Tokoh-Tokoh Sentral Pejuang Kemerdekaan Indonesia di Agresi Militer II

0
4903
Tokoh-tokoh pemimpin yang berada di pemerintahan darurat RI (PDRI) di Sumatera. Repro: Suwandi
Tokoh-tokoh pemimpin yang berada di pemerintahan darurat RI (PDRI) di Sumatera. Repro: Suwandi

Ada beberapa tokoh sentral pejuang Kemerdekaan Indonesia yang saling membahu untuk tetap mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ketika Belanda melancarkan Agresi Militer ke-2 yang dimulai tanggal 19 Desember 1948, antara lain Letnan Jenderal Sudirman, Ir Sukarno, Mohammad Hatta, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Mr Syafrudin, Sutan Syahrir, Kolonel AH Nasution, Kolonel TB Silalahi, dan Letkol Suharto. Mereka saling membahu sesuai dengan perannya masing-masing, yang intinya terus melawan penjajah yang hendak berkuasa lagi terhadap negeri yang mereka cintai.

 

AH Nasution salah satu tokoh sentral dalam Agresi Militer II. Repro: Suwandi
AH Nasution salah satu tokoh sentral dalam Agresi Militer II. Repro: Suwandi

Melalui Agresi Militer II, Belanda ingin kembali berkuasa penuh terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia telah mengabaikan segala perundingan dan perjanjian dengan RI yang pernah dibuat sebelumnya, termasuk Perjanjian Renville. Dengan demikian, sejak 19 Desember 1948, Belanda menguasai kembali Indonesia yang kemudian dikenal dengan Agresi Militer II.

Pada Agresi Militer II inilah, kemudian di Yogyakarta terjadi 2 peristiwa penting, yaitu Serangan Umum 1 Maret 1949 yang dikenal dengan nama SO 1 Maret 1949 dan peristiwa Yogyakarta Kembali pada tanggal 29 Juni 1949, karena tentara Belanda secara keseluruhan telah ditarik dari Yogyakarta.

Dua peristiwa sejarah itu, setiap tahun selalu diperingati oleh warga Yogyakarta, baik pemerintah maupun masyarakatnya. Peringatan dua peristiwa itu sebagai salah satu langkah nyata untuk menanamkan semangat dan jiwa dari nilai-nilai patriotisme kepahlawanan pejuang bangsa kepada generasi muda. Demikian yang menjadi harapan dari sebuah pameran jejak sejarah “Jogja Kembali” yang digelar di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta pada 13-17 Juli 2017.

Panglima Sudirman kembali bertemu Presiden Ir Sukarno di Gedung Agung Yogyakarta usai Agresi Militer II. Repro: Suwandi
Panglima Sudirman kembali bertemu Presiden Ir Sukarno di Gedung Agung Yogyakarta usai Agresi Militer II. Repro: Suwandi

Pada pameran itu, generasi muda ditunjukkan dengan berbagai dokumentasi koleksi sejarah pada masa lalu, seperti foto tokoh pahlawan, narasi sejarah, dan benda-benda koleksi, dengan tujuan agar generasi muda mengenal sejarah bangsa sendiri dan tumbuh jiwa nasionalisme. (*)

Rute gerilya Panglima Sudirman dan anak buahnya selama Agresi Militer II. Repro: Suwandi
Rute gerilya Panglima Sudirman dan anak buahnya selama Agresi Militer II. Repro: Suwandi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here