Potensi Unggulan Ekonomi Kreatif Melalui Kriya dan Musik

0
612
Display berbagai macam alat musik etnik dalam JogCreaSic. Foto: Indra
Display berbagai macam alat musik etnik dalam JogCreaSic. Foto: Indra

Indonesia mempunyai potensi untuk menawarkan gaya hidup yang terinspirasi kearifan lokal dengan selera internasional sebagai bagian dari pengembangan kriya dan musik. Saat ini, kriya dan musik merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang memberi pemasukan dengan nilai signifikan dari masing-masing sektor.

Indonesian Kriya Festival (IKraFest) dan Jogja Creative Music (JogCreaSic) 2017 yang diselenggarakan oleh LPPM Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta adalah kali pertama terselenggara, yang digelar pada tanggal 27-28 Agustus 2017 di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta. Dalam penyelenggaraannya acara ini terbagi dalam empat sub acara yaitu talkshow, masterclass, workshop dan pameran. Selain itu, mengenai potensi, permasalahan, tantangan serta penumbuhkembangan ekonomi kreatif khususnya pada sektor kriya dan musik menjadi salah topik pembahasan dalam pertemuan ini.

Pada kesempatan tersebut IKraFest 2017 memamerkan berbagai produk unggulan serta menghadirkan beberapa tokoh dalam sesi workshop. H Komarudin Kudiya selaku pemilik batik Komar-Bandung sekaligus Ketua Umum Asosiasi Pengrajin dan Pengusaha Batik Indonesia, serta Sunto selaku Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI). Pada kesempatan yang sama, JogCreaSic 2017 tak kalah seru dengan menggelar produk unggulannya serta mengundang beberapa tokoh seperti, Adib Hidayat (jurnalis) dan Dwiki Darmawan (musisi). Hal ini diharapkan mampu menjadi motivasi dan dorongan semangat untuk dapat mengahadapi tantangan ke depan.

Kreasi kostum batik karya mahasiswa Kriya ISI Yogyakarta. Foto: Indra
Kreasi kostum batik karya mahasiswa Kriya ISI Yogyakarta. Foto: Indra

Acara ini ditujukan pula sebagai forum atau temu pelaku ekonomi kreatif se-Indonesia baik dari industri, akademisi, pemerintah dan komunitas. Di sisi lain kekuatan budaya kota Yogyakarta sendiri telah melahirkan kreator-kreator produk inovatif dalam dunia industri kreatif, hal ini yang membuat Yogyakarta seakan menjadi kawah candradimuka bagi para seniman itu sendiri.

Salah satu produk unggulan dalam IKraFest 2017. Foto: Indra
Salah satu produk unggulan dalam IKraFest 2017. Foto: Indra

“Acara ini sebagai upaya peningkatan kesejahteraan pelaku ekonomi kreatif kriya dan musik,” terang Abdur Rohim Boy Berawi, selaku Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan Badan Ekonomi Kreatif. Dengan kolaborasi tersebut diharapkan dapat menyatukan para pelaku ekonomi kreatif terutama kriya dan musik untuk mengambil tanggung jawab bersama memajukan industri kreatif. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here