Berbagai Peristiwa Di Surakarta Tahun 1945 – 1953

0
523
Peristiwa di Surakarta 1945 - 1953.
Peristiwa di Surakarta 1945 – 1953.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, pemerintah pusat Jakarta segera membentuk berbagai badan dan lembaga negara. Tujuannya adalah untuk memermudah koordinasi dan menjalankan tugas pemerintahan. Misalnya pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat. Langkah ini kemudian diikuti oleh pemerintah daerah, termasuk Surakarta, yang membentuk Komite Nasional Indonesia Daerah Surakarta.

KNI Daerah Surakarta bertugas melucuti tentara Jepang dan memindah kekuasaan dari Jepang ke tangan KNI Daerah Surakarta. Pada tanggal 1 Oktober 1945 dibentuk Kantor Pusat Pemerintahan Republik Indonesia (KPPRI). Karena dirasa kurang tepat kemudian diganti menjadi Kantor Daerah Pemerintahan Republik Indonesia (KDPRI). Melalui kantor inilah kendali pemerintahan di daerah Surakarta dijalankan. Dalam situasi yang belum stabil (antara lain disebabkan perang mempertahankan kemerdekaan, pemberontakan, kriminalitas) mereka membangun daerah Surakarta, dengan dukungan dan peran serta dari rakyat.

Peristiwa di Surakarta 1945 - 1953.
Peristiwa di Surakarta 1945 – 1953.

Salah satu peristiwa besar dan juga tragis bagi Surakarta adalah Pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) pimpinan Muso pada tahun 1948. Walaupun pusat pemberontakan di Madiun, daerah Surakarta terkena akibat cukup besar dengan korban harta maupun nyawa. Baru saja pemberontakan dapat ditumpas, menyusul kedatangan Belanda yang menduduki Surakarta.

Peristiwa di Surakarta 1945 - 1953.
Peristiwa di Surakarta 1945 – 1953.

Pada tanggal 13 Januari 1949, Wali Kota Syamsurijal dan tokoh-tokoh republik lain telah mendekam dalam penjara. Rakyat Surakarta mengadakan perlawanan hebat dengan siasat bumi hangus. Seperti di daerah Jawa yang lain, untuk mempermudah koordinasi dan perjuangan, di Surakarta juga berlaku Pemerintahan Militer.

Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag Belanda tahun 1949 mengakhiri konflik antara Indonesia dan Belanda. Belanda akhirnya mengakui kemerdekaan Indonesia, dalam bentuk pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS). Dengan demikian Pemerintahan Militer di Jawa tidak diperlukan lagi sehingga dibubarkan, pada tanggal 1 Mei 1950. Dengan demikian pemerintahan dikembalikan lagi ke Pemerintahan Sipil. Semenjak itu pula Dewan Perwakilan Rakyat Sementara Daerah Surakarta mulai bekerja seperti sedia kala.

Buku ini membicarakan tentang Surakarta pada tahun 1945 – 1953. Yang dibicarakan antara lain pembentukan Balai Kota Surakarta, Surakarta semasa pendudukan Belanda, perkembangan DPR Surakarta, berbagai jawatan yang ada beserta kegiatan-kegiatannya, seperti jawatan sosial, pamong praja, keuangan dan urusan agama.

  • Judul:
    Kenang-kenangan Besar Kota Surakarta
  • Penulis:
    Soetono, dkk
  • Penerbit:
    Djawatan Penerangan Kota Besar Surakarta, 1953, Surakarta
  • Bahasa:
    Indonesia
  • Jumlah halaman:
    iii + 103

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here