10 Buku Cerita Anak dari Balai Bahasa Yogyakarta

0
179
Para Penulis Buku Cerita Anak Bahan Literasi diapit oleh Latief S Nugroho (staf BBY) dan Dr Tirto Suwondo (Kepala BBY). Foto: A. Sartono
Para Penulis Buku Cerita Anak Bahan Literasi diapit oleh Latief S Nugroho (staf BBY) dan Dr Tirto Suwondo (Kepala BBY). Foto: A. Sartono

Sastra anak memiliki kontribusi terhadap pertumbuhan berbagai pengalaman (rasa, emosi, dan bahasa), personal (kognitif, sosial, etis, spiritual), eksplorasi dan penemuan, namun juga petualangan dalam kenikmatan. Demikian menurut Sazby, Maurice and Gordon Winch (eds) (1991: 5-10) dalam Give The Wings, The Experience of Children’s Literature, Melbourne: The Macmillan Company. Kutipan itu dituturkan Dr Rina Ratih selaku narasumber untuk bedah buku dalam peluncuran 10 buku (Bahan Bacaan Pengayaan Pelajaran Bahasa Indonesia Tingkat Dasar, SD-SMP) yang dilaksanakan di Ruang Sutan Takdir Alisjahbana, Balai Bahasa Yogyakarta pada Senin, 7 Agustus 2017.

Sepuluh judul buku cerita anak yang diterbitkan BBY sebagai bahan literasi. Foto: A. Sartono
Sepuluh judul buku cerita anak yang diterbitkan BBY sebagai bahan literasi. Foto: A. Sartono

Peluncuran 10 buku tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mendukung Gerakan Literasi Nasional. Hal demikian dilakukan dengan suatu alasan bahwa kemampuan baca (literasi) pelajar kita tertinggal selama 4 tahun dibandingkan dengan kemampuan baca anak-anak di negara maju. Selain itu secara faktual tradisi (budaya) baca tulis (literasi) dan berpikir kritis serta kreatif belum terbangun secara masif dan sistemik.

Sepuluh penulis dan karya mereka yang diluncurkan pada kesempatan itu adalah sebagai berikut: (1) Acep Yonny (Bejo Si Anak Elang Jawa), (2) Nurul Latiffah (Keajaiban Buku Harian Nesia), (3) Bagong Soebardjo (Maafkan Kami, Pak Harun), (4) Tria Ayu Kusumawardhani (Mewarnai Dunia Gendhis), (5) Fahruddin Ghozy (Pelajaran dari Siswa Pindahan)-kelima karya tersebut diperuntukkan bagi siswa SD, (6) Albertus Sartono (Persahabatan yang Menguatkan), (7) Else Liliani (Aruna), (8) Umi Kulsum (Jalan Tak Lagi Terjal), (9) Kusmarwanti (Rindu Puti Pada Purnama), (10) Nunung Deni Pustpitasari (Tiga Cinta)-kelima karya tersebut diperuntukkan bagi siswa SLTP. Buku-buku ini nantinya akan disebarluaskan ke sekolah-sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dr Rina Ratih (baju biru) dan moderator dalam peluncuran 10 buku bahan literasi di BBY. Foto: A. Sartono
Dr Rina Ratih (baju biru) dan moderator dalam peluncuran 10 buku bahan literasi di BBY. Foto: A. Sartono

Dr Tirto Suwondo M Hum dalam kata pengantar untuk penerbitan 10 buku tersebut menyampaikan harapannya agar buku cerita anak tersebut dapat menginspirasi dan memotivasi pembaca untuk berkreasi menemukan pelajaran baru dari sebuah cerita yang membangun akhlak mulia.

Sementara dalam sekapur sirih yang disampaikan oleh panitia penerbitan buku tersebut disampaikan bahwa buku-buku tersebut sangat penting dalam konteks menumbuhkan kesadaran bagi siswa SD dan SLTP akan nilai persahabatan, kebersamaan, keluarga, lingkungan, saling menghargai, indahnya perbedaan, dan pada tataran yang lebih luas buku-buku cerita tersebut mampu mengembangkan wawasan kebangsaan yang berbeda namun tetap satu (kebinekaan).

Rina Ratih juga menyampaikan agar para penulis buku yang karyanya dibedah dan dikritisi tidak berkecil hati. Sedangkan para penulis justru merasa berterima kasih atas kritik dan masukan dari Rina Ratih yang daripadanya para penulis banyak menimba ilmu untuk dapat menulis dengan bobot yang terus meningkat dari hari ke hari. (*)

Para tamu yang menghadiri peluncuran buku bahan literasi di BBY. Foto: A. Sartono
Para tamu yang menghadiri peluncuran buku bahan literasi di BBY. Foto: A. Sartono

TINGGALKAN KOMENTAR