Herman Johannes, Pahlawan Nasional dari Universitas Gadjah Mada

0
112
Profil Herman Johannes berada di salah satu ruang di Museum UGM Yogyakarta. Foto: Suwandi
Profil Herman Johannes berada di salah satu ruang di Museum UGM Yogyakarta. Foto: Suwandi

Herman Johannes yang bergelar profesor doktor insinyur pernah menjabat eektor kedua Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1961—1966 menggantikan Prof Dr Sardjito. Belum lama ini, gambarnya diabadikan dalam mata uang rupiah nominal Rp 100 tahun emisi 2016. Herman Johannes yang kelahiran Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur pada 28 Mei 1912 layak gambarnya diabadikan di mata uang tersebut karena banyak berjasa bagi Indonesia.

Pertama, saat perang mempertahankan kemerdekaan, dalam Agresi Militer Belanda ke-1 dan ke-2, Herman Johannes ikut membantu para pejuang Tentara Nasional Indonesia kala itu dengan membuat bom. Salah satunya digunakan untuk mengebom jembatan kereta api Sungai Progo di wilayah DIY. Di kala perjuangan itu, Herman Johannes menciptakan beberapa senjata, seperti: granat, detonator, mortir, tommy-gun, trekbom, dan bahan peledak dengan bahan lokal, yaitu gondorukit (perpaduan gondorukem dan kalium klorat).

Koleksi pribadi Herman Johannes yang dipamerkan di Museum UGM. Foto: Suwandi
Koleksi pribadi Herman Johannes yang dipamerkan di Museum UGM. Foto: Suwandi

Kedua, dalam bidang teknologi, Herman Johannes juga menciptakan alat masak hemat energi berupa tungku dari gerabah yang menggunakan bahan bakar hemat ramah lingkungan seperti: sekam, kayu bakar dan sampah dedaunan. Karyanya itu masih terawat baik hingga saat ini di Museum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Sayangnya karya teknologinya ini tidak banyak digunakan oleh masyarakat saat ini.

Tungku hemat energi karya Herman Johannes di Museum UGM. Foto: Suwandi
Tungku hemat energi karya Herman Johannes di Museum UGM. Foto: Suwandi

Ketiga, dalam bidang kesejahteraan masyarakat ternyata Herman Johannes menjadi penggagas konsep Keluarga Berencana yang pernah sangat dipopulerkan di zaman Orde Baru, saat pemerintahan Presiden Soeharto. Bahkan konsepnya itu pernah mendapat apresiasi dari organisasi dunia PBB.

Selain itu, ia juga pernah menjadi Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga tahun 1950—1951 dan Dewan Pertimbangan Agung RI tahun 1968—1978. Profil Herman Johannes secara detail dan karyanya, salah satunya bisa dilihat di Museum UGM Yogyakarta. (*)

Museum UGM Yogyakarta yang berada di kompleks Bulaksumur Yogyakarta. Foto: Suwandi
Museum UGM Yogyakarta yang berada di kompleks Bulaksumur Yogyakarta. Foto: Suwandi

TINGGALKAN KOMENTAR