Karya Maestro Affandi Saat Revolusi Kemerdekaan

0
1321
Replika lukisan Affandi tahun 1945 untuk poster saat revolusi kemerdekaan. Foto: Suwandi
Replika lukisan Affandi tahun 1945 untuk poster saat revolusi kemerdekaan. Foto: Suwandi

Jiwa nasionalisme pelukis juga tumbuh seperti pejuang-pejuang lain di medan laga saat Indonesia diserang kembali oleh Belanda usai Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945. Hanya saja, sebagai pelukis, Affandi mengangkat senjata bukan dengan bedil atau senapan tetapi menggunakan kuas dan kanvas. Ketika revolusi itulah, pelukis Affandi membuat poster atau lukisan yang berfungsi untuk menggugah semangat pemuda Indonesia untuk terus berjuang mempertahankan kemerdekaan.

Setidaknya ada dua lukisan Affandi yang berkaitan dengan masa revolusi fisik setelah kemerdekaan. Kedua lukisan itu tersimpan di Museum Affandi Yogyakarta yang terletak di Jalan Laksda Adisucipto 167 Yogyakarta. Lukisan-lukisan Affandi yang dihasilkan semasa revolusi fisik itu berjudul “Bung, Ayo Bung” dan “A Captured Spy”.

Penghargaan atas lukisan Affandi berjudul Bung, Ayo Bung dari Yayasan The Sukarno Center Bali tahun 2015. Foto: Suwandi
Penghargaan atas lukisan Affandi berjudul Bung, Ayo Bung dari Yayasan The Sukarno Center Bali tahun 2015. Foto: Suwandi

Lukisan “Bung, Ayo Bung” yang tersimpan di Museum Affandi Yogyakarta merupakan koleksi replika. Lukisan asli tersimpan di Balai Seni Rupa Jakarta. Lukisan ini dibuat Affandi tahun 1945 atas perintah Soekarno lewat pelukis Sudjojono. Sementara judul lukisan untuk poster itu terinspirasi dari gagasan sastrawan terkenal Chairil Anwar. Lukisan Affandi itu menggambarkan seorang pemuda dengan lengan berotot dilengkapi dengan rantai terputus di tangannya yang melambangkan kebebasan. Lukisan untuk poster itu sangat terkenal saat revolusi fisik hingga sekarang. Bahkan lukisan ini sudah mendapat penghargaan dari Yayasan The Sukarno Center Bali tahun 2015 yang pembinanya diketuai oleh Sukmawati Soekarno.

Lukisan Affandi tahun 1947 yang menggarmbarkan penangkapan mata-mata di masa agresi militer pertama. Foto: Suwandi
Lukisan Affandi tahun 1947 yang menggarmbarkan penangkapan mata-mata di masa agresi militer pertama. Foto: Suwandi

Sementara itu lukisan berjudul “A Captured Spy (Seorang Mata-mata Ditangkap)” menggambarkan seorang mata-mata pribumi yang tertangkap dan dihajar oleh pejuang Indonesia. Peristiwa yang disaksikan Affandi itu kemudian divisualkan lewat lukisan. Sebenarnya Affandi saat melukis lukisan ini hatinya campur aduk atau geram dan kasihan. Begitu ungkap Hudan pemandu Museum Affandi Yogyakarta. Di satu sisi Affandi kasihan kepada mata-mata tersebut, itu dilakukan karena semata-mata urusan perut atau kebutuhan makan dirinya dan keluarga.

Suasana kunjungan di Museum Affandi Yogyakarta. Foto: Suwandi
Suasana kunjungan di Museum Affandi Yogyakarta. Foto: Suwandi

Pada lukisan itu, mata si mata-mata terlihat kebiru-biruan karena habis dihajar oleh pejuang Indonesia yang menangkapnya. Lukisan ini dibuat tahun 1947 ketika terjadi Agresi Militer I. Kedua lukisan itu belum beraliran ekspresionis, karena Affandi mulai melukis beraliran ekspresionis sejak tahun 1952 atau 16 tahun kemudian setelah lukisan pertama tahun 1936. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here