Gedung Museum Bank Indonesia (BI) Surabaya yang Begitu Unik

0
301

Museum bukan hanya sebatas pada koleksi, tetapi juga termasuk gedungnya. Gedung yang digunakan untuk museum akan semakin bernilai tinggi apabila semakin tua, terawat, dan sudah menjadi benda cagar budaya. Salah satu museum di Jawa Timur yang gedungnya unik adalah Museum Bank Indonesia (BI) Surabaya.

Koleksi numismatika Museum BI Surabaya yang tersimpan di ruangan lama. Foto: Suwandi
Koleksi numismatika Museum BI Surabaya yang tersimpan di ruangan lama. Foto: Suwandi

Museum ini terletak di kompleks bangunan-bangunan tua peninggalan pemerintahan Hindia Belanda, termasuk dekat dengan Kantor Pos Surabaya. Museum BI Surabaya menempati gedung tua yang dulu pernah digunakan oleh Bank Indonesia Surabaya sebelum berpindah ke gedung yang baru. Nama Bank Indonesia di masa pemerintahan Hindia Belanda adalah De Javasche Bank.

Museum BI Surabaya di halaman depan tertera tulisan De Javasche Bank. Foto: Risky
Museum BI Surabaya di halaman depan tertera tulisan De Javasche Bank. Foto: Risky

Museum BI Surabaya menempati lantai bawah tanah atau ground. Museum ini terletak di Jalan Garuda 1 Surabaya. Namun pintu masuk berada di Jalan Kasuari. Di jalan itu tidak tertera Museum BI Surabaya, melainkan tertera De Javansche Bank. Gedung Museum BI Surabaya sudah ditetapkan menjadi Benda Cagar Budaya (BCB) sejak tahun 1996.

Pintu besi bermagnet setebal 30 cm lebih dii ruangan bekas menyimpan harta benda De Javasche Bank Surabaya. Foto: Suwandi
Pintu besi bermagnet setebal 30 cm lebih dii ruangan bekas menyimpan harta benda De Javasche Bank Surabaya. Foto: Suwandi

Banyak koleksi unik yang terdapat di Museum BI Surabaya, di antaranya adalah foto arsitek yang membuat bangunan ini, uang-uang yang pernah diterbitkan Bank Indonesia, peralatan yang digunakan dalam perbankan tempo dulu, foto gedung-gedung De Javasche Bank di Nusantara, sejarah uang dari masa ke masa, mesin kliring sebelum ada sistem online, koleksi hasil konservasi, mesin hitung sortir dan perusak uang kertas, maupun koleksi lainnya. Selain itu, gedung Museum BI Surabaya ternyata juga tidak kalah unik.

Namun, pengunjung tidak akan pernah tahu keunikan gedung ini jika tidak memperoleh informasi lengkap dari pemandunya, yaitu dari Bambang Suhasnowo dan Risky Jayanto. Dari keduanya inilah, kemudian terungkap keunikan gedung BI Surabaya, di antaranya adalah AC alami, CCTV zaman kuno, dan model pintu pengaman ruang simpan harta benda.
Seperti museum-museum lainnya, Museum BI Surabaya dipenuhi dengan koleksi yang berkaitan dengan sejarah berdirinya De Javasche Bank. Namun di sela-sela itu, pengunjung juga akan menjumpai beberapa ruangan unik di tempat ini. Seperti ruang yang sekarang digunakan untuk menyimpan koleksi sejarah uang dan numismatika.

Koleksi brankas dan CCTV kuno tampak depan di museum Bank Indonesia Surabaya. Foto: Suwandi
Koleksi brankas dan CCTV kuno tampak depan di museum Bank Indonesia Surabaya. Foto: Suwandi

Pada awal berdiri, ruangan ini digunakan untuk menyimpan harta benda bank yang berupa uang. Ruangan ini dilengkapi dengan pintu besi setebal hampir 30 centimeter. Pintu itu dilengkapi dengan pantek besi dan putaran roda sekaligus kunci dengan kode sandi. Selain itu, ruangan dikelilingi dengan parit kecil yang ditutup dengan lempengan besi. Parit kecil itu mengitari ruangan penyimpanan uang, fungsinya sebagai alat pendingin (AC) alami. Tentu air dalam parit itu mengalir dan digerakkan pompa yang berada di lantai 3. Dengan demikian ruangan penyimpanan uang akan selalu dalam kondisi sejuk seperti di Eropa.

Masih dalam ruangan yang sama, di pojok-pojok sudut luar dipasang CCTV model jaman dulu. Bentuknya kaca datar yang dipasang di sudut-sudut itu. Sehingga pemantau keamanan bank tidak usah mengitari lorong ruangan tetapi cukup memantau dari depan dan melihat bayangan lewat kaca-kaca sudut tersebut. Fungsi CCTV tradisional ini untuk memantau di lorong bagian belakang yang terdapat brankas milik De Javasche Bank.

Replika emas batangan seberat 13,5 kg koleksi Museum BI Surabaya. Foto: Suwandi
Replika emas batangan seberat 13,5 kg koleksi Museum BI Surabaya. Foto: Suwandi

Sementara ruangan lainnya yang berfungsi untuk menyimpan harta benda lain, seperti emas batangan, permata, dan lainnya, juga dilengkapi dengan pintu besi. Tetapi pintu besi yang ini dilengkapi dengan magnet di dalam lapis pintu besi tersebut. Jika medan magnet secara tiba-tiba bermasalah, maka pintu tidak akan bisa dibuka. Maka di dinding sebelahnya dipasang pintu darurat. Itulah beberapa keunikan gedung Museum BI Surabaya yang bisa dilihat pengunjung. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR