Film Setan Jawa Garin Nugroho Diputar di Melbourne

0
651

Dalam memperingati 35 tahun berkarya di industri kreatif, Garin Nugroho membuat film bisu yang mengangkat mitologi Jawa, seni sastra, seni peran, tari dan musik dilebur menjadi satu dalam karyanya ‘Setan Jawa’. Garin menggandeng para maestro tari dan musisi andal dalam karyanya kali ini.

Film itu Sukses memukau penonton Indonesia pada pemutarannya September 2016. Pada 24 Februari 2017 film hitam putih pertama Garin Nugroho yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation itu akan membuka world premier-nya di Opening Night of Asia Pacific Triennial of Performing Arts di Melbourne, Australia.

Pada pemutaran di Melbourne, film hitam putih Garin Nugroho ini akan diiringi komposisi asli orkestra gamelan Indonesia karya Rahayu Supanggah, seorang seniman musik yang telah dan masih memperkenalkan dan mempopulerkan musik gamelan Jawa ke masyarakat dunia selama lebih dari 40 tahun.

Poster Pemutaran Setan Jawa di Melbourne. Foto: Imaged Dynamics
Poster Pemutaran Setan Jawa di Melbourne. Foto: Imaged Dynamics

Orkestra gamelan ini akan dibawakan secara langsung di depan layar dengan 20 pengrawit (pemusik gamelan) yang berkolaborasi dengan Melbourne Symphony Orchestra, orkestra simfoni tertua di Australia konduktor Iain Grandage yang telah meraih beragam penghargaan di Australia.

Renitari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation dalam siaran pers yang diberikan mengatakan, “Setan Jawa merupakan proyek kolaborasi antara Garin Nugroho dan Rahayu Supanggah, seniman Indonesia yang konsisten mempopulerkan musik gamelan Jawa ke masyarakat dunia selama lebih dari 40 tahun. Komposisi orkestra gamelan yang diciptakan oleh Rahayu Supanggah ini mampu memberikan sentuhan tradisional dan menghasilkan pertunjukan modern yang memiliki jiwa dan nilai-nilai estetika yang bersumber dari kekayaan budaya Indonesia.”

“Kesuksesan Setan Jawa karya Garin Nugroho yang dipentaskan di Jakarta pada September 2016 yang lalu ternyata juga menarik atensi dari luar negeri. Ini merupakan kesempatan yang baik untuk memperkenalkan musik tradisional Indonesia kepada masyarakat dunia,” ujarnya.

Konten Terkait:  Begini Cara Menyiasati Hari Nahas pada Sabtu Pon

Setan Jawa akan dipentaskan di gedung Melbourne Art Centre, Australia dengan kapasitas 2.664 penonton. Film yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini dalam film tari kontemporer yang terinspirasi film bisu hitam putih Nosferatu (1922) dan Metropolis (1927). Film ini juga membawa kenangan masa kecil Garin Nugroho di Yogyakarta yang dipenuhi pesona pertunjukan wayang kulit yang diiringi oleh gamelan.

Setan Jawa bercerita tentang cinta dan tragedi kemanusiaan dengan latar waktu awal abad ke-20 yang ditandai lahirnya era industri yang menyisakan kemiskinan di tanah Jawa. Seiring dengan meluasnya kemiskinan, maka bertumbuh subur cara-cara mistik untuk meraih kekayaan, termasuk Pesugihan Kandang Bubrah. Pesugihan ini adalah cara mistik untuk mendapat kekayaan dari iblis, namun harus membayar dengan berubah menjadi tiang penyangga rumah saat ajalnya tiba.

Adalah Setio (diperankan Heru Purwanto), seorang pemuda dari desa miskin jatuh cinta dengan Asih (diperankan Asmara Abigail), seorang putri bangsawan Jawa. Lamaran yang ditolak membuat Setio mencari keberuntungan melalui kesepakatan dengan iblis (diperankan Luluk Ari) yang dikenal sebagai ‘Pesugihan Kandang Bubrah’ untuk mencari kekayaan dan nantinya dapat melamar Asih.

Setio akhirnya menjadi kaya dan kawin dengan Asih, mereka hidup bahagia dalam rumah Jawa yang megah. Asih kemudian mengetahui bahwa suaminya menjalani laku pesugihan kandang bubrah akhirnya menemui setan pesugihan dan meminta pengampunan pada setan agar suaminya tidak menjadi tiang penyangga rumah pada saat kematiannya.

Selain di Melbourne, Australia, Setan Jawa juga akan dipentaskan di Amsterdam, Belanda (Juni); Singapura (Juli), dan London, Inggris (November). Informasi lebih lanjut dapat dilihat melalui website www.setanjawamovie.com . (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here