Pameran Motif Batik Khas Pakualaman di Istana Pakualaman

0
538

Salah satu rangkaian acara untuk memeriahkan peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman (berdirinya Kadipaten Pakualaman) yang ke-211 (penanggalan Jawa) atau ke-215 menurut penanggalan Masehi, adalah pameran batik langka koleksi Kadipaten Pakualaman. Pameran batik khas Pakualaman ini dilaksanakan bersamaan dengan pameran lukisan anak-anak mulai dari SD-SMA pada 9-11 Maret 2017.

Motif batik Asthabrata Pura Pakualaman. Foto: A. Sartono
Motif batik Asthabrata Pura Pakualaman. Foto: A. Sartono

Batik-batik khas koleksi Pakualaman yang dipamerkan ini merupakan ciptaan Gusti Kanjeng Bendara Ratu Ayu Adipati Paku Alam X. Penciptaan motif batik tersebut terinspirasi dari ajaran Asthabrata yang terdapat dalam kitab-kitab kuna yang ada di Pakualaman. Asthabrata pada intinya mengajarkan delapan sifat kepemimpinan dengan mengacu pada delapan dewa penjaga alam raya, yaitu Batara Indra, Batara Yama, Batara Surya, Batara Candra, Batara Bayu, Batara Wisnu, Batara Brama, dan Batara Baruna.

Motif batik Brama Sembada Pura Pakualaman. Foto: A. Sartono
Motif batik Brama Sembada Pura Pakualaman. Foto: A. Sartono

Motif batik yang mengacu pada perwatakan Batara Indra disebut dengan motif Indra Widigda, motif yang mengacu perwatakan Batara Yama disebut motif Yama Linapsuh, motif yang mengacu pada perwatakan Batara Surya disebut dengan nama motif Surya Mulyarja, motif yang mengacu perwatakan Batara Candra disebut dengan nama Candra Kinasih, motif yang mengacu pada perwatakan Batara Bayu disebut motif Bayu Krastala, motif yang mengacu pada perwatakan Batara Wisnu disebut Wisnu Mamuja, motif yang mengacu pada perwatakan Batara Brama disebut motif Brama Sembada, dan motif yang mengacu pada perwatakan Batara Baruna disebut dengan nama motif Baruna Wicakswa.

Motif batik Wisnu Mamuja Pura Pakualaman. Foto: A. Sartono
Motif batik Wisnu Mamuja Pura Pakualaman. Foto: A. Sartono

Selain motif-motif batik tersebut, Pura Pakualaman juga mengembangkan motif-motif batik lain. Di antaranya adalah motif batik yang mengambil inspirasi dari aneka tanaman yang terdapat di lingkungan Pura Pakualaman. Juga motif-motif yang mengacu pada pola hias dari penanda perpindahan bait/jenis dalam tembang Jawa, seperti dhandhanggula ke sinom, dan seterusnya. Pola hias sebagai penanda perpindahan jenis tembang satu ke tembang lain ini disebut pepadan.

R Ayu Prasetyani kerabat Pakualaman yang menjadi salah satu panitia Hadeging Pakualaman. Foto: A. Sartono
R Ayu Prasetyani kerabat Pakualaman yang menjadi salah satu panitia Hadeging Pakualaman. Foto: A. Sartono

Selain unik dan langka motif-motif batik yang diciptakan oleh Pakualaman ini terkenal demikian merenik, njlimet, dan pengerjaannya sangat tidak mudah. Untuk menyelesaikan satu lembar kain batik dengan motif di atas bisa membutuhkan waktu sekitar enam bulan. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here