Jogja Festivals, Sinergi Semua Festival Kreatif Yogyakarta

0
550

Sebanyak 15 festival seni budaya tingkat nasional dan internasional di Yogyakarta bersinergi serta menyatukan visi untuk membawa Yogyakarta menjadi kota festival dunia. “Platform ini bertujuan untuk mengembangkan potensi festival yang ada di Yogyakarta sehingga nantinya kota ini sejajar dengan kota-kota festival lainnya seperti Edinbrugh, Venice, Avignon, Istanbul maupun Berlin,” terang Heri Pemad dalam sambutannya selaku Direktur Jogja Festivals.

15 pegiat sekaligus pendiri Jogja Festivals foto bersama perwakilan pemerintahan. Foto: Indra
15 pegiat sekaligus pendiri Jogja Festivals foto bersama perwakilan pemerintahan. Foto: Indra

Dalam momen peresmian Jogja Festivals yang diselenggarakan di Hotel GAIA Cosmo, Kamis, 9 Maret 2017, turut hadir para pegiat ke-15 festival terdepan di Yogyakarta yang sekaligus pendiri Jogja Festivals. Adalah ARTJOG, Asia Tri Festival, Bedog Art Festival, Biennale Yogyakarta, Cellsbuton Yogyakarta New Media Art Fest, Festival Film Dokumenter, Festival Musik Tembi, Jogja Blues Explosion, Jogja Festival Layang-Layang Nasional, Jogja NATPAC Asia Film Festival, KUSTOMFEST, Ngayogjazz, Pesta Boneka, Yogyakarta Contemporary Music Festival serta Yogyakarta Gamelan Festival.

Selain potensi festival, platform ini sekaligus ingin meningkatkan kapasitas para pegiat festival dan akses informasi terhadap beragam festival yang diselenggarakan di Yogyakarta. Bukan waktu yang singkat, perlu waktu dua tahun untuk membentuk Jogja Festivals, dan hal ini memberi kesan tersendiri bagi setiap pegiatnya.

Direktur Jogja Festivals, Heri Pemad didampingi Dintan (kiri) dan Ari Wulu (kanan) memberi penjelasan saat temu media. Foto: Indra
Direktur Jogja Festivals, Heri Pemad didampingi Dintan (kiri) dan Ari Wulu (kanan) memberi penjelasan saat temu media. Foto: Indra

Dalam sambutan kepala Badan Ekonomi Kreatif yang disampaikan oleh Ricky Pesik selaku wakil kepala, memberi apresiasi tentang kegiatan ini dan harapan ke depan tentu dapat mendorong Yogyakarta untuk menempati dalam tataran ekonomi kreatif dunia.

Experience Diversity merupakan selogan yang dipilih oleh Jogja Festivals. Kalimat tersebut merupakan suatu gambaran sebuah perayaan atas kekayaan ragam festival yang ada di Yogyakarta. Para pegiatnya pun mengakui bahwa hal ini mampu menguatkan jaringan antarsesama pegiat festival di Yogyakarta dan daerah lain di Indonesia. Selain itu pentingnya bertukar pengalaman, pembiayaan, kontribusi sosial dan ekonomi, pelibatan masyarakat menjadi poin yang tak boleh dilupakan dalam satu festival.

Konten Terkait:  Jeda Waktu dalam Karya Rupa Pemuda Asal Afghanistan Amin Taasha
Penampilan tari topeng sesaat sebelum acara dimulai. Foto: Indra
Penampilan tari topeng sesaat sebelum acara dimulai. Foto: Indra

Di era ekonomi kreatif ini kehadiran Jogja Festivals memberikan bukti nyata sebuah kota yang memiliki aset kreatif yang merupakan hasil inisiatif independen dari warganya. Yogyakarta memiliki aset tak benda berupa ragam kesenian dan kebudayaan baik tradisional maupun kontemporer yang sering kali dipandang sebelah mata. Pergerakan ini ingin menunjukkan bahwa bila aset tersebut terkelola dengan baik maka dampak positifnya akan sangat terasa bagi Yogyakarta. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here