Kuliner Centhini Tembi, Kenikmatan Eksotisme Kuliner Jawa Masa Lalu

0
306
Beberapa Item Kuliner Centhini Tembi yang dapat digunakan untuk menu GubuganBufe. Foto: Indra WH
Beberapa Item Kuliner Centhini Tembi yang dapat digunakan untuk menu GubuganBufe. Foto: Indra WH

Tembi Rumah Budaya terus menggali segala sesuatu yang berkait dengan pusaka budaya leluhur sebagai pijakan berkreasi dan berkarya di masa kini. Salah satu yang dilakukan Tembi pertengahan tahun 2017 ini adalah mengaktualisasikan kembali kuliner masa lalu yang bersumber dari Serat Centhini, karya sastra yang dituliskan selama 9 tahun (1814-1823). Penulisan dilakukan oleh sebuah tim yang diketuai oleh Adipati Anom Amangkunegara III (Sunan Paku Buwana V) dengan anggota tim Kyai Ngabehi Ranggawarsita, Kyai Ngabehi Yasadipura II, dan Kyai Ngabehi Sastradipura (Kyai Haji Muhammad Ilhar). Serat ini berisi banyak hal sehingga sering disebut sebagai ensiklopedi kebudayaan Jawa.

Pada intinya Serat Centhini menceritakan pengembaraan putra-putri Sunan Giri Prapen karena serbuan Mataram (Pangeran Pekik) atas wilayah Giri. Putra-putri Sunan Giri tersebut adalah Jayengresmi, Jayengsari, dan Niken Rancangkapti. Kisah pengembaraan mereka ke berbagai tempat yang kemudian menemukan, mengamati, mengalami berbagai hal inilah yang kemudian dituliskan menjadi Serat Centhini. Salah satu hal yang dituliskan dalam Serat Centhini adalah tentang kuliner di masa itu. Hampir semua jilid di dalam Serat Centhini memuat perihal kuliner ini.

Ada berbagai jenis kuliner di masa itu yang pada masa kini tidak dikenali lagi. Berdasarkan hal itu Tembi Rumah Budaya mencoba menghadirkan kembali kuliner khas masa itu yang disimak/dilacak berdasarkan Serat Centhini. Kuliner berdasarkan Serat Centhini yang mulai langka namun unik dan menarik ini diaktualisasikan kembali oleh Tembi dalam suguhan yang adaptatif dengan selera dan gaya perkulineran saat ini.

Dendeng Goreng Kuliner Centhini Tembi. Foto: Indra WH
Dendeng Goreng Kuliner Centhini Tembi. Foto: Indra WH

Kuliner yang disajikan Tembi kali ini dipilih berdasarkan perkulineran yang diperoleh oleh Seh Amongraga dan Cebolang mulai dari Bogor, Dukuh Argapura (daerah Lumajang), Padepokan Gunung Tidar Magelang, Ibukota Mataram (Kerta, sekarang masuk Kecamatan Pleret, Bantul), di rumah Pujangkara (Mataram), dan di Tembayat (sekarang Klaten).

Pada tempat-tempat atau lokasi itu disebutkan aneka macam kuliner, namun Tembi hanya mengambil beberapa dengan pertimbangan pencarian bahan baku dan bumbu-bumbunya yang dirasa relatif masih mudah didapatkan saat ini tanpa meninggalkan kesan unik dan langka. Beberapa bahan/jenis sayur yang disebutkan dalam Serat Centhini diramu oleh Tembi menjadi pecel dan gudangan (urap). Menu yang berasal dari ikan dan daging disesuaikan dengan kondisi aktual saat ini.

Sega Lemeng Kuliner Centhini Tembi. Foto: Indra WH
Sega Lemeng Kuliner Centhini Tembi. Foto: Indra WH

Untuk memberi gambaran tentang kuliner yang didapatkan Sah Amongraga maupun Cebolang di tempat-tempat yang diceritakan akan disebutkan beberapa saja karena jumlahnya memang banyak dan di beberapa tempat ada kuliner dengan nama dan jenis yang sama dengan tempat lain. Selain itu apa yang disebutkan dalam rentang perjalanan Seh Amongraga dan juga Cebolang itu banyak pula yang berupa bahan “lepas” yang bukan merupakan hasil olahan (masakan) yang diramu dengan sekian jenis bumbu, misalnya uyah (sarem), jenis buah-buahan/sayuran/bahan bumbu semacam semangka, jeruk, duku, kokosan, kepel, pelem, kelayu, manggis, lombok, bawang, klapa, kemiri, kluwak, tebu, trasi, brambang, bawang, dan lain-lain.

Jika dihitung maka kuliner yang didapatkan dari Bogor hingga Wanamerta itu ada sebanyak1.606. Baik itu mencakup bahan lepas (bumbu, buah, sayur, ikan, daging dari berebagai jenis binatang, umbi-umbian) dan hasil masakan. Dari sekian banyak pengamatan atas jenis kuliner masa lalu tersebut Tembi Rumah Olah-olahan (TRO) kemudian mengaktualisasi dan mengkreasikan kuliner tersebut untuk dapat dinikmati kembali pada masa kini.

TRO membagi menu-menu tersebut ke dalam Kelompok Menu Serat Centini yang terdiri dari Paket Ndelok Wayang dan Paket Tarub. Selain itu ada pula Menu Gubugan Centini yang terdiri dari Menu Bogor, Menu Mataram, Menu Patanen, Menu Memule, Menu Tembayat, Menu Wonogiri, Menu Wirasaba, Menu Gunung Tidar, Menu Argopura, Menu Paesan, Menu Nyi Harsana, Menu Prambanan, Menu Majalengka dan Menu Wanamarta.

MENU SERAT CENTINI

Paket Ndelok Wayang

Paket ini terdiri dari Nasi, Soto Ayam, Wader Goreng, Pindang Telor, Gudeg, Pecel Sayur. Gudangan, Teh, dan Es Beras Kencur. Untuk Paket Ndelok Wayang ini juga dilengkapi dengan Gubugan yang di dalamnya disajikan Sate Ayam, Jajan Pasar, Aneka Gorengan dan Rebusan, Aneka Buah-buahan, Wedang Ronde, Es Dawet dan Es Cincau.

Wader Goreng Kuliner Centhini Tembi. Foto: Indra WH
Wader Goreng Kuliner Centhini Tembi. Foto: Indra WH

Paket Ndelok Wayang mengacu pada aneka macam kuliner yang dapat ditemukan pada pertunjukan wayang di masa lalu, seperti yang dialami Syeh Amongraga, Cebolang, atau tokoh yang lain di dalam Serat Centini. Kuliner tersebut umumnya dibuat oleh orang yang punya hajat dan ada pula yang memang dijajakan di arena orang menonton wayang ataupun menjadi bagian dari sajen yang disajikan untuk pentas wayang. Paket Ndelok Wayang ditawarkan dengan harga Rp 70.000. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR