Wisuda Kursus MC Jawa Tembi, Ibarat Sumur dan Timba

0
616

Pentas seni Ketoprak Mataram dengan lakon “Begal Jatiwangi” memeriahkan upacara wisuda peserta kursus MC bahasa Jawa Tembi Rumah Budaya, pada 14 Juni 2017, pukul 21.00. Ketoprak yang disutradari oleh Angger Sukisno tersebut melibatkan para pemain berkualitas di antaranya: Angger Sukisno, Rini Widyastuti, Purwanti, Sugiman Nurseto, Djumidi, Riatminigsih, Budi Sutowiyoso, Suntono, Mardi Gombloh, Sunarni, Darmanto dan Gereh Pethek. Ada 39 wisudawan yang diwisuda. Mereka terdiri dari 18 peserta kursus Tingkat Lanjut X dan 21 peserta kursus Tingkat Dasar angkatan ke-36. Terhitung sampai dengan malam itu, Tembi Rumah Budaya telah mewisuda 600 ‘Purna Wiyata Siswa Kursus Panatacara saha Pamedhar Sabda.’

Wisudawan pasarta kursus MC Basa Jawa tingkat Dasar 36 dan tingkat Lanjut X.  Foto: Indra
Wisudawan pasarta kursus MC Basa Jawa tingkat Dasar 36 dan tingkat Lanjut X. Foto: Indra

Dalam kesempatan tersebut, Albertus Sartono sebagai wakil dari Tembi Rumah Budaya mengucapkan selamat kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan kursus MC Basa Jawa dengan baik selama tiga bulan. Semoga ilmu yang telah didapat bermanfaat bagi masyarakat.

Sebagian besar lulusan MC Tembi Rumah Budaya berasal dari Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagian yang lain berasal dari luar Bantul, diantaranya dari Kulon Progo, Kota Yogya, Sleman, Gunung Kidul, bahkan ada yang dari luar Yogya, yaitu Klaten, Magelang, Temanggung, Kebumen, Cilacap, dan Purwokerto. Mereka telah ikut ambil bagian dalam tugas menjadi MC khususnya MC upacara perkawinan, di daerahnya masing-masing.

Wisudawan Siswa Kursus tingkat Lanjut X
Wisudawan Siswa Kursus tingkat Lanjut X

Hubungan antara Tembi Rumah Budaya, dalam hal ini diwakili oleh para dwijo (guru) dengan para lulusan kursus MC, dapat diibaratkan seperti hubungan antara sumur dan timba. Para Dwijo yang terdiri dari Angger Sukisno, Gondo Suharno, Gunawan Sigit Putranto, Ign Wahono, Kinting Handoko, Maria Kadarsih, adalah sumur, sedangkan para lulusan siswa MC adalah timbanya. Sumur tersebut setiap saat dapat ditimba ilmunya. Tidak hanya dibatasi dengan lamanya waktu kursus, yaitu 3 bulan pertama untuk tingkat dasar dan tiga bulan kedua untuk tingkat lanjut, tetapi berlangsung terus hingga masing-masing yang bersangkutan tidak mampu lagi menjalankan tugas sebagai MC Bahasa Jawa.

Oleh karenanya, para alumi kursus MC bahasa Jawa yang adalah timba, jika mendapat kesulitan dalam mengemban tugas sebagai MC di masyarakat, tidak sungkan-sungkan datang ke Tembi Rumah Budaya yang adalah sumur guna mengangsu ilmunya. Ada sekitar 5 persen dari 600 lulusan MC tembi yang sejak diwisuda hingga kini masih aktif ngangsu kawruh di Tembi, baik kawruh budaya Jawa secara umum, maupun kawruh mengenai upacara adat perkawinan Jawa. Hal tersebut dilakukan, terutama ketika mengalami kesulitan dalam mengemban tugas sebagai MC di masyarakat.

Ign. Wahono (pakaian Jawa), dan Angger Sukisno sedang menguji pasarta kursus MC Tingkat Lanjut X. Foto: Herjaka
Ign. Wahono (pakaian Jawa), dan Angger Sukisno sedang menguji pasarta kursus MC Tingkat Lanjut X. Foto: Herjaka

Perlu diketahui bahwa Kursus Pranatacara (MC) Pamedhar Sabda (pidato) Bahasa Jawa, khususnya dalam upacara perkawinan Tembi Rumah Budaya, diawali pada tahun 2000. Kursus tersebut diselenggarakan setahun dua kali, pada semester pertama yaitu Januari – Juni, dan pada semester kedua yaitu Juli – Desember. Lama kursus 3 bulan efektif dengan 24 pertemuan, seminggu dua kali. Untuk tingkat dasar setiap Selasa dan Jumat, pukul 16.00 s/d 18.00. sedangkan untuk tingkat lanjut pada jam yang sama setiap Senin dan Kamis. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here