Dunia anak Riki Antoni yang menyenangkan

1
536

Pelukis Riki Antoni memamerkan lukisannya di Green Art Space, Prawirotaman, yang akan berakhir pada 28 Februari 2017. Bertajuk ‘A Quiet Universe’, Riki tetap dengan kekhasannya, melukis figur bergaya komikal atau animasi. Kali ini pelukis berdarah Minang ini memunculkan figur dengan mata besar dan leher kokoh. Mata besar dengan lingkaran berlapis yang berbeda dengan gaya komik atau animasi Jepang. Leher kokoh yang agak panjang dan berdiameter agak lebar dibandingkan ukuran leher pada umumnya.

Bathroom Bounds. Foto: Barata
Bathroom Bounds. Foto: Barata

Dengan kekhasan seperti ini, figur-figur Riki mengesankan tokoh dengan pengamatan tajam yang didasari keingintahuan besar (curiosity), serta optimis menatap dunia, terlebih senantiasa menyungging senyum. Setidaknya tokoh yang merasa nyaman dengan dunianya. Dengan modal seperti ini, lukisan-lukisan pelukis kelahiran 1977 ini Riki memancarkan kesan positif yang menyenangkan.

Timeless Nature Dating. Foto: Barata
Timeless Nature Dating. Foto: Barata

Lukisan ‘On the Way to the Future’ menampilkan seorang bocah berseragam sekolah yang mengendarai sepeda roda tiga menempuh jalan berkelok yang cukup jauh. Tasnya diselempangkan menyilang, tangan kanannya memegang mistar, rambutnya tersisir rapi. Tapi lihatlah, ia mengenakan sepatu bot, yang mengesankan perjalanan bermedan berat. Namun di sisi lain, mistarnya diikat benang, yang bersambungan dengan kaleng-kaleng di belakang sepeda, yang tentunya menimbulkan bunyi berdentangan saat beradu fisik dengan tanah. Gambaran dunia bermain si bocah. Tertangkap seorang bocah dengan ekspresi optimis dan riang berangkat ke sekolah –yang pastinya berjenjang cukup panjang– namun senantiasa tetap bermain sesuai dengan usianya.

On The Way to The Future. Foto: Barata
On The Way to The Future. Foto: Barata

Dunia bermain anak juga tampak pada ‘Bathroom Bonds’. Merupakan pemandangan yang lazim seorang anak berlama-lama berendam di bathtub maupun ember mandi. Biasanya mereka asyik dengan mainannya, tenggelam dalam dunianya. Dan biasanya enggan kalau disuruh mengakhiri aktivitasnya untuk dihanduki. Berendam sambil bermain mungkin metafora paling pas menggambarkan kenyamanan bermain anak. Begitu pula si bocah laki-laki tokoh lukisan ini tampak bahagia berendam sambil bermain kapal. Bathtubnya terletak di ruang terbuka, di tengah rerumputan, di tepi jalan setapak, yang mengesankan kebebasan dan keleluasaan. Di dekatnya sejumlah satwa juga asyik bermain. Mungkin berasal dari boneka-boneka si bocah, mungkin juga berasal dari kisah fabel yang dicerna si bocah, yang jelas mereka hidup yang kian mengentalkan semaraknya suasana.

Konten Terkait:  Dongeng Tanah dari Sosrokusuman dan Sungai Utik
Inner Soul #1, #2, #3. Foto: Barata
Inner Soul #1, #2, #3. Foto: Barata

Senada dengan ini adalah lukisan ‘Timeless Nature-dating’ yang menampilkan bocah perempuan yang bersantai dengan seekor panda. Di antara mereka ada meja tempat botol dan gelas, yang meski bukan berisi teh tapi mengesankan tea time, waktu minum teh yang rileks.

Kurator Ignatia Nilu, dalam pengantar pameran, mengatakan Riki berusaha menyatakan falsafah hidup bagi generasi mendatang, terutama keluarganya, dan teristimewa bagi anaknya. Ia memilih analogi ‘ruang bermain’, yang mengingatkan kita sebagai homo ludens (makhluk bermain). (*)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here