Upacara Wiwitan, Kenalkan Lagi Hakikat Pelestarian Lingkungan

0
276

Sanggar Anak Alam, Kelompok Tani Jomegatan Nitiprayan Kasihan Bantul, warga Nitiprayan, Dinas Pertanian Pangan Perikanan dan Kelautan, serta Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul pada hari Rabu, 20 September 2017 melaksanakan Pesta Panen Wiwitan dengan tema Eling Dewi Sri.

Pesta ini dimeriahkan dengan kirab gunungan hasil bumi, dimulai dari rumah Kepala Dukuh Jomegatan sampai dengan sekolahan Sanggar Anak Alam dengan jarak sekitar 800 meter. Kirab yang diikuti siswa-siswi Sanggar Anak Alam dan warga ini berada di bawah pengawalan Bregada Tamtama Nitiprayan. Rombongan kirab juga menjemput Mbah Kamijo selaku rois di padukuhan tersebut. Kedatangan rombongan kirab disambut oleh Dewi Sri yang menari di atas tandu beroda yang ditarik di sepanjang saluran irigasi sawah Bulak Turi Nitiprayan yang kemudian diikuti rombongan kirab hingga lokasi sawah yang akan dipanen.

Usai itu rois berdoa di lokasi sawah yang akan dipanen dan menerangkan simbol sesaji dan ubarampe yang disertakan dalam upacara wiwit. Setelah itu gunungan dikirab dari sawah menuju halaman sekolah Sanggar Anak Alam (SALAM) dan diperebutkan. Acara pun dilanjutkan dengan makan nasi wiwit bersama. Semua orang yang hadir dipersilakan untuk menikmati beserta hidangan lain berupa hasil bumi yang direbus (ubi, pisang, kacang) aneka jajan pasar yang dibungkus daun. Bungkus plastik termasuk gelas dan piring plastik sengaja tidak digunakan. Hal ini sebagai bentuk edukasi SALAM untuk semakin ramah lingkungan, peduli kelestarian lingkungan.

Dewi Sri berjalan di atas tandu beroda menuju Bulak Turi Jomegatan Nitiprayan. Foto: A. Sartono
Dewi Sri berjalan di atas tandu beroda menuju Bulak Turi Jomegatan Nitiprayan. Foto: A. Sartono

Menurut Sri Wahyaningsih, Ketua Perkumpulan Sanggar Anak Alam acara semacam ini telah dimulai sejak tahun 2004 dan kemudian rutin diadakan setiap 2 tahun sekali. Hal ini merupakan bagian dari kegiatan SALAM pada alam dan lingkungan, termasuk pertanian. Apa yang dilakukan SALAM bersama petani dan warga ini juga merupakan bagian dari pelaksanaan dan menghayati pepatah Jawa, ngelmu iku kelakone kanthi laku. Tema Eling Dewi Sri juga merupakan bagian dari itu semua di samping untuk mengenalkan tentang hakikat dan simbol dari Dewi Sri.

Suasana Pesta Wiwitan Eling Dewi Sri di Jomegatan Nitiprayan. Foto: A. Sartono
Suasana Pesta Wiwitan Eling Dewi Sri di Jomegatan Nitiprayan. Foto: A. Sartono

Gunawan Budi Santoso SSos MH yang mewakili Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul dalam sambutannya menyampaikan bahwa upacara wiwit ini penuh makna simbolik. Hal ini perlu disampaikan kepada generasi muda dan anak didik karena makna-makna itu selama ini hampir tidak pernah lagi dikenal secara mendetail.

Sri Wahyaningsih Ketua Perkumpulan Sanggar Anak Alam. Foto: A. Sartono
Sri Wahyaningsih Ketua Perkumpulan Sanggar Anak Alam. Foto: A. Sartono

Acara ini juga dimeriahkan dengan pementasan anak-anak SALAM sebagai wujud ekspresi dan unjuk kebolehan mereka di hadapan publik. Unjuk kebolehan itu di antaranya adalah berbagai macam jenis tari-tarian. Ada pula gejog lesung oleh ibu-ibu Jomegatan dan wayang serangga yang mengajak penonton untuk berefleksi tentang alam dan lingkungan oleh Sih Agung Prasetyo. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here