Ayam Mangi, Menu Spesial yang Diinspirasi dari Serat Centini

0
311

Daging ayam merupakan bahan pangan yang sangat luwes untuk diolah menjadi olahan yang nikmat. Bahan ini dapat diolah menjadi aneka macam menu, mulai dari ayam goreng, ayam bakar, ayam, bacem, ingkung, opor, tongseng, gule, sate, dan seterusnya. Oleh karena itu pula daging ayam ini di tangan chef profesional Warung Dhahar Pulo Segaran Tembi dikreasikan menjadi menu suguhan yang lain daripada yang lain. Baik itu dari sisi rasa, presentasi, aroma, dan kelengkapan lainnya.

Untuk bulan Juli 2017 ini WD Pulo Segaran Tembi Rumah Budaya menawarkan promo menu baru yang berbahan baku utama daging ayam yang dinamakan Ayam Mangi. Menu ini terinsipirasi dari menu-menu yang ada di dalam Serat Centhini, yakni kitab Jawa kuno yang juga sering dikatakan sebagai ensiklopedi kebudayaan Jawa yang terbit tahun 1814.

Ayam Mangi lengkap dengan nasi pulen dan serundeng. Foto: Indra WH
Ayam Mangi lengkap dengan nasi pulen dan serundeng. Foto: Indra WH

Menu Ayam Mangi ini berbeda dengan menu ayam yang selama ini kita temukan di berbagai kedai, rumah makan, atau restoran manapun. Salah satu letak perbedaannya adalah bahwa Ayam Mangi mencirikan aroma terasi yang berbaur dengan aneka rempah lain. Pengolahan daging ayam untuk Ayam Mangi ini diawali dengan mengungkebnya pada bumbu rempah. Usai itu ayam dibalur dengan tepung beras yang telah dicampur dengan bumbu-bumbu antara lain terasi kualitas terbaik, garam, lada, dan bawang putih. Setelah itu daging ayam digoreng dalam minyak berkualitas yang jernih sehingga kemudian dihasilkan hasil gorengan ayam yang cantik penampilannya.

Ayam Mangi disajikan dalam piring ceper terbuat dari tanah liat yang dialasi dengan daun pisang yang segar dan bersih sehingga kesan alamiahnya demikian menonjol. Untuk kelengkapan bersantap Ayam Mangi ini juga disertakan nasi putih yang pulen dalam wujud tumpeng kecil, lalapan, dan sambal bawang yang cukup pedas dan nikmat. Daging ayam yang empuk dalam balutan tepung beras beraroma rempah dan terasi menjadikan menu ini unik, khas, sekaligus langka.

Detail menu Ayam Mangi tanpa nasi pulen. Foto: A. Sartono
Detail menu Ayam Mangi tanpa nasi pulen. Foto: A. Sartono

Aromanya sangat merangsang untuk segera menyantapnya dengan nasi putih yang pulen. Lebih-lebih lagi, Ayam Mangi ini juga dilengkapi dengan taburan serundeng yang beraroma khas dan khas pula gurih-manisnya. Hal ini tidak saja mempercantik presentasinya, namun memberi tambahan kenikmatan untuk menyantapnya. Bersantap menu Ayam Mangi demikian itu akan lebih maknyus sekaligus kemepyar dengan cocolan sambal bawangnya yang pedas “nyether”.

Untuk menu Ayam Mangi ini Anda cukup membayarnya dengan harga Rp 27.000 saja. Sebuah harga yang bersahabat untuk menu unik kaya aroma ini. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR