Fotografi 2 Kota Karya Mahasiswa 2 Kampus

0
338

Jurnalistik Fotografi Club (JUFOC) Universitas Muhammadiyah Malang dan Fotografi Komunikasi (FOTKOM) 401 Universitas Pembangunan Nasional Yogyakarta adalah organisasi mahasiswa untuk mewadahi minat pada bidang fotografi. Kedua organisasi fotografi mahasiswa dari dua perguruan tinggi berbeda ini berkolaborasi mengadakan pameran fotografi dengan tema “Kota dan Ingatan.”

Komunitas Nalitari Kebebasan dan Kesetaraan, karya Dilma Setyarini (FOTKOM 401). Foto: A.Sartono
Komunitas Nalitari Kebebasan dan Kesetaraan, karya Dilma Setyarini (FOTKOM 401). Foto: A.Sartono

Pameran yang diselenggarakan di Jogja Gallery pada 1-4 April 2017 ini menjadi ajang penceritaan, ajang penyampaian pengalaman tentang peristiwa, suasana, situasi, fenomena di kota masing-masing organisasi ini berada (Yogyakarta dan Malang). Selain itu juga menjadi tanda telisik ingatan kepada apresian bahwa JUFOC menjadi inspirasi terbentuknya FOTKOM pada tanggal 4 April 2001.

Yogyakarta dan Malang adalah wilayah perkotaan (urban) yang sama-sama menjadi tujuan ribuan mahasiswa untuk belajar membentuk jati diri. Hal tersebut menjadi peluang bagi masuknya budaya-budaya baru, pengaruh-pengaruh baru. Pada sisi lain apa yang disebut kota semacam itu menjadi tempat perkembangan kehidupan sosio kultural dengan segala aspeknya yang luas.

Jejak Budaya Cina Di Kota Lama Malang, karya Yanuar Irianto. Foto: A. Sartono
Jejak Budaya Cina Di Kota Lama Malang, karya Yanuar Irianto. Foto: A. Sartono

Ada banyak karya yang menyisir sudut-sudut kota. Misalnya Panggung Raminten Cabaret Show yang melibatkan artis transgender. Ada pula tangkapan jepretan kamera tentang Garebeg Besar yang selalu diserbu ribuan pengunjung. Fenomena sungai di tengah kota yang sekali pun sarat limbah menjadi tempat bermain juga karena ruang terbuka untuk publik semakin sempit dan sesak. Pembangunan kota atau revitalisasi sudut-sudut atau ruas dan ruang tertentu di kota juga tidak luput dari perhatian para fotografer. Hal ini menjadi peyampai warta visual tentang dinamika pembangunan kota. Persoalan kota yang setiap saat menghasilkan sampah juga tidak luput dari perhatian para fotografer.

Peradaban Sungai Di Tengah Kota karya Herlambang Jati Kusumo (FOTKOM 401). Foto: A. Sartono
Peradaban Sungai Di Tengah Kota karya Herlambang Jati Kusumo (FOTKOM 401). Foto: A. Sartono
Varian Kos Jogja, karya Semilir Kidung (FOTKOM 401). Foto: A. Sartono
Varian Kos Jogja, karya Semilir Kidung (FOTKOM 401). Foto: A. Sartono

Coretan atau vandalisme di kota turut menjadi objek bidik para mahasiswa fotografer ini. Kemiskinan di tengah kota yang sering dipandang sebagai ironi juga menjadi bagian yang turut menjadi titik fokus fotografer. Kos-kosan, perantau, orang-orang berkebutuhan khusus, wisata, kuliner, dan segala macam fenomena kehidupan adalah “isi” yang selalu hadir di sebuah kota. Semuanya itu seperti memberikan cermin pada kita semua, inilah wajah luka kita yang sesungguhnya yang sering tidak mampu kita sembuhkan dan hanya kita sembunyikan dengan bungkus perban, bedak, cat, semir, gincu, dan sebagainya tanpa pernah menyentuh substansinya.

Karya-karya yang ditampilkan merupakan parade kisah visual yang mengungkapkan pembelajaran fotografi serta ungkapan perasaan atas pengamatan, pengalaman setiap anggota pada situasi, peristiwa, fenomena yang ditemukan. Dari karya-karya yang disuguhkan ini diharapkan ada respon bagi perubahan menuju arah yang lebih baik. Selain itu pameran bersama ini diharapkan mampu menjadi wahana untuk mempererat tali silaturahmi antara dua perguruan tinggi melalui fotografi. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here