Semarak Pawai Awali Perhelatan FKY 29

0
62
Atraksi tarian dari kontingen Nusa Tenggara Timur. Foto: Indra
Atraksi tarian dari kontingen Nusa Tenggara Timur. Foto: Indra

Suasana pawai pembukaan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 2017 di Jl Malioboro Yogyakarta, Kamis , 27 Juli 2017 diawali dengan iring-iringan pasukan bregada Keraton dan bregada dari Puro Pakualaman. Ribuan orang berkumpul seakan tak ingin melewatkan momen tersebut, tak sekadar menyaksikan, berfoto merupakan salah satu hal yang tak boleh ketinggalan. Pawai dimulai pukul 15.00 hingga 17.30 WIB dengan mengambil start dari taman parkir Abu Bakar Ali, selanjutnya berjalan sepanjang Jl Malioboro dan berakhir di titik nol kilometer. Sedangkan panggung kehormatan berada di depan Kantor Gubernur DIY.

Warga sudah terlihat berkumpul di sepanjang Jl Malioboro sejak pukul 14.30 WIB. Mereka berebut tempat agar dapat melihat dari barisan depan dekat dengan peserta pawai. Walaupun sempat diguyur hujan, namun hal itu tak menyurutkan antusiasme masyarakat untuk menyaksikan pawai dari awal hingga akhir.

Berfoto seakan menjadi satu hal yang sayang jika terlewatkan. Foto: Indra
Berfoto seakan menjadi satu hal yang sayang jika terlewatkan. Foto: Indra

Kurang lebih 1.300 personil dari 27 kontingen turut memeriahkan dan menghibur warga. Tak hanya kesenian dari Yogyakarta, komunitas daerah dari Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua juga tampak menampilkan kebudayaan miliknya serta atraksi tarian-tarian khas daerah tersebut. Di barisan selanjutnya, barulah terdapat pasukan-pasukan berkostum unik dari berbagai sanggar tari dan perwakilan kabupaten serta kodya DIY.

Pasukan Reyog Laskar Menoreh. Foto: Indra
Pasukan Reyog Laskar Menoreh. Foto: Indra

Bertajuk “Umbar Mak Byarr”, FKY 29 tahun ini dihelat pada tanggal 27 Juli – 13 Agustus 2017 di Planet Pyramid, Jalan Parangtritis Km 5.5, Sewon, Bantul. Gelaran FKY kali ini mengedepankan persepsi artistik yang berbeda, sekaligus ingin melihat perkembangan potensi tempat baru. Tema ini diambil dengan harapan supaya FKY 29 menjadi ruang di mana anggota masyarakat bisa sejenak melepas kepenatan sekaligus memperoleh kesegaran baru. FKY 29 juga dirancang sebagai ruang kebudayaan yang diharapkan mampu memicu kreativitas khas dan unik saat orang bermain-main di dalamnya.

Peragaan kostum kreasi. Foto: Indra
Peragaan kostum kreasi. Foto: Indra

Hal ini merupakan salah satu wujud apresiasi nyata bahwa Yogyakarta bukan sekadar kota pelajar, akan tetapi kota yang mempunyai aktivitas seni yang general. Perbedaan bukan alasan suatu kesenjangan, namun itu semua merupakan keistimewaan yang mewarnai setiap sisi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam pawai tersebut setidaknya merupakan representasi dan bingkai kecil keragaman Nusantara. (*)

Tarian Edan-Edanan dar Sanggar Tari Anak Tembi. Foto: Indra
Tarian Edan-Edanan dar Sanggar Tari Anak Tembi. Foto: Indra

 

TINGGALKAN KOMENTAR