Mengenal Aneka Dramatari di Indonesia

0
4707

Dramatari adalah sebuah tari yang dalam penyajiannya menggunakan plot atau alur cerita, tema, dan dilakukan dengan cara kelompok. Indonesia adalah negara yang kaya dengan berbagai jenis dramatari. Kebanyakan wilayah yang memiliki kekayaan dramatari adalah wilayah yang dalam sejarahnya pernah mendapat pengaruh cukup besar dari kebudayaan India.

Dalam kehidupan masyarakat tersebut wiracarita Mahabarata dan Ramayana dari India sangat mendarah daging. Bahkan nama-nama tokoh dalam cerita tersebut sampai dipakai untuk memberi nama anak. Daerah-daerah tersebut adalah Bali, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan Yogyakarta.

Dalam dramatari tersebut ada yang pemerannya mengenakan topeng dan dialognya disampaikan sendiri. Misalnya wayang wong Bali dan wayang topeng Jawa. Ada pula yang bertopeng dan dialognya disampaikan oleh seorang dalang. Misalnya topeng dalang Cirebon, wayang topeng Malang dan topeng dalang Madura. Selain itu ada yang tidak memakai topeng dan semua pemeran menyampaikan sendiri dialognya. Misalnya gambuh Bali, parwa Bali, wayang wong Jawa dan wayang wong Priangan.

Di beberapa wilayah bahkan ada dramatari yang dialognya disampaikan sendiri oleh pemerannya dengan nyanyian. Misalnya arja Bali, langendriya Jawa gaya Yogyakarta, langendriyan Jawa Mangkunegaran, dan langen mandra wanara Jawa gaya Yogyakarta.

Sesuai perkembangan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan, terutama kebutuhan pariwisata dikemas dramatari tanpa dialog verbal. Dramatari ini kemudian lazim disebut sendratari, misal sendratari Ramayana yang terdapat di Jawa dan Bali.

Istilah sendratari sebenarnya secara harafiah merupakan kependekan dari seni, drama dan tari, tetapi dalam penggunaannya di dunia tari selalu disematkan bagi dramatari tanpa dialog. Karena konsumen utama adalah wisatawan Barat dramatari ini dikenalkan sebagai ballet. Misal Ramayana Ballet yang dipentaskan di panggung terbuka Prambanan Yogyakarta. Seniman di Bali tidak ketinggalan, mengemas sendratari dengan cerita lain misal Barong Nandini yang ditampilkan di Puri Agung Peliatan dan Sendratari Godogan (Frog Dance) karya I Made Jimat.

Dalam membahas tentang dramatari di Indonesia, penulis buku ini membagi menjadi empat bab. Pertama, jenis-jenis dramatari bertopeng baik yang berkembang di Bali, Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura maupun Jawa Barat. Kedua, dramatari tanpa topeng dan berdialog dengan prosa liris, yang berkembang di Bali, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Ketiga dramatari opera yang terdapat di Bali dan Jawa Tengah. Keempat, dramatari tanpa dialog verbal yang lazim disebut sendratari yang berkembang di Bali, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Pembagian ini sebenarnya untuk lebih memudahkan dalam pembahasan dan tidak berlaku mutlak. Misalnya ada yang digolongkan dramatari tanpa topeng dan berdialog dengan prosa liris, dalam kenyataan ada tokoh yang dalam mengungkapkan dialog dipadu dengan nyanyian atau tembang. Contoh lain adalah dramatari yang secara umum tidak memakai topeng, tetapi dalam peran-peran tertentu memakai topeng misal peran burung Garuda atau kera.

Keempat, kategori tersebut dibahas secara lengkap dan urut mulai nama dramatari, daerah asal, sejarah, tata rias dan busana, perwatakan, fungsinya dalam masyarakat, iringan yang digunakan serta perkembangannya sampai saat ini. Dramatari yang biasa digelar atau dipertunjukan selain mengambil cerita dari Mahabarata dan Ramayana biasanya juga mengambil dari cerita Panji dan Menak.

  • Dramatari di Indonesia 2Judul:
    Dramatari di Indonesia, Kontinuitas dan Perubahan
  • Penulis:
    R.M. Soedarsono, Tati Narawati
  • Penerbit:
    Gadjah Mada University Press, 2011, Yogyakarta
  • Bahasa:
    Indonesia
  • Jumlah halaman:
    xxxii + 361

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here