Stoomwals, Salah Satu Pusaka Budaya Langka Bantul

0
588
Stoomwals (Steam Roller) di Bantul dilihat dari arah depan samping kanan. Foto: A. Sartono
Stoomwals (Steam Roller) di Bantul dilihat dari arah depan samping kanan. Foto: A. Sartono

Ini adalah salah satu warisan budaya berupa benda bergerak yang berwujud mesin/kendaraan kuno yang disebut sebagai Stoomwals (sering disebut juga mesin penggilingan/mesin giling) yang dimiliki oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Stoomwals tersebut diletakkan di depan kantor yang beralamatkan di Jl. Panembahan Senopati, Palbapang, Bantul.

Kendaraan berat yang berfungsi untuk memadatkan, meratakan, dan menghaluskan jalan ini memiliki cirri-ciri fisik sebagai berikut: panjang: 500 cm, lebar: 200 cm, dan tinggi: 255 cm.

Roda depan mesin ini terdiri dua buah roda besi yang disatukan, masing-masing roda berdiameter 186 cm, lebar depan 61 cm, tebal plat roda depan adalah 2,5 cm. Roda belakang Stoomwals ini berjumlah dua buah dan menyangga tubuh kendaraan bagian belakang. Masing-masing roda belakang ini memiliki diameter 132 cm. Sedangkan tebal plat roda belakang adalah 3 cm. Lebar masing-masing roda belakang adalah 38 cm.

Atap dan tiang atap Stoomwals ini terbuat dari kayu. Lebar atap Stoomwals adalah 148 cm, sedangkan panjangnya 252 cm. Tempat duduk untuk pengemudi juga terbuat dari kayu (papan). Panjang kursi tersebut adalah 96 cm, lebar 38 cm, dan tebal papan untuk kursi adalah 3 cm.

Detail roda dan body belakang Stoomwals di Bantul. Foto: A. Sartono
Detail roda dan body belakang Stoomwals di Bantul. Foto: A. Sartono

Menurut Supandri (49), Kepala Seksi Peralatan Bidang Jasa Konstruksi di Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Bantul, bahan bakar Stoomwals yang dibuat oleh perusahaan mesin Marshall Sons & Co. Ltd., Gainsborough, Lincolnshire, Inggris, ini adalah kayu. Pada tahun 1990 Stoomwals ini masih beroperasi. Untuk dapat menjalankan Stoomwals ini mesin harus dipanasi lebih dulu. Jika Stoomwals akan dioperasikan (dijalankan) pada pukul 09.00 pagi maka “daden” atau penyalaan apinya harus dimulai sejak pukul 04.00 pagi. Jadi, dibutuhkan waktu 5 jam untuk membuat mesin Stoomwals bisa on.

Detail ruang kemudi dan pengapian Stoomwals (Roller bertenaga uap) di Bantul. Foto: A. Sartono
Detail ruang kemudi dan pengapian Stoomwals (Roller bertenaga uap) di Bantul. Foto: A. Sartono

Marshall Sons & Co Ltd didirikan pada tahun 1848 oleh William Marshall di Gainsborough, Inggris. Awalnya pabrik ini memproduksi mesin-mesin pertanian, namun pada tahun 1856 mulai memproduksi mesin uap portable dan boiler, kemudian diikuti dengan produksi mesin uap stationer. Pada tahun 1870 perusahaan ini mulai membuat mesin pembuat teh dan roller jalan. Stoomwals di Bantul ini mungkin diproduksi setelah tahun 1870 mengingat perusahaan ini mulai memproduksi mesin roller jalan pada tahun tersebut. Stoomwals di Bantul ini dalam kategori mesin roller jalan.

Belum diketahui dengan pasti kapan Stoomwals ini didatangkan di Indonesia dan kapan pula mulai dioperasikan di Jawa (Yogyakarta dan sekitarnya). Menilik label logam yang disematkan di tubuh Stoomwals bermesin uap ini, maka kemungkinan besar mesin ini diproduksi oleh Marshall Sons & Co Ltd pada tahun 1927.

Ada kemungkinan juga bahwa tahun tersebut merupakan tahun importasi yang dilakukan oleh Maatschappij TVDZ Ruhaak & Co yang berdiri tahun 1898. Ruhaak adalah salah satu perusahaan peralatan terbesar di Ned- Indie (Hindia Belanda) pada waktu itu yang berkantor pusat di Surabaya. Selain berproduksi sendiri, perusahaan ini juga menjadi importir dan agen alat teknik dan mesin. Setelah dinasionalisasi, perusahaan ini dipecah menjadi beberapa perusahaan. Kemungkinan atau hipotesa ini didasarkan pada terdapatnya tulisan (label) Ruhaak di tubuh Stoomwals ini.

Detail roda, body depan, dan cerobong asap Stoomwals di Bantul. Foto: A. Sartono
Detail roda, body depan, dan cerobong asap Stoomwals di Bantul. Foto: A. Sartono

Beberapa komponen dari mesin ini telah mengalami penggantian atau tidak keseluruhan komponennya berasal dari Marshall Sons & Co Ltd. Sebab pada roda belakang dari Stoomwals ini tertera huruf timbul dari bahan logamnya yang bila dibaca berbunyi “Braat”.

Braat merujuk pada nama perusahaan (pabrik) mesin dan pengecoran logam paling modern dan paling besar di Surabaya yang bernama NV Machinefabriek Braat. Pabrik ini berdiri di Boomstraat, kawasan industri Gatotan, Surabaya tahun 1901. Perusahaan tersebut semula bernama Braat & Co dan dimiliki oleh De Heet B Braat. Perusahaan ini memiliki kantor cabang di berbagai tempat seperti Rotterdam, New York, Tegal, Medan, dan Yogyakarta. (*)

.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here