Serba Kelor di Cepit

0
313
Bobor kelor, tempe garit, sambel jenggot, plus pepes ikan kelor - Foto Barata
Bobor kelor, tempe garit, sambel jenggot, plus pepes ikan kelor - Foto Barata

Sebagai kuliner, daun kelor mungkin kurang dikenal. Namun belakangan ini di sejumlah tempat di Yogyakarta muncul beberapa warung dengan menu berbahan daun kelor. Kehadirannya cukup menarik perhatian. Salah satunya di Jalan Cepit, Bantul. Persisnya, tidak jauh dari pertigaan lampu merah Tembi, ke arah barat. Warung yang bernama Warung Wedang Kelor ini terletak di sisi selatan jalan, menghadap ke utara.

Lebih dari sekadar namanya, warung ini tidak hanya menyediakan wedang kelor tetapi juga sayur bobor kelor, bening kelor, dan sop kelor. Lauknya pun ditambahi kelor, seperti pepes ikan daun kelor dan telur dadar kelor. Tidak hanya itu. Disediakan pula cemilan dari bahan kelor, yakni stik kelor dan peyek kelor. Jadi serba kelor.

Andalan warung ini adalah bobor kelor, yang dilengkapi dengan tempe garit dan sambel jenggot. Rasanya menyegarkan, dengan paduan gurih dan manis yang pas. Paduan tempe garit dan sambel jenggotnya sungguh serasi. Ditemani dengan wedang kelor yang hangat komplitlah.

Salah satu sudut warung berlatar pohon kelor - Foto Barata
Salah satu sudut warung berlatar pohon kelor – Foto Barata

Sambil menunggu pesanan, bisa mengemil stik atau peyek kelor. Stiknya berupa tepung yang pembuatannya diolah dengan daun kelor. Baik stik maupun peyeknya dibuat sendiri.

Harga bobor kelor Rp 7.000, bening kelor Rp 6.000, wedang kelor Rp 3.000, telur dadar kelor Rp 4.000, dan pepes ikan daun kelor Rp 7.500.

Wedang kelor, stik kelor dan peyek kelor - Foto Barata
Wedang kelor, stik kelor dan peyek kelor – Foto Barata

Menu kelor di warung ini tidak hanya enak tapi bermanfaat bagi kesehatan. Dalam sejumlah legenda lokal Jawa, daun kelor terkenal dengan khasiatnya secara magis. Namun secara ilmiah pun daun kelor banyak berdampak positif bagi tubuh. Beberapa di antaranya, seperti terpampang di banner warung, antioksidan, anti peradangan, menenangkan syaraf pusat, dan meningkatkan metabolisme tubuh. Selain itu, kandungan vitamin dan mineral pada daun kelor kering, antara lain kalsium (15x yang terdapat di dalam pisang), Vitamin A (10x kandungan dalam wortel), dan zat besi (25x bayam).

Warung Wedang Kelor, tampak dari depan - Foto Barata
Warung Wedang Kelor, tampak dari depan – Foto Barata

Usia warung ini belum lama, belum sampai setahun. Dibuka pada sekitar akhir tahun 2016. Dimulai dari rutin mengonsumsi daun kelor yang dikirim dari luar Yogya, pemilik warung ini kemudian mencoba menanam kelor di Dusun Miri, dekat warungnya sekarang. Kemudian berdirilah warung ini. Namun ternyata stoknya tidak mencukupi sehingga kemudian mengandalkan suplier dari Kulon Progo. Dalam sehari warung ini rata-rata membutuhkan sekitar lima kilogram daun kelor.

Warung Wedang Kelor buka sekitar pukul 9 pagi hingga 5 sore. Pada malam harinya, sejak maghrib disediakan menu yang berbeda meskipun masih berbahan kelor, yakni bakmi kelor. Berdasarkan format bakmi Jawa, yakni variasi bakmi goreng dan godog, serta nasi goreng, godog, dan Magelangan. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR