Menikmati Alunan Akordeon dalam Berbagai Nuansa

0
132

Adalah Vincent van Amsterdam, pemenang Dutch Classical Talent Award 2016, seorang seniman yang mempromosikan akordeon klasik. Ia menyelesaikan pendidikannya baik untuk tingkat bachelor maupun master dengan predikat cumlaude di Fontys Academy untuk Seni Rupa di Belanda. Selain itu ia merupakan pemenang pada berbagai kompetisi musik nasional dan internasional, termasuk Princes Christina Concours (Belanda, 2007), National Accordion Competition (Belanda, 2008 dan 2009), dan Dutch Conservatoire Competition (2014).

Ekspresi interpretasi Vincent van Amsterdam. Foto: Indra
Ekspresi interpretasi Vincent van Amsterdam. Foto: Indra

Kamis, 25 Mei 2017 Vincent berkesempatan menggelar konser di Tembi Rumah Budaya. Acara yang terselenggara atas kerja sama Erasmus Huis, Warta Jazz, Forum Musik Tembi dan Tembi Rumah Budaya ini seakan tak disia-siakan oleh para penonton. Selain berbagi pengalaman, Vincent berbagi ilmu akordeonnya. Benar saja, penonton dibuat takjub melihat skill dan interpretasinya yang mendalam.

Vincent mulai belajar akordeon pada ayahnya, pemain dan guru akordeon bernama Evert van Amsterdam. Pada saat mengikuti pendidikan bachelor, Vincent diajar oleh Ronald van Overbruggen dan Gerie Daanen. Selama mengikuti pendidikan master, ia belajar pada Profesor Stefan Hussong dan Profesor Wjatscheslaw Semionow. Dulu Vincent belajar pada pemain akordeon terkenal di berbagai tempat di dunia.

Berbagi cerita sebelum memainkan karya. Foto: Indra
Berbagi cerita sebelum memainkan karya. Foto: Indra

Malam itu Vincent memainkan beberapa repertoar era barok hingga modern, memainkan karya dari komponis-komponis besar seperti Bach, Scarlatti, Edward Grieg, Gubaidulina serta Kusjakow. Bukan itu saja, sederet karya kontemporer dari beberapa komposer Belanda seperti W Boogman dan B van Beurden turut ia mainkan. Dengan cara seperti ini para penonton menikmati alunan akordeon secara luas dan tak terpaut pada satu nuansa.

Pada tahun 2012, ia merilis “A Flight Beyond the Time”, di mana ia menampilkan komposisi tunggal dan musik kamar bersama Van Amsterdam Duo. Album berikutnya, “Classical Accordion” (2014) terdiri dari karya tunggal oleh sejumlah komposer seperti Sweelinck, Bach, Gubaidulina dan Tiensuu. Pada tahun 2016 Vincent merilis album dengan Van Amsterdam Duo, berjudul “Chanson Russe”, yang mencakup karya sejumlah komposer Rusia. Dan pada paruh kedua 2017, Vincent akan merilis album solo kedua dari program Dutch Classical Talent.

Pemberian kenang-kenangan dari Fombi mewakili Tembi Rumah Budaya. Foto: Indra
Pemberian kenang-kenangan dari Fombi mewakili Tembi Rumah Budaya. Foto: Indra

Di samping tampil solo, Vincent sering bermain dalam musik kamar. Yang paling dikenal adalah kontribusinya untuk Van Amsterdam Duo, yang ia bentuk bersama saudara perempuannya, Jeanine van Amsterdam (biola) sejak tahun 2004. Duo ini juga sering tampil sebagai pemenang pada kejuaraan nasional dan internasional. Di samping Van Amsterdam Duo, Vincent juga bergabung dalam sebuah trio dengan trombon dan penyanyi sopran dan mulai tahun 2017 ia bekerja sama dengan sebuah kwartet (gesek), Dudok Kwartet Amsterdam.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR