Inilah Salah Satu Pedoman Budi Pekerti Bagi Masyarakat Jawa

0
488

Budi pekerti merupakan salah satu unsur penting dalam kehidupan dan pergaulan. Dalam hal budi pekerti masyarakat Jawa mempunyai banyak pedoman atau sumber. Salah satunya adalah yang terdapat dalam Serat Jayabaya. Serat Jayabaya merupakan salah satu karya sastra Jawa yang cukup digemari. Serat JayabayaSalah satu unsur yang menarik adalah ramalan-ramalannya atau yang lebih dikenal dengan sebutan Jangka Jayabaya. Jangka artinya pepesthening lakon, yang dapat diartikan takdir kehidupan atau garis kehidupan.

Ramalan tersebut berupa rujukan tentang masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang. Masalah ramalan ada dua pendapat yaitu ada yang percaya ada pula yang tidak. Lepas dari percaya atau tidak, jangka Jayabaya ini dimaksudkan agar dapat dijadikan panduan dalam menjalani kehidupan. Hal ini nampak dari penyampaiannya yang tidak hanya sekadar berisi ramalan tetapi juga terselip unsur nilai pendidikan. Pendidikan Ketuhanan, dalam situasi apapun manusia selalu ingat, mematuhi perintahNya dan menjauhi laranganNya. Pendidikan kemanusiaan, agar manusia selalu menghargai dan bekerja sama dengan sesama serta berjiwa sosial. Pendidikan kebangsaan, agar setiap orang mempunyai rasa cinta pada negara dan taat pada hukum yang berlaku. Dengan demikian Serat Jayabaya dapat dijadikan sebagai salah satu alat pendidikan karakter, mental dan juga pengendali sosial.

Berikut adalah salah satu contoh petikan Serat Jayabaya:

Den samya amituhu
Ing sajroning jaman kalabendu
Yogya sami nyunyuda hardaning ati
Kang anuntun mring pakewuh
Uwohing panggawe awon

Hendaknya semua menaati
Di zaman kalabendu
Sebaiknya semua mengurangi nafsu hati
Yang menuntun pada kesulitan
Hasilnya perbuatan jelek

Artinya, hendaknya semua orang menaati (nasihat ini), di zaman kalabendu (zaman banyak “hukuman”, karena juga banyak kejahatan), agar semua orang mengurangi nafsu hati/hawa nafsu, karena kalau tidak dikurangi akan menuntun/membawa pada kesulitan, akibat dari perbuatan yang jelek/jahat tadi.

Buku ini selain membahas nilai budi pekerti dalam serat Jayabaya, juga membahas asal-usul serat Jayabaya, pengarang atau pengubahnya dan siapa (raja) Jayabaya tersebut.

  • Serat JayabayaJudul:
    Kajian Nilai Budi Pekerti dalam Serat Jayabaya
  • Penulis:
    Suyami, dkk
  • Penerbit:
    BPNB, 2015, Yogyakarta
  • Bahasa:
    Indonesia
  • Jumlah halaman:
    vi + 210

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here