Keseimbangan dalam Mengajar dan Berkarya ala Devie Liana

0
94

Ada waktunya mengajar dan ada waktunya berkarya, sebagai keseimbangan diri dalam melatih, mempertahankan dan mengembangkan teknik yang dimiliki“, kata Devie Liana kepada Tembi, beberapa waktu lalu di Bentara Budaya Jakarta. Kalimat tersebut merupakan aktualisasinya sebagai pendidik vokal. Devie Liana, adalah seorang Soprano Indonesia (sebutan untuk penyanyi sopran klasik), lulusan Institut Seni Indonesia (ISI), Yogyakarta yang aktif sebagai pelatih dan solis vokal di berbagai paduan suara di Indonesia.

Ary Sutedja (Pianis)-Kiri, Devie Liana (Soprano) -Tengah, Dwipa Hanggana Pratala (Cellist)-Kanan, pada Resital Vokal Romance#2 di Bentara Budaya Jakarta.
Ary Sutedja (Pianis)-Kiri, Devie Liana (Soprano) -Tengah, Dwipa Hanggana Pratala (Cellist)-Kanan, pada Resital Vokal Romance#2 di Bentara Budaya Jakarta.

Devie telah membuktikan keseriusannya sebagai pendidik yang tetap aktif berkarya. Ia melakukan resital (pertunjukan musik klasik vokal atau instrumen, untuk menunjukkan kemampuan seseorang kepada publik)-nya yang ke-2 di Bentara Budaya Jakarta, awal Maret lalu, bertajuk Romance#2, dengan menggaet pianis senior Ary Sutedja dan berkolaborasi dengan teman-teman musisinya. Sebelumnya, ia melakukan resital pertamanya di Yogyakarta tahun 2010.

Ia mengatakan, meski disibukan dengan berbagai kegiatan mengajar, ia tetap harus mengasah kemampuannya, walaupun ada pengorbanan secara waktu dan materi yang harus ia siapkan. Ia berharap kegiatannya dapat menginspirasi audien serta murid-murid dan teman-teman gurunya agar terdorong untuk terus berkarya, dan mengadakan resitalnya sendiri.

Devie Liana
Devie Liana

Devie bercerita, begitu sibuknya menyiapkan resital tersebut di tengah padatnya jadwal mengajar di berbagai tempat di Jakarta; ia harus menyiapkan waktu dan tenaga ekstra. Seperti jarak perjalanan yang ia tempuh memang terbilang cukup jauh demi latihan di Pamulang Barat bersama Ary Sutedja, dari rumahnya yang terletak di Jakarta Barat, dengan menggunakan sepeda motor. Tetapi Ia mengaku, sangat menikmati proses dan pilihan yang ia jalani. “Gue benar-benar menikmati dan happy melakukan ini semua”, kata Devie sambil tertawa.

Devie Liana belajar vokal pertama kali dengan Delima Simamora pada usia 9 tahun, kemudian bergabung dengan Angelicus Indonesia Choir. Setelah lulus SMA tahun 2003, keseriusan Devie di bidang musik, membawanya melanjutkan studi di ANIMA Musik Yogyakarta dan tahun 2004 melanjutkan studi ke perguruan tinggi di Institut Seni Yogyakarta mengambil jurusan musik, minat utama musik pendidikan dengan mayor vokal di bawah bimbingan Linda Sitinjak.

Ary Sutedja (Pianis)-Kiri, Devie Liana (Soprano) -Kanan, pada Resital Vokal Romance#2 di Bentara Budaya Jakarta.
Ary Sutedja (Pianis)-Kiri, Devie Liana (Soprano) -Kanan, pada Resital Vokal Romance#2 di Bentara Budaya Jakarta.

Pengalamannya di dunia vokal dan soprano membawanya malang melintang sebagai solis di berbagai pertunjukan musik, diantaranya: Solis Angelicus Choir dalam acara World Choir Xiamen China di Xiamen, China (2006);  Solis soprano di Yogyakarta Contemporary Musik Festival (2008); Solis Soprano Paduan Suara Yogyakarta pada Pesparawi Tingkat Nasional di Kalimantan Timur (2009); Solis Soprano bersama Cherubim Music Orchestra (2013). Selain itu, ia juga aktif sebagai juri di berbagai kompetisi vokal tingkat daerah, seperti Pesparawi Tingkat Daerah di Berau, Kalimantan Timur (2009). Salah satu dari berbagai prestasinya dalam mengajar, ia berhasil membawa Six Chamber Choir (Paduan Suara Remaja Penabur 6) ke ajang Festival Paduan Suara se-Nasional dengan meraih Silver pada tahun 2015. Ia pun aktif diberbagai kegiatan musik di Indonesia, salah satunya ia aktif bergabung dengan yayasan JAK-ART dalam rangka “Memeluk Indonesia” bersama pianist Ary Sutedja sejak 2015.

Mimpi dari wanita kelahiran Jakarta 10 Juni 1985 ini, ia ingin musik vokal klasik bisa lebih berkembang dan lebih mendapat apresiasi dari masyarakat Indonesia. Maka ia, akan mengusahakannya dengan terus berkarya selama masih bisa berkarya. Kedepannya, ia akan melakukan rekaman dan turut menyebarkan musik vokal klasik di berbagai kalangan dan media. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR