Jungschlager Pemimpin Organisasi Gelap Penentang RI

0
347

Jungschlager pemimpin gerakan bawah tanah Pada masa awal kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) banyak menghadapi kendala. Di antaranya berbagai pemberontakan dan tindakan-tindakan melawan hukum yang dilakukan baik oleh orang Indonesia sendiri maupun warga negara asing terutama Belanda. Dalam gerakan tersebut tentu saja ada tokoh-tokohnya. Salah satunya adalah Leon Nicolaas Hubert Jungschlager. Jungschlager yang lahir di Maastricht (Limburg), Nederland pada tanggal 30 Januari 1904 adalah seorang perwira Angkatan Laut Belanda. Ia ditahan polisi Republik Indonesia pada tanggal 30 Januari 1954, sebelum sempat melarikan diri kembali ke Belanda. Berita acara pemeriksaan dikirim dan diterima kejaksaan pada 24 Juni 1954. Karena perkaranya dianggap sangat penting, maka perkara ini dipegang dan ditangani sendiri oleh Jaksa Tinggi.

Jungschlager dengan perantaraan orang lain maupun dilakukan sendiri telah membagi-bagikan, mengirim dan membawa senjata-senjata berikut pelurunya, makanan, pakaian dan lain-lain kepada gerombolan bersenjata yang dipimpinnya sendiri. Gerombolan tersebut adalah Nederlandsch Indische Guerilla Organisatie (NIGO) yang salah satu markasnya di perkebunan karet Darmaga Bogor. Anggota NIGO antara lain berasal dari sisa-sisa APRA (Angkatan Perang Ratu Adil). Kelompok lain adalah Nederland Zal Herrijzen (NZH) yaitu himpunan bekas lurah atau kepala kampung di jaman pendudukan Belanda, yang mendukung pemerintahan federal bikinan van Mook. NZH ini berkesan seperti organisasi legal, padahal tujuannya sama dengan NIGO yaitu menentang pemerintahan Republik Indonesia.

Jungschlager pemimpin gerakan bawah tanah Jungschlager adalah salah satu orang penting di balik pemberontakan APRA. Selain itu, ia juga mengadakan hubungan dengan kelompok pemberontak Darul Islam/Tentara Indonesia Islam (DI/TII) dengan perantaraan bawahannya. Tujuannya adalah memberikan petunjuk-petunjuk atau instruksi yang berisi cara-cara menjalankan aksi, mengambil senjata berikut peluru, perbekalan dan lain-lain dari tempat penyimpanannya di Darmaga atau tempat lain. Dalam aksinya ia dibantu baik oleh orang Belanda sendiri maupun warga negara Indonesia. Hal ini terungkap dalam persidangan berdasarkan bukti-bukti yang ada dan keterangan para saksi.

Konten Terkait:  Kisah Suparto Brata Jatuh Bangun Bersama Sastrawan Jawa

Dalam persidangan tersebut terbukti bahwa Jungschlager melakukan tindakan pemberontakan, membantu musuh, menguasai, menerima dan mengirim senjata api berikut amunisinya, serta menjadi anggota organisasi gelap. Atas perbuatannya, jaksa penuntut umum R Soenario, menuntut Jungschlager dijatuhi hukuman mati. Tuntutan ini dibacakan pada persidangan 23 Februari 1956. Tetapi sebelum vonis dijatuhkan Jungschkager sudah lebih dahulu meninggal pada tanggal 19 April 1956 akibat stroke. Dengan sendirinya tuntutan terhadap dirinya menjadi gugur.

Jungschlager pemimpin gerakan bawah tanah Judul:
Proses Jungschlager
Penulis:
R. Soenarip
Penerbit:
Gunung Agung, 1956, Djakarta
Bahasa:
Indonesia
Jumlah halaman:
263

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here