Sangkuriang, Kolaborasi Apik Miss Tjitjih dan Maria Selena

0
446

Kelompok sandiwara Miss Tjitjih membawakan cerita rakyat Jawa Barat ‘Sangkuriang’ meski dibawakan dengan warna baru dibalut dengan komedi, kolaborasi Sanggar Miss Tjitjih dengan Putri Indonesia 2011, Maria Selena memberikan tontonan segar pada kepada para penikmat seni di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta.

Legenda Sangkuriang bercerita tentang terciptanya Gunung Tangkuban Parahu dan beberapa gunung di sekitar Bandung. Cerita ini mengisahkan Sangkuriang yang ingin menikahi Dewi Sumbi, ibunya sendiri. Bertempat di Auditorium Galeri Indonesia Kaya kisah Sangkuriang disuguhkan dengan sangat apik dan menghibur para penikmat seni pada Minggu, 28 Mei 2017.

Maria Selena Bersama Sangkuriang.
Maria Selena Bersama Sangkuriang.

Pertunjukan dibuka oleh Maria Selena sebagai Dayang Sumbi yang sedang duduk, di depannya tampak sebuah alat tenun, tak lama bagian dari alat tenunnya jatuh dan terlempar. Dayang Sumbi kemudian membuat pengumuman. “Kalau ada yang bisa membawa kembali alat tenunku, kalau dia perempuan akan kujadikan saudara, kalau dia laki-laki akan kujadikan suami,” katanya.

Bukan perempuan atau laki-laki yang muncul, malah datang seekor anjing lucu berwarna hitam yang diperankan Dadang Badut membawa alat tenun milik Dayang Sumbi. “Selena kemudian berkelakar, kenapa harus anjing yang membawakan alat tenunnya, padahal di sini banyak cowo,” ujarnya sambil menunjuk ke arah penonton.

Bisa dipastikan, selama 60 menit cerita rakyat ini penuh dengan gurauan dan humor yang diciptakan dengan spontan baik oleh Selena maupun grup sandiwara Miss Tjitjih. Meski baru pertama kali bermain teater, terbukti penyuka olahraga basket ini sangat mahir berakting di atas panggung teater. Dan meski baru beberapa kali latihan, Selena dengan cepat menguasai peran dan berkolaborasi dengan para pemain lain dari sanggar Miss Tjitjih.

SANGKURIANG - Miss Tjitjih dan Maria Selena
SANGKURIANG – Miss Tjitjih dan Maria Selena

Ditemui usai pertunjukan, Selena mengaku kesulitan menggunakan aksen bahasa Sunda, meski pernah kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), “intonasi dan tarikan aksen bahasa Sundanya susah, jadi aku harus belajar lagi, trus becandaannya harus improve,” papar gadis berdarah Palembang ini.

Maria Selena Sebagai Dayang Sumbi
Maria Selena Sebagai Dayang Sumbi

“Pertunjukan ini menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kembali kepada masyarakat Indonesia khususnya generasi muda bahwa dongeng legenda Indonesia tidak kalah menariknya dengan dongeng-dongeng dari Barat. Semoga penonton yang hadir dapat terinspirasi untuk mencari lebih tentang cerita-cerita rakyat dan asal-usul legenda tersebut,” ujar Maria Selena.

“Kolaborasi kami bersama Maria Selena kali ini membuahkan skenario yang berangkat dari cerita rakyat Jawa Barat yang telah dikenal, yaitu Sangkuriang, kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh para penikmat seni yang hadir di Galeri Indonesia Kaya, sore hari ini,” tutur Imas Darsih, sutradara kelompok sandiwara Sunda Miss Tjitjih.

Kelompok Sandiwara Miss Tjitjih adalah Sandiwara Sunda dengan nama seorang Diva Sandiwara Sunda pada tahun 1928 asal Sumedang, yaitu Miss Tjitjih. Pada tahun 1926 seorang gadis cantik bernama Nyi Tjitjih yang biasa bermain sandiwara berbahasa Sunda ditemukan oleh Aboebakar Bafaqih, seorang Arab-Indonesia kelahiran Bangil (Jawa Timur) pemilik Sandiwara Keliling atau Komedie Stamboel (1891 – 1903) yang sedang mengadakan pertunjukan keliling di Jawa Barat. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here