Merah Muda: Semangat Muda Menuju Perupa Prima

0
366

Berpameran menjadi media komunikasi efektif bagi seniman perupa dengan khalayak, pemerhati seni, penikmat seni sampai kepada masyarakat awam sekalipun. Hal inilah yang dilakukan oleh Mahasiswa Seni Murni Angkatan 2015 ISI Yogyakarta mengusung tema Merah Muda. Pameran ini dihelat di Jogja National Museum, Jl Amri Yahya, Yogyakarta tanggal 3-5 Maret 2017.

Expression of Dots, pen on paper, 27,5 x 16,5 cm, 2017, karya Artjastama. Foto: A. Sartono
Expression of Dots, pen on paper, 27,5 x 16,5 cm, 2017, karya Artjastama. Foto: A. Sartono

Tema Merah Muda, seperti pengakuan kelompok mahasiswa ini, hendak mengingatkan kembali betapa besar peranan para pemuda pada perubahan dan perkembangan zaman. Mereka adalah jiwa dan penentu zamannya. Para perupa muda itu, ingin menjadi bagian dari setiap fase dalam kehidupan berkesenian bangsa ini. Mereka tidak ingin tinggal diam, memperjuangkan sesuatu menuju pada hal yang lebih baik pada kehidupan dengan jalan berkesenian.

WS Rendra dalam puisi Sajak Sebatang Lisong (1978) menyatakan dalam salah satu larik baitnya demikian, Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan, apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan. Hal inilah yang ingin disampaikan M Rois Alfin Rizal dalam catatan kuratorialnya atas pameran ini. Intinya, ada “bahaya” dalam proses pencarian jati diri para seniman muda, penyaluran ide dan gagasan justru bisa membuat mereka tidak terkontrol dan buta dalam hal pilih-pilih media. Akan bahaya jika tidak ada keharmonisan dalam proses berkesenian seorang seniman dengan karya yang disampaikan kepada masyarakat.

Seperti umumnya pameran kelompok, pemilihan bahan dan media serta teknik begitu variatif. Ada semacam kompetisi untuk menunjukkan keterampilan dan penyampaian gagasan yang prima. Keragaman dan percobaan dalam menggunakan teknik sepenuhnya disadari dan didasari mulai mengejar sisi artistik dan kesesuaian ekspresi hingga rasa nyaman dalam pengerjaannya.

Lebih lanjut disampaikan oleh M. Rois Alfin Rizal bahwa semangat yang dibawa dalam berkelompok sehingga menjadi sebuah perhelatan pameran ini tentu bukan sekadar aksi kumpul-kumpul semata. Akan tetapi berlatih menghadapi dan memecahkan masalah. Kemampuan dalam mengartikulasikan konsep semangat muda serta menggelar kemampuannya untuk turut serta memberi khasanah bagi seni rupa Indonesia menjadi salah satu point penting bagi mereka. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here