Pengurus Pepadi Bantul 2017 – 2022 Siap Lestarikan Wayang

0
665

Pelantikan dan pengukuhan pengurus Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Bantul masa bakti 2017-2022 dilaksanakan di Pendapa Yudhanegaran Tembi Rumah Budaya pada Jumat malam, 24 Maret 2017. Pelantikan dan pengukuhan ini dimeriahkan dengan pertunjukan wayang-ketoprak yang melibatkan semua dalang, dua dalang cilik, dan unsur pemerintah Kabupaten Bantul. Ada pun lakon ketoprak-wayang tersebut adalah Ampak-ampak Pringgaloka (Raden Guritno Winisuda). Pelantikan dan pengukuhan pengurus tersebut diresmikan oleh Ketua Pepadi DIY, Ki Edi Suwondo.

Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Sunarto (kiri) menyerahkan tokoh wayang Gatotkaca kepada Ketua Pepadi Bantul, Ki Sujanto. Foto: A. Sartono
Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Sunarto (kiri) menyerahkan tokoh wayang Gatotkaca kepada Ketua Pepadi Bantul, Ki Sujanto. Foto: A. Sartono

Formasi pengurus baru Pepadi Bantul adalah sebagai berikut, Pelindung adalah Drs. H. Suharsono (Bupati Bantul) dan Sunarto SH MM (Kepala Dinas Kebudayaan Bantul), Penasihat I Ki Udreka Hadi Swasono SSn MSn, Penasihat II Mas Wedono Cermo Sutejo, Ketua Umum Ki Sujanto SSn, Ketua I Drs Petrus Agus Herjaka, Ketua II Ki Sri Mulyono SSn, Sekretaris I Ki Nugroho Hardi Seputro SPd, Sekretaris II Ki Tri Nurwanto SSn, Bendahara I Ki Bambang Sareh Atmojo, Bendahara II Ki Joko Tantoro, Humas I-VI adalah Ki Cermo Broto, Ki Wardoyo, Ki Rajio Ssos, Ki Agus Santoso, Ki Soponyono, Ki Somulyo, Seksi Pertunjukan adalah Ki Catur Benyek Kuncoro dan Ki Dandun Hadi Witono.

Sunarto SH MM selaku pelindung II bagi Pepadi Bantul menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus baru Pepadi Bantul periode 2017-2022. Ia berharap dengan adanya pengurus baru kesenian wayang semakin berkembang, lestari, dan semakin diapresiasi oleh masyarakat luas.

Pentas wayang dan ketoprak dalam satu panggung dalam pelantikan dan pengurus Pepadi Bantul masa bakti 2017-2022. Foto: A. Sartono
Pentas wayang dan ketoprak dalam satu panggung dalam pelantikan dan pengurus Pepadi Bantul masa bakti 2017-2022. Foto: A. Sartono

Ki Udreka selaku penasihat I dalam sambutannya juga menyampaikan harapan agar dengan adanya pengurus baru Pepadi Bantul semakin maju, kreatif, inovatif, dan terus melesatarikan kesenian wayang kulit, yakni kesenian adiluhung yang telah diakui oleh dunia. Kiranya para pengurus bahu-membahu, tidak saling mencela sehingga Pepadi Bantul semakin rukun, kompak, dan maju bersama.

Pelantikan pengurus Pepadi Bantul 2017 ini dimeriahkan dengan pertunjukan ketoprak wayang yang diawali dengan adegan jejeran di Keraton Pringgaloka dimana keraton kosong kekuasaan setelah Prabu Trembopati meninggal. Orang yang berhak menggantikan tahta adalah Dewi Rimbiwati, tetapi Raden Pramusti membujuk saudara-saudaranya yang lain yakni Raden Wikalpo, dan Raden Surodento untuk menduduki tahta Pringgaloka. Namun Raden Bendono menentang hal itu dan kemudian melaporkannya kepada Rimbiwati. Pengadeganan ini diperkuat dan dijelaskan dengan penampilan dua dalang cilik yakni Jalu dan Branjang Pamadi.

Adegan di Keraton Pringgaloka. Foto: A. Sartono
Adegan di Keraton Pringgaloka. Foto: A. Sartono

Laporan dari Raden Bendono membuat Dewi Rimbiwati marah dan hendak melabrak Raden Pramusti dan adik-adiknya. Rimbiwati diikuti Raden Jayadilaga, Tripala, dan Palasekti menuju Pringgaloka. Di tengah Hutan Tibramaya rombongan Rimbiwati dicegat begal yang dikepalai Sura Dahana. Sura Dahana jatuh cinta pada Rimbiwati dan hendak memaksakan kehendaknya namun dibela oleh Jayadilaga sehingga terjadi perang. Para begal kalah dan bertobat.

Di Pringgaloka Raden Pramukti dan adik-adiknya memaksa untuk menguasai Pringgaloka yang ditentang oleh Dewi Rimbiwati. Rimbiwati hendak dibunuh oleh Pramukti namun tiba-tiba Raden Guritno datang dan membela ibunya. Pramukti dan adik-adiknya dapat dikalahkan oleh Guritno. Akhirnya Guritno siap mewarisi tahta Pringgoloka. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here