesit, termasuk salah satu jenis batuan beku yang dipamerkan di Museum Geoteknologi Mineral UPN Veteran Yogyakarta. Selain batu andesit, yang masuk batuan beku antara lain: lava basalt, riolit, peridotit, gabro, dan granit. Di Museum UPN, ada ratusan jenis batu yang masuk dalam kategori batuan beku.

Batu andesit sering digunakan untuk membuat candi, koleksi Museum UPN Yogyakarta. Foto: Suwandi
Batu andesit sering digunakan untuk membuat candi, koleksi Museum UPN Yogyakarta. Foto: Suwandi

Selain batuan andesit untuk membangun candi, masyarakat juga mengenal jenis batuan gamping. Batuan ini sering digunakan untuk membangun rumah, sebagai campuran material bangunan. Sebelum digunakan sebagai campuran bahan bangunan, batuan gamping mengalami proses pemasakan.

Museum UPN Yogyakarta yang banyak mengoleksi jenis bebatuan di Indonesia. Foto: Suwandi
Museum UPN Yogyakarta yang banyak mengoleksi jenis bebatuan di Indonesia. Foto: Suwandi

Batuan gamping ini dalam ilmu geologi masuk dalam jenis batuan sedimen. Ada ratusan jenis batuan sedimen yang dipamerkan di Museum UPN Yogyakarta, selain batuan gamping, seperti rijang, konglomerat, batu lempung, traventin, dan batupasir kuarsa. Di museum tersebut setiap jenis batuan diterangkan secara detail, termasuk juga asal-muasalnya. Batuan sedimen nerupakan batuan yang terbentuk akibat litifikasi bahan rombakan batuan asal atau hasil rekasi kimia maupun hasil kegiatan organisme.

Batu marmer asal Tulung Agung Jawa Timur sering digunakan untuk membuat perabot rumah tangga, koleksi Museum UPN Yogyakarta. Foto: Suwandi
Batu marmer asal Tulung Agung Jawa Timur sering digunakan untuk membuat perabot rumah tangga, koleksi Museum UPN Yogyakarta. Foto: Suwandi

Jenis batuan lain yang dipamerkan di Museum UPN Veteran Yogyakarta adalah batuan metamorf. Batuan metamorf dihasilkan dari perubahan-perubahan fundamental batuan yang sebelumnya telah ada. Jenis batuan metamorf yang dikenal masyarakat saat ini antara lain batu marmer dan batu sabak. Ciri keduanya sangat keras. Batu marmer sering digunakan untuk perabot rumah tangga, seperti meja, asbak, dan suvenir. Sementara batu sabak dulu sering digunakan sebagai papan untuk menulis di sekolah. Di Museum UPN juga disajikan ratusan jenis batuan yang termasuk dalam batuan metamorf.

Itulah berbagai jenis batuan yang dimanfaatkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, yang bisa dirujuk dan dikenali kembali asal-usul dan sejarahnya di Museum UPN Yogyakarta. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here