Babe, Muka Kampung Rezeki Kota, Nostalgia Benjamin Sueb

0
430
Maudy Koesnadi Sebagai Produser
Maudy Koesnadi Sebagai Produser

Pertunjukan ini berawal dari sebuah buku biografi tentang perjalanan hidup Benyamin Sueb berjudul “Muka Kampung Rezeki Kota” yang ditulis oleh Ludhy Cahyana dan Muhlis Suhaeri. Melalui buku biografi ini, Maudy Koesnaedi terinspirasi memproduseri pertunjukan tentang Benyamin Sueb dengan konsep yang berbeda sebagai wujud apresiasi kepada sang legenda yang wafat di Jakarta pada tanggal 5 September 1995.

“Gagasan menambah sebutan Babe sebagai judul dalam pertunjukan ini, karena semasa hidupnya beliau akrab disapa Babe yang juga sekaligus sosok ayah bagi kami semua. Babe adalah seniman yang memberikan inspirasi bagi masyarakat, khususnya Betawi. Kejenakaan Babe seringkali mengingatkan kepada kita untuk tetap semangat dan ceria. Konser teaterikal ini menjadi pilihan format pertunjukan ke-10 Teater Abang None Jakarta, untuk mengenang sosok Babe dengan cara yang lain,” ujar Maudy.

Dari buku biografi tersebut, Maudy yang bertugas menulis naskah membaginya ke dalam lima bagian atau sketsa. Cerita bermula dari Benjamin Sueb ketika kecil, remaja, dewasa 1, dewasa 2, dan setelah wafat pada 5 September 1995 silam. “Beratus-ratus karya Babe yaitu lagu-lagunya kita masukkan dalam adegan per sketsa. Yang jadi menarik adalah lagu-lagu Babe dinyanyikan dengan konsep teater,” tambahnya.

Tommy Tjokro Memerankan Adegannya
Tommy Tjokro Memerankan Adegannya

Dari lima bagian, Sketsa yang paling panjang itu di bagian ketiga dan keempat. Maudy dan tim juga memasukkan kehidupan pribadi saat Bang Ben ketemu istri, saat di Si Doel, dan Bens Radio. Dia pun menjanjikan pertunjukan yang lain dari biasanya. “Kejenakaan Babe akan hadir dalam bentuk yang berbeda. Dan pastinya durasi dua jam nggak akan ngebosenin,” tutup Maudy.

Tim Produksi BABE Muka Kampung Rejeki Kota
Tim Produksi BABE Muka Kampung Rejeki Kota

Di pertunjukan ke-10, Teater Abnon menggandeng Agus Noor sebagai sutradara. menurut Agus, pementasan ini tidak akan menduplikasi sosok Benjamin Sueb tapi spirit Benjamin dalam melestarikan seni Betawi yang akan ditularkan. Tak hanya itu, seni tutur lisan khas Betawi seperti ungkapan, nyanyian, maupun pantun yang biasa disebut Jantuk khas betawi, kembali dipopulerkan.

Konten Terkait:  Puisi Daruz Armedian

“Gagasan tentang jantuk itu sengaja kami hadirkan. Jantuk itu yang akan menerangkan lima sketsa dalam pertunjukan nanti,” ujar Agus.

Untuk musik, Maudy mempercayakan Ifa Fachir sebagai penata musik pagelaran ini, sebanyak 30 lagu yang pernah popular diaransemen ulang oleh Ifa. “Pertunjukan Babe merupakan pertunjukan drama musikal pertama saya yang bertema komedi. Harus saya katakan bahwa bekerja dan mengerjakan ulang karya-karya hebat Benyamin S, adalah sebuah proses belajar yang sangat menarik dan tentu menyenangkan untuk saya. Untuk melengkapi musikal ini, dan sebagai tanda apresiasi saya kepada Babe Benyamin, saya ciptakan dua lagu bersama Simhala Avadana yang berjudul ‘Karya Untukmu’, dan ‘Muka Kampung Rezeki Kota’ yang lirik lagunya terinspirasi dari judul-judul lagu Benyamin,” katanya.

Agus Noor Sebagai Sutradara
Agus Noor Sebagai Sutradara

Digelar dalam dua hari pertunjukan, 15 dan 16 September 2017 Pukul 19.30 di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Konser teatrikal ‘Babe, Muka Kampung Rezeki Kota’ dimeriahkan oleh para pemain seperti Tommy Tjokro, Indra Bekti, Imam Wibowo, Ayumi Astriani, Astry Ovie dan abang none Jakarta lainnya. Tiketnya dibanderol mulai dari Rp 200 ribu (kelas 2), Rp 300 ribu (kelas 3), dan Rp 500 ribu (VIP).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here